<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237</id><updated>2011-11-27T15:30:41.312-08:00</updated><category term='iran-india'/><category term='Tell  it  to  the  Fishes  William  Sinclair  Dylan  Moran  Future  Shorts'/><category term='clear'/><category term='priodic table'/><category term='Kendala'/><category term='China'/><category term='INPRES PLTN'/><category term='world-nuclear'/><category term='ties'/><category term='BATAN'/><category term='air jadi energi'/><category term='Markus Wauran'/><category term='LOKASI PLTN'/><category term='Tantangan PLTN'/><category term='nuclear'/><category term='weapon'/><category term='NPT'/><category term='energy'/><category term='Iran'/><category term='Indonesia'/><category term='PLTN'/><category term='ANTARA'/><category term='nuklir'/><category term='Energi Nuklir'/><category term='energi'/><category term='SBY'/><category term='green peace'/><category term='NPP'/><category term='axis'/><category term='fusion'/><category term='India'/><category term='undang-undang'/><category term='thorium'/><title type='text'>GO PLTN Indonesia, Energi Nuklir atasi Krisis Energi dan Ramah Lingkungan</title><subtitle type='html'>Rencana Pembangunan PLTN sudah tertuang dalam bentuk undang-undang, tetapi sebagian kecil kelompok masyarakat berusaha membatalkannya. Yaitu, dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat terhadap manfaat energi nuklir dan membentuk opini "fobia nuklir", "SDM kita tidak mampu", dan opini lainnya.
 
Blog ini berusaha memberikan Informasi positif tentang energi nuklir. Negara Maju pada umumnya memenuhi sebagian kebutuhan Energinya dengan PLTN, Perancis 80%,USA 20%,Korea 40%.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-6019422168030079295</id><published>2010-06-17T03:09:00.000-07:00</published><updated>2010-06-17T03:09:41.958-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Markus Wauran'/><title type='text'>Eisenhower, Soeharto, SBY, dan Nuklir</title><content type='html'>Suara Pembaruan  15/6/2009&lt;br /&gt;&amp;nbsp;2010-06-15 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;Eisenhower, Soeharto, SBY,  dan Nuklir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Markus Wauran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eisenhower, Soeharto, dan Susilo  Bambang Yudoyono (SBY) masing-masing adalah Jenderal dari kesatuan  Infanteri Angkatan Darat. Ketiga Jenderal ini pernah menjadi Presiden di  negaranya masing-masing. Eisenhower adalah Presiden AS ke-34, Soeharto,  Presiden RI ke-2, dan SBY Presiden RI ke-6 yang sedang berkuasa saat  ini. Masing-masing Presiden ada keunggulannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman  perang, Eisenhower lebih populer dan unggul dari Soeharto dan SBY.  Puncak popularitas Eisenhower adalah sebagai Panglima Perang Pasukan  Sekutu di Eropa yang memenangkan peperangan melawan pasukan Nazi dan  koalisinya dimulai dari pantai Normandia sampai ke beberapa Negara Eropa  Barat. Soeharto terkenal sebagai Panglima Perang Mandala membebaskan  Irian Barat dari penjajahan Belanda, melalui  kemenangan diplomasi tanpa perang. SBY pernah bertugas sebagai  Commander of United Nations Military Observers dan Komandan Kontingen  Indonesia di Bosnia Herzegovina tahun 1995-1996. Juga pernah memimpin  pasukan dalam perang lokal di Timor Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keunggulan SBY  dibandingkan dengan Eisenhower dan Soeharto. SBY dikenal sebagai  Jenderal intelektual yang diakui oleh berbagai pihak dalam dan luar  negeri, serta penulis beberapa buku baik berbahasa Inggris maupun  Indonesia. Dengan pesona yang memukau, SBY mampu berbicara soal politik,  konstitusi, ekonomi, budaya, secara cerdas. Eisenhower menjadi  Presiden untuk dua masa jabatan (8 tahun), namun Soeharto lebih unggul  karena menjadi Presiden RI selama 32 tahun, yang selalu terpilih secara  aklamasi oleh MPR. SBY adalah Presiden pertama RI yang dipilih langsung  oleh rakyat dan sedang menjalani masa jabatan ke dua (terakhir) sebagai  Presiden yang saat ini sedang menjalani ujian berat dengan berbagai  persoalan rumit.&lt;br /&gt;Sebagai Jenderal perang, sesungguhnya Eisenhower  benci perang sebagaimana pidatonya di Ottawa pada 10 Januari 1946. yang  antara lain mengatakan: “saya benci perang sebagai seorang pejuang yang  sudah mengalaminya, sebagai seseorang yang melihat kebrutalitasannya dan  kebodohanannya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan, sebagai ekspresi bahwa dia benci  perang walaupun dalam setiap penugasan selalu memenangkan perang, dalam  Pidatonya sebagai Presiden AS di depan Sidang Majelis Umum PBB tanggal 8  Desember 1953, Eisenhower mencanangkan “Atom Untuk Perdamaian”(Atom for  Peace). Pidato ini menggemparkan dunia karena pada waktu bersamaan, AS,  Uni Soviet, Inggris, Prancis sedang berlomba melakukan pengembangan dan  uji coba senjata nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat pidato tersebut, Eisenhower berjasa  dalam 3 hal besar yang berdampak bagi AS sendiri maupun bagi dunia. Tiga  hal tersebut, pertama, berhasilnya dibangun PLTN pertama di  Shippingport, Pennsylvania yang  pengoperasiannya diresmikan tanggal 2 Desember 1957 dihadiri Presiden  Eisenhower. Kedua, ditetapkannya Treaty on the Non-Proliferation of  Nuclear Weapons yang disingkat NPT oleh PBB 12 Juni 1968 di New York dan  mulai berlaku efektif 5 Maret 1970; Ketiga, dimanfaatkannya Reaktor  Triga sebagai sumbangan AS pada berbagai negara (seperti Austria,  Finlandia, Italia, Jepang, Bangladesh, Kongo, Brazil, Jerman, Filipina, ,  Meksiko, Indonesia, dll) untuk memanfaatkan nuklir bagi tujuan damai  dan kesejahteraan. Triga adalah singkatan dari training, research,  isotopes, General Atomics. Reaktor Triga artinya reaktor yang berfungsi  untuk latihan, penelitian dan memproduksi isotop yang disain dan  manufaktur-nya oleh General Atomics. Reaktor pertama Indonesia adalah  reaktor Triga Mark II bantuan AS yang sampai saat ini masih beroperasi  di-Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era Soeharto, dibangun 2 reaktor penelitian, Reaktor  Kartini di Yogyakarta (1979) dan Reaktor Siwabessy di  Serpong(1987) . Juga di-bangun berbagai fasilitas Iptek nuklir baik di  kawasan nuklir Pasar Jumat Jakarta Selatan maupun di Serpong yang  terkenal dengan Puspitek Serpong. Demikian pula dengan pembangunan  sumber daya manusia yang menguasai Iptek Nuklir, kelembagaan dan  perangkat hukum sangat signifikan sehingga di era ini sebenarnya  Indonesia telah memenuhi syarat untuk mulai membangun PLTN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  peresmian berbagai fasilitas Iptek Nuklir antara tahun 1987 sampai  dengan pertengahan tahun 1990-an, ada 3 hal penting yang disampaikan  Soeharto yang harus menjadi pegangan bangsa kita, yaitu : pertama, bahwa  hasil penelitian menunjukkan sekitar 25 thn yad untuk memenuhi  kebutuhan listrik di-Pulau Jawa, pengerahan semua sumber daya yang ada  seperti air, panas bumi, gas alam dan batubara tidak akan mencukupi.  Karena itu mulai sekarang kita perlu memikirkan untuk membangun Pusat  Listrik Tenaga Nuklir; kedua, penggunaan teknologi nuklir maupun  teknologi manapun  memang ada resiko. Namun, dengan perencanaan yang cermat tidak perlu  ragu untuk menerapkannya. Dalam kehidupan, acapkali kita harus berani  menghadapi resiko karena resiko juga merupakan tantangan. Hanya bangsa  yang mampu menghadapi tantangan yang akan mampu menjadi bangsa yang  maju; ketiga, saya percaya bangsa Indonesia mampu menguasai teknologi  canggih. Nenek moyang kita telah membuktikannya dengan membangun  candi yang sangat indah arsitekturnya dan armada laut yang mengarungi  samudra luas. Penjajahlah yang membuat kita lemah dan kurang percaya  diri. Karena itu, setelah menjadi bangsa merdeka kita harus dapat  bangkit kembali untuk mensejajarkan diri dengan bangsa lain yang telah  maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan pembangunan nuklir untuk tujuan damai yang telah  dipersiapkan Soekarno sampai Soeharto baik SDM, perangkat hukum,  kelembagaan dan berbagai fasilitas Iptek nuklir lainnya, kemudian  ditindaklanjuti SBY dengan beberapa perangkat hukum antara lain  Peraturan  Presiden No 5 tahun 2006, dan Undang No 17 tahun 2007 serta dukungan  politik DPR dan dukungan tehnis IAEA, maka tidak ada lagi alasan apapun  untuk menunda pembangunan PLTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya Presiden SBY mengeluarkan  Keppres untuk Indonesia siap go PLTN. &lt;br /&gt;Namun, sampai saat ini Keppres  tsb belum terbit. Ada komentar yang mengatakan bahwa SBY orangnya  peragu, tidak berani mengambil resiko dan keputusan jika ada tantangan,  karena itu tidak mungkin akan ada Keppres untuk Indonesia go PLTN.  Sebagai Jenderal infantri seperti Eisenhower dan Soeharto, bagi penulis  tidak mungkin SBY peragu apalagi penakut. Karena kalau peragu dan  penakut tidak mungkin SBY jadi Jenderal infantri yang setiap saat siap  mati untuk tanah air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika SBY saat ini sedang mencari kiat terbaik  dan teladan kepemimpinan para Jenderal yang mengilhami dalam mengambil  keputusan untuk Indonesia Go PLTN, maka sikap Eisenhower yang berani  mengambil keputusan dalam situasi yang kontradiktif demi  kepentingan kemanusiaan secara nasional dan global serta sikap Soeharto  yang berani mengambil keputusan juga dalam situasi yang kontradiktif  demi masa depan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera, berani  mengambil resiko dan menghadapi tantangan serta tidak takut pada bangsa  lain yang sudah maju karena percaya diri dan sangat percaya pada SDM  Indonesia, kiranya menjadi acuan dan pemicu bagi SBY untuk segera  mengambil keputusan Indonesia Go PLTN. Kiranya TYME mengaruniakan  kemampuan dan kearifan bagi SBY untuk mengambil keputusan yang berani,  cermat dan cepat Indonesia Go PLTN seperti yang dibuat oleh Eisenhower  dan Soeharto. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Pengurus HIMNI dan IEN serta  Anggota DPR/MPR periode 1987-1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3d85c6;"&gt;Mohon komentar tentang  pendapat/opini Bpk. Markus Waran tersebut mengingat pendapat &amp;amp;  pernyataan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh&amp;nbsp;dan Menko Perekonomian Hatta  Rajasa, MENEG Ristek yang sekarang dan sebelumnya, sosialisasi tenaga  nuklir (termasuk PLTN) dan hasilnya, desakan DPR untuk pembentukan MPTN  yang harus didengar lebih dahulu. Trims&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-6019422168030079295?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/6019422168030079295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=6019422168030079295' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6019422168030079295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6019422168030079295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2010/06/eisenhower-soeharto-sby-dan-nuklir.html' title='Eisenhower, Soeharto, SBY, dan Nuklir'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-8165695699014457930</id><published>2010-04-11T12:13:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T12:13:33.836-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><title type='text'>Persepsi dan Penerimaan Masyarakat terhadap PLTN (1997)</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;h2&gt;Persepsi dan Penerimaan Masyarakat terhadap PLTN &lt;/h2&gt;&lt;/center&gt; &lt;strong&gt; &lt;dd&gt;"Hingga kini, energi nuklir tetap pilihan terakhir. Apalagi dengan ditemukannya beberapa sumber gas alam di Natuna, Irian Jaya, Kalimantan dan lain-lain. Penggunaan energi nuklir di Indonesia bahkan akan mundur dari tahun 2003 menjadi beberapa puluh tahun kemudian, bisa tahun 2020, bisa tahun 2030, tergantung analisis yang akan dilakukan terhadap skenario kebijakan energi nasional jangka panjang," kata Menristek/Ketua BPPT B.J. Habibie pada pembukaan Konferensi Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Jakarta, 11 Maret 1997.&lt;br /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Di lain pihak, kapanpun PLTN (bila jadi) dibangun, memberikan pengetahuan iptek nuklir kepada masyarakat secara obyektif perlu dilakukan, seperti saran H.A. Amiruddin, Ketua Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia pada Lokakarya Energi Nasional 16-18 Oktober 1996. Berikut kutipan makalah H.A. Aminuddin secara lengkap. &lt;h3&gt;Pendahuluan  &lt;/h3&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Ada dua cara untuk menghasilkan listrik secara ekonomis dalam skala besar. Pertama menggunakan tenaga air dan kedua menggunakan tenaga panas. Tenaga air memanfaatkan energi grafitasi air terjun, sedangkan tenaga panas memanfaatkan energi yang terdapat pada uap bertekanan tinggi. Kedua-duanya untuk memutar turbin dan generator listrik. Murahnya pusat listrik tenaga air (PLTA) karena ia tidak memerlukan bahan bakar. Bahan bakar PLTA disuplai secara tidak langsung dari energi surya melalui siklus hidrologik. Jadi PLTA satu-satunya pemanfaatan energi surya sebagai pembangkit listrik yang layak secara ekonomi. Uap bertekanan tinggi pada pusat listrik tenaga uap dapat diperoleh dengan cara membakar batubara, minyak, gas kayu dan bahan-bahan lain yang dapat terbakar untuk memanaskan air. Pemanasan air ini juga dapat ditempuh dengan memanfaatkan energi yang dikeluarkan melalui proses pembelahan inti atom uranium (proses fissi inti). Pusat listrik yang terakhir ini dikenal dengan nama Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Dalam sudut pandang kebutuhan energi di masa sekarang dan akan datang, sebagian besar masyarakat sepakat bahwa Indonesia harus meningkatkan suplai energinya, terutama energi listrik yang peningkatan kebutuhannya untuk kini saja gagal diantisipasi oleh PLN. Selain listrik merupakan salah satu komponen dalam perhitungan produk domestik bruto (PDB), ia mempunyai peranan lain yaitu sebagai pendorong perekonomian, sehingga ada suatu korelasi antara konsumsi energi listrik dan keadaan perekonomian suatu masyarakat. Namun demikian, dari beberapa sumber energi yang ada perlu ditentukan beberapa alternatif pilihan. Alternatif-alternatif tersebut sudah sering ditawarkan oleh pemerintah dan telah banyak dibahas, dikaji dan dikomentari oleh para pakar energi, pakar listrik maupun masyarakat umum.  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; Dalam tulisan ini akan dibahas bagaimana presepsi dan penerimaan masyarakat bila PLTN dipilih sebagai salah satu alternatif dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik di masa mendatang. Dilihat secara garis besar pasang surut perkembangan pandangan masyarakat dunia tentang PLTN sejak berakhirnya perang dunia II hingga sekarang, kemudian hanya secara garis besar, karena harus diakui bahwa hingga kini belum ada studi yang mendalam dan objektif dalam rangka mengukur presepsi atau penerimaan masyarakat terhadap kehadiran PLTN di Indonesia, akan dibahas berbagai pandangan yang berkembang di masyarakat tentang perlu tidaknya PLTN di Indonesia yang akhir-akhir semakin marak. &lt;h3&gt;Pandangan Masyarakat Terhadap PLTN&lt;/h3&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Pada awalnya, ada kegairahan pasca perang terhadap segala sesuatu yang bersifat ilmiah yang telah dicakup oleh iptek nuklir, yang menimbulkan optimisme di kalangan media bahwa mobil dan listrik tenaga atom akan membuatnya "terlalu murah untuk diukur". Media memaklumkan bahwa "abad atom telah mulai". Tiga puluh tahun kemudian, pada pertengahan tahun 70-an mulai muncul suatu reaksi karena impian tentang tentang segalanya bertenaga nuklir ternyata tidak realistis. Pada kondisi ini, suara kritis dari gerakan anti nuklir mulai mendapat liputan lebih besar dari media.   &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Pembalikan opini masyarakat besar-besaran terjadi setelah kecelakaan reaktor nuklir Three Mile Island (TMI) di Amerika Serikat pada tahun 1979. Kecelakaan ini konon disebabkan oleh kombinasi antara kegagalan salah satu bagian peralatan dan kesalahan operator yang akhirnya menyebabkan melelehnya sebagian dari bahan bakar di teras reaktor karena kehilangan air pendingin. Namun demikian pada kecelakaan itu struktur pembungkus reaktor berperilaku sebagaimana yang dirancang sehingga sangat sedikit zat radioaktif yang terlepas keluar bangunan reaktor. Sementara itu efek jangka panjang terhadap kesehatan diperkirakan kurang dari satu kematian statistik pada populasi yang berjumlah lima juta orang.  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Media memperlakukan TMI sebagai bencana besar dan bukan sekedar kecelakaan suatu industri mahal. Perlakuan ini sedikit banyak dibantu oleh pejabat hubungan masyarakat industri nuklir yang bertindak tidak pada tempatnya dan klaim yang berlebihan dari gerakan anti nuklir. Dengan terjadinya kecelakaan ini menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tenaga nuklir sebagai pembangkit listrik yang aman. Kemudian ditambah lagi dengan terjadinya kecelakaan reaktor Chernobyl pada bulan April 1996. Kecelakaan ini menelan korban 31 orang meninggal, 200 orang luka-luka dan sekitar 135 ribu orang pada zone 30 km di sekeliling reaktor dievakuasi, dan sebagian hingga kini belum diperkenankan kembali. Kontaminasi radioaktif tingkat rendah terbawa angin ke daerah yang lebih luas di Uni Sovyet dan Eropa.  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Gerakan anti-nuklir di dunia muncul sejak tahun 1950-an ketika Uni Sovyet meledakkan senjata nuklirnya yang pertama pada tahun 1949 yang disusul oleh Inggris pada tahun 1952. Motivasi awal gerakan ini adalah menentang penggunaan nuklir oleh pemerintah mereka untuk senjata pemusnah. Gerakan yang juga menyokong gerakan kampanye anti-nuklir adalah apa yang bila sebutannya diperhalus disebut gerakan kaum "environmentalis". Kata ini perlu diberi tanda petik karena sebenarnya sekarang ini setiap orang dapat disebut sebagai kaum environmentalis. Tidak ada seorangpun yang tidak suka mandi di air yang bersih atau bernafas di udara yang bersih. Sasaran utama dari gerakan ini pada awalnya adalah menentang meningkatnya kontaminasi dan polusi lingkungan dan industri. Mereka mempunyai kecocokan dengan gerakan anti-nuklir karena salah satu polutan di alam ini adalah radiasi nuklir. &lt;h3&gt;Persepsi Penerimaan Masyarakat Indonesia&lt;/h3&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Introduksi PLTN di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1968 melalui seminar Cipayung atas prakarsa Dirjen Tenaga Listrik, Departemen PUTL bekerjasama dengan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Seminar berikutnya diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 19-24 Januari 1970 yang melahirkan usulan dibentuknya Komisi Persiapan Pembangunan PLTN (KP2-PLTN). Sejak saat itu, teknologi PLTN mulai mendapat perhatian serius oleh para ahli nuklir di Indonesia. Persiapan lebih serius dimulai setelah Presiden pada tanggal 11 Desember 1989, meresmikan labolatoria BATAN, LIPI dan BPPT dikawasan Puspitek Serpong, menginstruksikan agar dilakukan usaha persiapan sebaik-baiknya untuk membangun suatu PLTN di Indonesia. Instruksi tersebut dipertegas pada saat peresmian pemakaian beberapa instalasi nuklir yang terletak dikawasan yang sama pada tanggal 12 Desember 1990. Instruksi Presiden ini memberikan dorongan dan pegangan yang kuat bagi para pekerja di bidang penyediaan energi listrik yang selama ini masih merasa ragu untuk merencanakan program energi nuklir di Indonesia. Keraguan ini jelas beralasan karena gencarnya kampanye sekelompok orang yang kurang menyukai pembangkit energi listrik tenaga nuklir. Bagi sebagian anggota masyarakat, kata-kata nuklir mengandung rasa ngeri. Hal ini mudah dipahami karena pertama kali terjadi pemboman nuklir atas Hirosima dan Nagasaki tahun 1945 dengan korban jiwa yang tidak sedikit. Usaha persiapan pembangunan PLTN tersebut dijabarkan secara lebih kongkrit dengan keputusan BAKOREN yang menunjuk Batan untuk memulai kegiatan yang terarah menuju pembangunan PLTN. Untuk itu BATAN melakukan pemutakhiran studi kelayakan Pembangunan PLTN yang dimulai sejak akhir tahun 1991 dan berakhir pada pertengahan tahun 1996 ini. &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Seiring dengan rencana pemerintah membangun PLTN tersebut, di dalam masyarakat berkembang tanggapan-tanggapan yang bernada setuju dan tidak setuju atau paling tidak bertanya-tanya mengenai rencana tersebut. Akhir-akhir ini sikap setuju dan tidak setuju makin marak berkenaan dengan hampir selesainya studi kelayakan, yang kemudian secara kebetulan disusul dengan adanya RUU Tenaga Nuklir yang diusulkan pemerintah ke DPR. Yang perlu mendapat perhatian dari hasil studi tersebut adalah bahwa dari pihak yang tidak setuju sebagian besar tinjauan yang ditampilkan adalah dari sisi sosio-kultural, politik, ekonomi, dan lingkungan dengan sedikit porsi tinjauan teknis, sedangakan dari pihak yang setuju sebagaian besar tinjauan dari sisi teknis dan implementasi pembangunannya semata dan dianggap kurang mengakomodasi pertimbangan-pertimbangan sosial, kultural, ekonomi dan politis. Menarik pula dipaparkan kembali di sini menurut studi tersebut, lantunan yang sifatnya netral dan informatif sebagaian besar merupakan tinjauan dari segi teknis dan implementasi, sedangkan lantunan yang sifatnya setuju umumnya merupakan propaganda (impelentasi, krisis energi, dan pemasyarakatan). Meskipun validitas studi tersebut masih dapat dipertanyakan, namun paling tidak dapat memberikan gambaran kasar bahwa selama ini ada kesenjangan informasi yang perlu dipertemukan antara yang dilantunkan oleh pihak yang setuju dan tidak setuju. Sedikitnya porsi teknis yang dilantunkan oleh pihak yang tidak setuju adalah wajar karena latar belakang pengetahuan mereka tentang PLTN sebenarnya sangat minim. Oleh karena itu merupakan tantangan bagi pihak yang setuju untuk menyajikan yang benar dan objektif ditinjau dari sisi sosio-kultural, politik, ekonomi dan lingkungan dengan porsi yang lebih besar sehingga dapat mengimbangi lantunan teknisnya.  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Secara garis besar, masyarakat yang kurang senang akan kehadiran PLTN dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, pertama adalah kelompok masyarakat awam, bagi mereka nuklir menimbulkan rasa takut, karena kurang paham terhadap sifat-sifat atau karakter nuklir itu. Termasuk dalam kelompok ini adalah beberapa budayawan, politikus, tokoh keagamaan dan beberapa anggota masyarakat umum lainnya. Ke dua adalah masyarakat yang sedikit pahamnya tentang nuklir. Mereka menyangsikan kemampuan orang Indonesia dalam megoperasikan PLTN dengan aman, termasuk pengambilan limbah radioaktif yang timbul dari pengoperasian PLTN itu. Termasuk dalam kelompok ini adalah beberapa LSM dan kalangan akademis. Ke tiga adalah kelompok masyarakat yang cukup paham tentang nuklir tetapi mereka menolak kehadiran PLTN. Karena mereka melihat PLTN dari kacamata berbeda sehingga keluar argumen-argumen yang berbeda pula. Termasuk dalam kelompok ini adalah beberapa pejabat dan mantan pejabat pemerintah yang pernah berhubungan dengan masalah keenergian, kelistrikan dan penukliran. &lt;h3&gt;Beberapa Usaha Pemasyarakatan PLTN&lt;/h3&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Secara umum dapat disarankan memberikan pengetahuan iptek nuklir secara obyektif kepada masyarakat yang belum terkena pengaruh gerakan anti-nuklir adalah cara termudah untuk menghambat kampanye anti-nuklir. Untuk membendung pengaruh tersebut, berikut ini disajikan beberapa di antara banyak langkah yang mungkin dapat ditempuh antara lain : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Meluruskan pernyataan-pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aktivitas anti-nuklir pada umumnya akan megeluarkan pernyataan-pernyataan yang sebenarnya keliru namun diucapkan secara berulang-ulang. Informasi y ang keliru ini bila tidak dikoreksi akan menjadi kontraversi dalam masyarakat. Sebagai "PLTN dapat meledak seperti bom atom ". Pada kenyataannya tidak mungkin suatu reaktor nuklir dapat meledak seperti bom atom. Hukum fisika tidak memungkinkan itu terjadi. Namun ketidakbenaran ini bila diucapkan berulang-ulang lambat atau cepat semakin banyak orang menerimannya. Contoh yang lebih aktual adalah khabar "akan terjadi penggusuran besar-besaran terhadap penduduk di sekitar calon tapak PLTN". Padahal kenyataannya PLTN merupakan suatu industri energi yang relatif tidak memakan tempat dibandingkan industri energi lain. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan perbandingan resiko antara PLTN dengan aktivitas lain &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gerakan anti nuklir biasanya dilatarbelakangi oleh adanya ketakutan terhadap kecelakaan nuklir. Sekecil apapun kecelakaan tersebut pasti akan dijadikan alat untuk kampanye anti nuklir. Pada umumnya aktivis anti-nuklir menolak untuk membuat perbandingan antara resiko PLTN dengan resiko kegiatan manusia sehari-hari yang lain. Padahal di dunia ini tidak ada kegiatan manusia yang bebas resiko, apakah itu mengendarai mobil, menumpang pesawat, membangun dan mengoperasikan pabrik kimia dan termasuk pula mengoperasikan PLTN. Semua kegiatan mengandung resiko, meskipun beberapa kegiatan memiliki resiko yang sangat kecil. Dalam hal pembangkit energi, secara teknis tidak ada pembangkit energi yang mempunyai faktor resiko lebih kecil daripada PLTN. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengganti emosi dengan akal sehat &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masyarakat anti nuklir amat mahir membangun kecemasan masyarakat terhadap kanker akibat radiasi, demikian pula efek genetik akibat radiasi yang sifatnya stokastik sering dilebih-lebihkan sehingga menimbulkan kecemasan yang berlebihan terutama terhadap wanita. Dengan demikian penjelasan yang abyektif terhadap masalah tersebut dari pihak yang berkompeten (misal dari dokter ahli di bidang tersebut) sangat diperlukan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menguasai media sepenuhnya &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Media memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk opini masyarakat. Memang harus diakui bahwa karena minimnya pengetahuan para wartawan tentang nuklir, media mengalami kesulitan dalam memberikan cerita yang sebenarnya. Para wartawan sering tidak cukup memiliki pengetahuan tentang suatu topik agar mampu membedakan cerita nuklir yang benar dan sekedar isapan jempol. Akibatnya meskipun jika ceritannya menguntungkan industri nuklir, namun karena desakan keseimbangan berita, media juga harus mengakomodasikan suara-suara dari sudut pandang anti-nuklir. Disinilah kesempatan yang ditunggu-tunggu oleh gerakan anti nuklir, karena dengan model pemberitaan seperti ini orang awam menjadi bingung siapa yang benar dan siapa yang salah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bekerja secara hati-hati dan cermat sehingga hal-hal yang dikhawatirkan masyarakat benar-benar tidak terbukti. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Secara obyektif, PLTN merupakan suatu industri energi yang relatif paling aman dibandingkan dengan industri energi yang lain. Namun oleh kalangan masyarakat anti-nuklir PLTN dianggap sebagai industri energi yang paling berbahaya. Sikap hati-hati tersebut misalnya dengan tidak berlaku gegabah dengan menggangap bahwa seluruh PLTN itu aman sebagimana 426 Unit PLTN yang sekarang beroperasi di dunia. Jadi setiap PLTN yang akan dibangun harus selalu diteliti dan diawasi kendalanya mulai dari sejak tahap persiapan, pengembangan dan pengoperasian. &lt;/dd&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-8165695699014457930?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/8165695699014457930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=8165695699014457930' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/8165695699014457930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/8165695699014457930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2010/04/persepsi-dan-penerimaan-masyarakat.html' title='Persepsi dan Penerimaan Masyarakat terhadap PLTN (1997)'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-1256296185155978913</id><published>2010-04-11T11:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T11:37:20.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><title type='text'>10 Alasan kenapa PLTN dibutuhkan di Amerika Serikat</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;10 Alasan kenapa PLTN dibutuhkan di Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut NEI (pada 2006) TopTen Alasan Penting Mengapa PLTN Vital bagi Kebijakan Energi AS adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Energi nuklir membantu diversifikasi peran energi di AS.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diversifikasi&amp;nbsp;&amp;nbsp; energi&amp;nbsp; telah&amp;nbsp; sejak&amp;nbsp; lama&amp;nbsp; merupakan&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp; kekuatan&amp;nbsp; sistem&amp;nbsp; perlistrikan AS. Bahkan ketika permintaan listrik meningkat, produksi listrik yang ditingkatkan dari 103 unit PLTN di AS (sekarang 104 unit) telah mempertahankan peran energi nuklir dalam produksi&amp;nbsp; listrik nasional AS tetap berada dalam angka sekitar 20% untuk selama 15 tahun yang lalu. Perluasan energi nuklir sedang membantu mencegah gangguan harga dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pasokan yang berkaitan dengan beberapa sumber bahan bakar&amp;nbsp; yang memiliki dampak yang lebih merusakkan pada ekonomi dan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tenaga nuklir adalah sumber listrik yang efisien dan berkemampuan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLTN di AS beroperasi dengan tingkat keselamatan yang utama dalam industri listrik. PLTN menghasilkan 782 milyar kWh listrik pada tahun 2005 – pada tingkat tertinggi kedua yang pernah dicapai dan hanya sedikit kurang dari catatan rekor tertinggi sebesar 789 milyar kWh pada 2004. Efisiensi industri dari 103 unit PLTN yang&amp;nbsp; menghasilkan&amp;nbsp; tenaga&amp;nbsp; sekitar&amp;nbsp; 90% selama waktu 24 jam per hari dalam 7 hari per minggu (24/7) - adalah yang tertinggi diantara semua sumber-sumber tenaga. Energi nuklir juga memiliki ongkos produksi terendah diluar pembangki listrik tenaga air – kira-kira US$. 1,7 sen per kWh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tenaga nuklir aman dan dapat diandalkan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLTN di AS mempunyai pengalaman operasi gabungan 3.100 reaktor-tahun, dan Angkatan Laut (Nuklir) AS memiliki pengalaman operasi gabungan 5.500 reaktor tahun. Disamping bukti unjuk kerja keselamatannya selama ini, PLTN adalah efisien, khususnya jika dibandingkan sumber listrik berbahan bakar lain. Sebagai contoh, dibandingkan dengan gas alam, ongkos&amp;nbsp; uranium relatif rendah dan kurang sensitif terhadap&amp;nbsp; peningkatan harga bahan bakar. &lt;br /&gt;Satu pelet uranium – seukuran ujung sebuah jari kelingking – menghasilkan listrik ekivalen dengan listrik yang dihasilkan oleh 17.000 kaki kubik (ft3) gas alam, 1.780 lb (pound) batubara atau 149 galon minyak bumi.&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan 1 kWh listrik, diperlukan 1 pound (lb) batubara&amp;nbsp; menggunakan turbin uap (PLTU); 0,48 pound gas alam menggunakan turbin uap; 0,37 pound gas alam menggunakan teknologi daur gabungan; 0,58 pound minyak berat menggunakan turbin uap; dan 0,000008 pound uranium diperkaya 4% dalam PLTN komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tenaga nuklir tidak mengeluarkan gas efek rumah kaca.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga nuklir menghasilkan energi listrik dalam jumlah besar secara aman dan dapat diandalkan tanpa menghasilkan emisi yang berbahaya. Energi nuklir sejauh ini merupakan sumber listrik terbesar AS yang bebas emisi, memberikan 73% listrik dari sumber-sumber bebas emisi termasuk air, angin dan surya.&lt;br /&gt;Pada tahun 2006, 103 unit PLTN di AS mencegah emisi 3,12 juta ton belerang dioksida; 0,99 juta ton nitrogen oksida; dan 681,2 metrik ton karbon dioksida ke atmosfer bumi. (PLTN nya sendiri memang tidak tetapi untuk pengkayaan uranium diperlukan energi nernahan bakar fosil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manfaat udara bersih menarik dukungan baru.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin pecinta lingkungan terkenal seperti pendiri &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1271010127_2" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer;"&gt;Greenpeace&lt;/span&gt; Patrick Moore, pendiri Whole Earth Catalog &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1271010127_3"&gt;Stewart Brand&lt;/span&gt; dan pencipta Gaia Theory &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1271010127_4" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;James Lovelock&lt;/span&gt; telah menyampaikan dukungan mereka pada tenaga nuklir. Isu seperti keprihatinan tentang potensi pemanasan global telah menempatkan penekanan baru pada tenaga nuklir karena tidak menghasilkan gas efek rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemajuan pengembangan fasilitas pembuangan bahan bakar bekas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2002, Konggres dan Presiden menyetujui &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1271010127_5" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Yucca Mountain&lt;/span&gt; di Nevada, sebagai tapak yang cocok untuk pengembangan sebuah tempat pembuangan akhir pada lokasi geologis yang dalam untuk bahan bakar nuklir bekas. Departemen Energi (DOE) sedang melanjutkan pekerjaan untuk permohonan izin Yucca Mountain yang akan disampaikan ke badan pengatur nuklir AS, yaitu NRC untuk peninjauan ulang dan persetujuan.&lt;br /&gt;Sekarang ini, bahan bakar nuklir bekas disimpan secara aman di tapak PLTN dan diproteksi dengan baik oleh suatu gabungan konstruksi yang kokoh, perlengkapan surveilen dan deteksi, dan dijaga oleh petugas keamanan paramiliter yang terlatih dan dipersenjatai. ( Sayang proyek Yucca Mountain yang telah memakan dana $US.10 milyar ini tidak akan&amp;nbsp; dibiayai lagi oleh Pemerintahan Barrack Obama dan izinnya dicabut oleh NRC, sementara akan dikaji untuk kemungkinan proses olah ulang di AS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemimpin nasional mendukung pengembangan tenaga nuklir.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Konggres telah menyetujui dan Presiden menandatangani &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1271010127_6" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Energy Policy Act&lt;/span&gt; 2005, yang memasukkan insentif investasi terbatas untuk riset, pengembangan dan perluasan tenaga nuklir. Legislasi ini – dengan ketentuan lain yang mendukung konservasi, efisiensi energi, produksi baru dan investasi&amp;nbsp; yang segera diperlukan dalam infrastruktur energi kami – akan membantu kami mencapai tujuan ekonomis, keamanan dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Masyarakat keuangan berpandangan postif terhadap tenaga nuklir.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan keuangan terkemuka seperti Merril Lynch, Prudential Equity Group,&amp;nbsp; Fitch Ratings Global Group dan Moody’s Investor Services telah menunjukkan bahwa akan ada suatu kebangkitan kembali tenaga nuklir (PLTN) dan memandang hal itu sebagai suatu investasi untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ya, untuk tenaga nuklir/PLTN di sekitar kami.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selama&amp;nbsp; tahun&amp;nbsp; lalu,&amp;nbsp; beberapa&amp;nbsp; negara&amp;nbsp; bagian dan daerah telah menyetujui resolusi, yang &lt;br /&gt;mengemukakan paket insentif&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; dukungan&amp;nbsp; pembangunan PLTN baru di dalam area mereka. Yang pertama dari jenis itu, survei nasional dari sekitar PLTN yang dilakukan oleh Bisconti Research Inc. dengan Quest Global Research Group menemukan bahwa 76% dari orang &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1271010127_7" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer;"&gt;Amerika&lt;/span&gt; yang tinggal lebih dekat dari PLTN menginginkan melihat sebuah PLTN baru dibangun di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tenaga nuklir adalah suatu teknologi yang dipercaya di luar negeri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 30 negara mengandalkan tenaga nuklir sebagai sumber energi listrik yang aman dan dapat dipercaya. Sebagai contoh, di Perancis, peranan PLTN dalam pembangkitan listrik nasionalnya mencapai sekitar 80%. Pimpinan negara lain seperti Inggris, Jepang, Jerman, dan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1271010127_8" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer;"&gt;Rusia&lt;/span&gt; telah menyatakan dukungannya pada tenaga nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; Top Ten Reasons Nuclear Power Is Vital To America’s &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1271010127_9" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Energy&lt;/span&gt; Policy; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; May 22, 2006;&amp;nbsp; Nuclear Energy Institute (NEI).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-1256296185155978913?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/1256296185155978913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=1256296185155978913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/1256296185155978913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/1256296185155978913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2010/04/10-alasan-kenapa-pltn-dibutuhkan-di.html' title='10 Alasan kenapa PLTN dibutuhkan di Amerika Serikat'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-2163253365590066097</id><published>2010-03-18T15:50:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T15:53:58.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INPRES PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NPP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LOKASI PLTN'/><title type='text'>BISNIS INDONESIA: Survei lokasi PLTN sangat mahal</title><content type='html'>&lt;h3&gt;BISNIS INDONESIA: Survei lokasi PLTN sangat mahal&lt;/h3&gt;               &lt;code&gt;Kamis, 18/03/2010 18:37:52 WIB&lt;/code&gt;&lt;span class="author"&gt; Oleh: Rahmayulis Saleh&lt;/span&gt;                     &lt;div class="imgDetail"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; JAKARTA (Bisnis.com): Pengembangan pembangkit tenaga nuklir (nuclear power plant/NPP), komponen terbesarnya adalah biaya untuk menentukan survei lokasi yang cocok untuk mendirikan reaktor nuklirnya, misalnya untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biaya untuk survai prapembangunan NPP ini bisa mencapai  100 kali lipat dari biaya pembangunan NPP itu sendiri,” kata Konno Takaaki, Direktur Japan Nuclear Technlogy Institute, di sela-sela Seminar Prospects of Nuclear Electric Power in Indonesia di kantor BPPT, Jakarta, hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan biaya besar terletak pada penentuan mencari lokasi yang pas untuk pendirian NPP tersebut. Hal itu meliputi kelayakan lokasi dan pemasangan perangkat sinyal gempa, sehingga dapat mengantisipasi besarnya goyangan gempa (percepatan gempa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen biaya lainnya, kata Konno yang menjadi salah seorang pembicara dalam seminar itu, adalah penyusunan regulasi yang sangat ketat mengenai pemilihan lokasi, keikut sertaan tender, dan juga penerimaan masyarakat atas pembangunan NPP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, proses pra pembangunan membutuhkan waktu 2 tahun, sementara pembangunan NPP mencapai 3-4 tahun. “Investasi NPP berkapasitas 1.000MW-1.400 MW membutuhkan anggaran sekitar 300 miliar yen,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan sampai sekarang Jepang telah mengembangkan 57 NPP dengan teknologi yang mampu mendeteksi kegagalan, atau kelalaian manusia (failed-safe) sebuah reaktor, dan dilengkapi dengan software human ativity. Perangkat lunak tersebut berisi informasi mengenai budaya keselamatan, peringatan dini kecelakaan, prosedur evakuasi dan juga informasi kecelakaan nuklir di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Hudi Hastowo, Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), menuturkan Indonesia pernah merencanakan pembangunan NPP pada 2016. “Namun sampai sekarang masih menunggu political will dari pemerintah untuk mewujudkannya. Butuh waktu sekitar 8 tahun dari komitmen awal sampai realisasi pembangunan NPP," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menghitung waktu delapan tahun tersebut, adalah 2 tahun untuk sosialisasi pra pembangunan NPP, dan 6 tahun lagi untuk pembangunan NPP. “Jadi kalau 2010 ini pemerintah sepakat untuk membangunnya, maka 2018 Indonesia akan mempunyai pembangkit listerik tenaga nuklir [PLTN] pertama,” ungkap Hudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan Presiden sudah mengeluarkan Inpres No 1 tahun 2010, yang mengharuskan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Batan melakukan sosialisasi tentang PLTN kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Inpres tersebut, katanya, diharapkanh masyarakat bisa memahami dan menerima rencana pembangunan PLTN. “Namun, Inpres tersebut tidak diiringi dengan alokasi anggaran dalam Dipa Kemenristek yang rancangannya sudah terlanjur diajukan tahun lalu,” ujarnya. (ts)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://web.bisnis.com/senggang/iptek/1id169039.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-2163253365590066097?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/2163253365590066097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=2163253365590066097' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2163253365590066097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2163253365590066097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2010/03/bisnis-indonesia-survei-lokasi-pltn.html' title='BISNIS INDONESIA: Survei lokasi PLTN sangat mahal'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-2123687283340007839</id><published>2010-03-18T15:45:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T15:48:49.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INPRES PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANTARA'/><title type='text'>ANTARA: Presiden Terbitkan Inpres Tentang Sosialisasi PLTN</title><content type='html'>&lt;h1 class="news-title"&gt;ANTARA: Presiden Terbitkan Inpres Tentang Sosialisasi PLTN&lt;/h1&gt;&lt;div class="post-meta"&gt;Kamis, 18 Maret 2010 15:16 WIB&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA) - Presiden mengeluarkan Inpres No 1 tahun 2010 yang mengharuskan Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan sosialisasi tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inpres ini mengharapkan masyarakat semakin bisa menerima rencana pembangunan PLTN," kata Kepala BATAN Dr Hudi Hastowo di sela Seminar "Prospects of Nuclear Electric Power in Indonesia", di Jakarta, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Inpres tersebut tidak dibarengi dengan alokasi anggaran dalam APBN KRT yang rancangannya sudah terlanjur diajukan tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya, ujar dia, juga masih mengharapkan keluarnya peraturan lainnya yakni Perpres tentang organisasi yang akan mengelola PLTN. Dengan peraturan ini maka pembangunan PLTN sudah bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan Perpres ini sudah menunggu sekitar 2-3 tahun untuk ditandatangani Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dasar UU no 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), menurut Hudi, seluruh persiapan pembangunan PLTN sudah dilakukan, dari mulai riset tentang tapak PLTN, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusianya, kesiapan teknologinya, rancangan peraturan hingga pembiayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jepang sudah menawari bantuan pinjaman hingga dua miliar dolar AS," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden RI masih mengkhawatirkan penerimaan masyarakat terhadap PLTN khususnya kemampuan SDM dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudi mengatakan, kebutuhan energi di Indonesia sangat tinggi, khususnya karena penggunaan energi di Indonesia saat ini masih sangat rendah yakni 500 kW per kapita, jauh dibandingkan negara tetangga misalnya Malaysia yang sebesar 3.000 kW per kapita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanpa energi tidak akan ada investasi, tak ada pertumbuhan ekonomi dan tak ada kemakmuran," katanya sambil menambahkan bahwa saat ini rakyat Indonesia masih merasa kaya akan minyak, gas dan batubara, tanpa peduli kemungkinan habisnya cadangan energi tersebut beberapa puluh tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU RPJM, PLTN Semenanjung Muria seharusnya sudah ditenderkan pembangunannya sejak 2008 dan mulai dibangun pada 2010, sehingga sudah bisa beroperasi pada 2016 dengan kapasitas 2.000 MW.(D009/A024)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-2123687283340007839?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/2123687283340007839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=2123687283340007839' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2123687283340007839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2123687283340007839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2010/03/antara-presiden-terbitkan-inpres.html' title='ANTARA: Presiden Terbitkan Inpres Tentang Sosialisasi PLTN'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-8514533288018022534</id><published>2009-12-21T16:36:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T16:41:37.333-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energi Nuklir'/><title type='text'>Swedia Kembali ke Energi Nuklir</title><content type='html'>Oleh Mukhlis Akhadi (sumber: Wb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menolak nuklir boleh-boleh saja, itu bagian dari demokrasi. Tapi alangkah baiknya kalau mereka yang menolak nuklir itu juga memberi alternatif sumber energi lain yang kompetitif untuk dimanfaatkan di Indonesia. Kalau saya baca siaran pers nya, di bagian akhir hanya memberi dukungan terhadap pengembangan sumber-sumber energi baru dan terbarukan dengan efisiensi tinggi, tanpa menyebut sumber energinya apa. Artinya para penolak nuklir itu sejatinya tidak memiliki konsep yang jelas tentang energi yang harus dikembangkan di Indonesia. Adakah jenis sumber energi baru dan terbarukan yang lebih spesifik yang harus dikembangkan di Indonesia yang nantinya dapat mengisi kekurangan suplai energi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi dukungan terhadap litbang sumber energi baru dan terbarukan OK saja. Masalahnya, tentang litbang energi, para penolak nuklir juga tidak tahu persis sampai kapan litbang itu dapat menghasilkan temuan sumber energi baru yang benar-benar kompetitif untuk Indonesia. Litbang bisa berhasil, tapi juga bisa gagal alias tidak menemukan sumber energi baru apapun yang kompetitif untuk dikembangkan. Belum lagi masalah waktu untuk litbang itu sendiri, dan seandainya berhasil sekalipun, belum tentu temuan baru itu langsung dapat diaplikasikan, belum lagi dilihat dari aspek kompetitifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, para penolak nuklir sepertinya tidak menyadari masalah energi yang saat ini dihadapi Indonesia dan dunia. Cadangan minyak bumi yang semakin menipis dan harganya terus melambung, batubara yang tidak ramah lingkungan dan mengancam penduduk bumi karena memicu pemanasan clobal, permintaan energi yang terus meningkat dari waktu ke waktu karena jumlah penduduk yang terus meningkat dan laju industrialisasi di berbagai belahan dunia yang ikut meningkat, semuanya perlu keputusan cepat untuk memutuskan sumber energi apa yang harus dipakai untuk mengisi kesenjangan antara suplai dan permintaan terhadap energi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Litbang pengembangan sumber energi baru -siapapun tahu- memang diperlukan. Namun apakan kita hanya mengandalkan pada litbang tersebut untuk mengatasi kesenjangan permintaan energi seperti yang sedang dialami Indonesia saat ini. Tarohlah litbang perlu waktu 20 tahun untuk betul-betul menghasilkan sumber energi baru dan terbarukan yang betul-betul kompetitif (dan inipun tidak ada jaminan untuk berhasil), lantas apa yang akan dipakai untuk mengatasi kesenjangan permintaan energi dalam kurun waktu tersebut ? Adakah jawaban yang realistis dari para penolak nuklir ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi krisis listrik seperti yang dialami Indonesia saat ini, terjadi pemadaman bergilir setiap saat, aktivitas industri terganggu karena kontinyuitas suplai listrik tidak dapat diandalkan, dengan dampak kerugian yang besar di fihak industri, belum lagi terhambatnya investasi karena infrastruktur energi yang tidak memadai, yang berakibat pada terhambatnya pembukaan lapangan kerja baru, sementara pengangguran di tanah air terus meningkat, semuanya itu sepertinya tidak pernah ada dalam fikiran para penolak nuklir. Artinya mereka hanya sekedar menolak penggunaan energi nuklir, tapi  tidak memiliki solusi yang membumi yang bisa diwujudkan dalam waktu dekat untuk mengatasi semua permasalahan kelistrikan yang sedang dihadapi bangsa saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeleknya lagi, data-data pendukung yang digunakan untuk menolak nuklir adalah data-data usang, sangat bertentangan dengan data-data terbaru. Betul AS dan Eropa Barat pernah menunda program nuklir setelah infrastruktur energi di negara-negara itu cukup mantab, karena memang didukung oleh penggunaan energi nuklir yang cukup besar. Namun apa yang terjadi saat ini, disaat krisis energi membayang-bayangi penduduk bumi ? AS dan Eropa Barat kembali melirik nuklir. Bagi mereka, memutuskan kembali ke nuklir memang cukup mudah karena sebelumnya sudah cukup lama berpengalaman dalam penggunaan energi nuklir. Di saat nagara-negara maju memutuskan kembali ke nuklir, apa yang bisa dilakukan Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal tersebut, kita bisa melihat kasus yang terjadi di Swedia. Melalui referendum, rakyat Swedia pernah sepakat memutuskan untuk menutup semua PLTN yang beroperasi di negeri itu pada tahun 2010 karena adanya kecelakaan PLTN Three Mile Island, AS, tahun 1979. Referendum berikutnya malah menghendaki mempercepat penutupan semua PLTN di Swedia yang dimajukan ke tahun 2000 karena adanya kecelakaan PLTN Chernobyl tahun 1986. Satu prestasi pernah di catat oleh rakyat Swedia, yaitu menyetop penggunaan PLTA (PLTA, bukan PLTN) sejak tahun 1960 karena kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya ternyata demikian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi saat ini di Swedia ? Setelah gagal mendapatkan sumber-sumber energi baru yang dapat menggantikan peran energi nuklir, sementara deadline penutupan PLTN semakin dekat, terpaksa pemerintah Swedia melakukan referendum ulang. Apa hasilnya ? Cukup mengejutkan, yaitu memperpanjang penggunaan energi nuklir sampai ditemukan sumber-sumber energi pengganti yang lebih aman. Namun ternyata tidak memberi batas waktu untuk penggunaan energi nuklir di negeri itu. Belum lama ini misalnya, PLTN Barsebach di Swedia ternyata malah diperpanjang penggunaannya. Artinya, sebagaimana sebelumnya saya sebutkan, rakyat Swedia berhasil melepaskan diri dari PLTA, tetapi ternyata gagal untuk membebaskan diri dari penggunaan energi nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para penolak nuklir di Indonesia belajar dari kasus ini ? Kasus serupa pun sebenarnya terjadi di negara-negara industri lainnya. Jerman yang sebelumnya dibangga-banggakan oleh para penolak nuklir karena keputusannya yang sangat berani untuk membebaskan diri dari energi nuklir, berita terkini menyebutkan, ternyata negara itu berbalik haluan untuk tetap mempertimbangkan nuklir sebagai pemasok listrik di masa mendatang. AS, Inggris, Italia sama saja. Sekali lagi, bagi negara-negara yang sebelumnya sudah memanfaatkan energi nuklir, keputusan untuk kembali ke nuklir memang cukup mudah karena pengalaman sudah ada. Namun apa yang bisa diperbuat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energinya di masa mendatang ? Dapatkan para penolak nuklir memberikan solusi yang realistis tanpa nuklir ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-8514533288018022534?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/8514533288018022534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=8514533288018022534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/8514533288018022534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/8514533288018022534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2009/12/swedia-kembali-ke-energi-nuklir.html' title='Swedia Kembali ke Energi Nuklir'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-7493241257792466693</id><published>2009-11-13T08:39:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T08:45:20.805-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendala'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tantangan PLTN'/><title type='text'>Tantangan Beberapa Negara dalam Pembangunan PLTN</title><content type='html'>Beberapa pengalaman kesulitan berbagai negara yang akan, sedang  membangun dan atau mengoperasikan pltn antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cuba karena kekurangan dana akibat bubarnya Uni Soviet; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Austria karena kehendak referendum rakyatnya meskipun PLTN ybs sudah hampir jadi; Polandia karena demonstrasi hebat rakyatnya yang menentang pltn karena alasan aspek politik dan ekonomi; Meskipun demikian Polandia pada tahun 2025 masih tetap akan merencanakan mengoperasikan pltn standar Eropa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Italia bahkan harus menghentikan semua kegiatan program energi nuklir dengan menutup beberapa pltn dan menghentikan pltn yang sedang dibangun. Sekarang &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1258130258_0"&gt;italia&lt;/span&gt; berencana  menghidupkan lagi program energi nuklir.Sekarang Italia merupakan  importir listrik nuklir terbesar (10%).. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phliphina yang sudah menyelesaikan PLTN) Bataan jenis PWR dengan daya 600 &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1258130258_1"&gt;MWe&lt;/span&gt;, berdasar rekomendasi IAEA terpaksa tidak boleh dioperasikan karena faktor keselamatan dan keamananan.  dan rencana &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1258130258_2"&gt;Turki&lt;/span&gt; untuk pembangunan dan pengoperasian PLTN banyak ditentang dari pihak LSM luar dan dalam negeri serta kesulitan keuangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mesir pada 1981 protokol kerjasama nuklir yang menetapkan konstruksi 2 unit PLTN jenis PWR dengan daya 1000 MWe di tapak ElDabaa dan tapak Za'frana tidak berjalan sebagaimana mestinya. (sumber D.I Wb)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-7493241257792466693?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/7493241257792466693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=7493241257792466693' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/7493241257792466693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/7493241257792466693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2009/11/tantangan-beberapa-negara-dalam.html' title='Tantangan Beberapa Negara dalam Pembangunan PLTN'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-7189110630627711857</id><published>2008-12-11T16:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T04:34:43.720-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air jadi energi'/><title type='text'>Mengubah Air menjadi Energi, fakta baru</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/DfjOIoPwolg&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/DfjOIoPwolg&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BlackLight Power Inc., founded by Dr. Randell Mills, is a New Jersey company that claims to have developed a technology that produces hydrogen from water, making hydrogen a cheap renewable energy source that could replace gasoline. The company's "hydrino theory" has drawn much skepticism.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On December 11, 2008, BlackLight Power announced it had made a commercial license agreement with Estacado Energy Services, Inc. of New Mexico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang teknologi yang dikembangkan oleh Blacklight ini dapat dibaca pada artikel yang ditulis pada energi portal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi listrik dari hydrino&lt;br /&gt;Oleh energiportal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, Juni 30, 2008 10:21:39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blacklight Power Inc, perusahaan yang didirikan oleh Randell Mills, seorang doktor dari Harvard, telah mengembangkan metode untuk mendorong atom-atom pada hidrogen ke suatu tingkat dimana banyak ilmuwan menyanggah keberadaan tingkatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Blacklight, energi yang dihasilkan dari perpindahan atom-atom hidrogen bisa menghasilkan listrik seharga 1 sen per kWH. Jauh lebih murah dari listrik yang dihasilkan batubara. Perusahaan tersebut menyatakan bisa melakukannya tanpa menghasilkan polusi, dan proses yang berjalan sendiri hanya dengan menambahkan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan hanya sebuah penipuan ilmiah yang dibesar-besarkan. Dan seperti kebohongan ilmiah yang dilakukan oleh banyak perusahaan, hasilnya tidak pernah keluar dari laboratorium riset mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Blacklight sebaliknya menyatakan telah mendapatkan pendanaan sebesar US$ 60 juta, termasuk US$ 10 juta dari perusahaan listrik Conectiv dan PacifiCorp, dan sejumlah penyandang dana lainnya seperti Shelby Brewer, asisten sekretaris energi nuklir masa pemerintahan Ronald Reagen dan Michael Jordan, CEO Electronic Data Systems.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses yang dimiliki Blacklight sekarang ini, Blacklight menamakannya ''Blacklight Process'', mulanya ditemukan oleh Mills di tahun 1991. Mills menyatakan telah menemukan cara untuk menghasilkan molekul yang disebut hydrino. Secara teori, hydrino adalah sebuah bentuk atom hidrogen dimana elektron-elektronnya telah memasuki orbit yang lebih rendah. Artinya, atom tersebut mengandung energi yang lebih sedikit. Mills bahkan menyatakan tidak hanya berhasil menghasilkan hydrino, tetapi telah berhasil menangkap energi yang dilepaskan selama proses peubahan bentuk dari hidrogen, dan mengubahnya dalam bentuk energi listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mills, ketika hydrino dibuat melalui reaksi antara hidrogen dengan sebuah katalis, akan dihasilkan energi yang lebih dari cukup untuk mesuplai energi bagi proses elektrolisis pada air, dan menghasilkan lebih banyak hidrogen. Kelebihan energinya, sebagian besar, digunakan untuk menghasilkan listrik. Proses tersebut berulang dengan sendirinya. Satu-satunya tambahan dari luar yang diperlukan adalah katalis, yang berfungsi merubah hidrogen menjadi hydrino, dan panas. Panas ini juga akan dihasilkan dengan sendirinya setelah reaksi dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hydrino sendiri tampaknya bersifat non-reaktif dan bisa dilepaskan begitu saja ke udara, karena lebih ringan daripada Helium, atau hidrino-hidrino tersebut bisa diproses menjadi bahan kimia unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja hingga kini tingkatan energi hidrogen menurut para ahli fisika kuantum sudah pada tingkat terendahnya. Menurut Douglas Osheroff, pemenang Nobel fisika dari Standford University, elektron-elektron pada hidrogen telah berada pada orbit terendahnya, dan tidak mungkin bergerak pada orbit yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Randy Booker, profesor fisika dari University of North Carolina menyatakan Greenpeace telah meminta bantuan dia dan beberapa dosen di fakultasnya untuk mengevaluasi teknologi tersebut di tahun 2005. Booker bersama rekan-rekannya telah beberapa kali memasuki laboratorium Blacklight di Cranbury, New Jersey untuk memvalidasi proses yang dilakukan Blacklight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Booker menjelaskan bahwa metode ilmiah yang dilakukan Blacklight sudah benar, mulai dari pengukurannya hingga prosedurnya. Bahkan Booker menambahkan bahwa apa yang ditemukan Mills bisa menjadi teori baru yang revolusioner, jauh melampaui fisika kuantum. Booker, dalam beberapa kali kunjungannya ke laboratorium Blacklight telah melihat proses pembangkitan energi listrik yang menghasilkan 2 kW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, proses tersebut masih harus melalui public demonstration agar diterima lebih banyak orang dan kalangan ilmiah. Blacklight saat ini sedang mengerjakan fasilitas prototipnya di New Jersey dan diharapkan selesai pada tahun 2009. Bersamaan dengan itu proses pembangkitan energinya akan ditingkatkan menjadi 50kW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Official Site: &lt;a href="http://www.blacklightpower.com/index.shtml" class="external text" title="http://www.blacklightpower.com/index.shtml"&gt;BlackLight Power Inc.&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;MarketWatch: &lt;a href="http://www.marketwatch.com/news/story/BlackLight-Power-Inc-Announces-First/story.aspx?guid=%7BEA29BADD-392A-4094-9E35-6BD6423193E6%7D" class="external text" title="http://www.marketwatch.com/news/story/BlackLight-Power-Inc-Announces-First/story.aspx?guid=%7BEA29BADD-392A-4094-9E35-6BD6423193E6%7D"&gt;BlackLight Power Inc. Announces First Commercial License...&lt;/a&gt; &lt;small&gt;(December 11, 2008)&lt;/small&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;The New York Times: &lt;a href="http://www.nytimes.com/external/venturebeat/2008/10/21/21venturebeat-blacklight-power-bolsters-its-impossible-cla-99377.html" class="external text" title="http://www.nytimes.com/external/venturebeat/2008/10/21/21venturebeat-blacklight-power-bolsters-its-impossible-cla-99377.html"&gt;Blacklight Power Bolsters Its Impossible...&lt;/a&gt; &lt;small&gt;(October 21, 2008)&lt;/small&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;VentureBeat: &lt;a href="http://venturebeat.com/2008/05/30/blacklight-power-claims-nearly-free-energy-from-water-is-this-for-real/" class="external text" title="http://venturebeat.com/2008/05/30/blacklight-power-claims-nearly-free-energy-from-water-is-this-for-real/"&gt;Blacklight Power claims nearly-free energy from water...?&lt;/a&gt; &lt;small&gt;(May 3, 2008)&lt;/small&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;FOXBusiness.com: &lt;a href="http://www.foxbusiness.com/story/markets/industries/finance/blacklight-power-announces-commercial-ready-alternative-energy-solution/" class="external text" title="http://www.foxbusiness.com/story/markets/industries/finance/blacklight-power-announces-commercial-ready-alternative-energy-solution/"&gt;BlackLight Power Announces Commercial Ready Alternative...&lt;/a&gt; &lt;small&gt;(February 28, 2008)&lt;/small&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Village Voicepage: &lt;a href="http://www.villagevoice.com/1999-12-21/news/quantum-leap/" class="external text" title="http://www.villagevoice.com/1999-12-21/news/quantum-leap/"&gt;Quantum Leap&lt;/a&gt; &lt;small&gt;(December 21, 1999)&lt;/small&gt;  &lt;img src="http://content.mahalo.com/skins/mhodefault/transparent.gif" class="choice_sprite" title="Jackie: Great article on Randell and the Hydrino theory" alt="Jackie: Great article on Randell and the Hydrino theory" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;YouTube Video: &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=DfjOIoPwolg&amp;amp;eurl=http://www.mahalo.com/BlackLight_Power" class="external text" title="http://www.youtube.com/watch?v=DfjOIoPwolg&amp;amp;eurl=http://www.mahalo.com/BlackLight_Power"&gt;New Energy Source- BlackLight Power&lt;/a&gt; &lt;small&gt;(Time: 7:00)&lt;/small&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-7189110630627711857?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/7189110630627711857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=7189110630627711857' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/7189110630627711857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/7189110630627711857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/12/mengubah-air-menjadi-energi-fakta-baru.html' title='Mengubah Air menjadi Energi, fakta baru'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-8514922116635831463</id><published>2008-12-03T15:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T16:12:05.242-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thorium'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='priodic table'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tell  it  to  the  Fishes  William  Sinclair  Dylan  Moran  Future  Shorts'/><title type='text'>Another Tech video and Funny video</title><content type='html'>Whatch this out&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/KQ64Jm3dmSs&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/KQ64Jm3dmSs&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dir: William Sinclair / UK-IRL / 2006 The tide is coming in and Finn (Dylan Moran), a worthless low-rent hood, has been dropped on an isolated beach, his feet set in concrete. www.laikapictures.com&lt;br /&gt;Category:  Film &amp; Animation&lt;br /&gt;Tags: &lt;br /&gt;Tell  it  to  the  Fishes  William  Sinclair  Dylan  Moran  Future  Shorts  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whatch this out, It is funny film to get you a litle rilex, after doing research about nuclear, thorium, and campaign for nuclear for peace, GO PLTN Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ENqpqlqS1Qk&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ENqpqlqS1Qk&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-8514922116635831463?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/8514922116635831463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=8514922116635831463' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/8514922116635831463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/8514922116635831463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/12/another-tech-video.html' title='Another Tech video and Funny video'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-3830306359752846417</id><published>2008-12-03T03:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T15:39:25.286-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thorium'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BATAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fusion'/><title type='text'>Thorium dapat mengatasi masalah energi dunia?</title><content type='html'>Perkembangan teknologi thorium, barangkali dapat mengatasi masalah energi dunia. Lihat video dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-3c.slide.com/widgets/sf.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3530822107859241788&amp;amp;site=widget-3c.slide.com" style="width: 400px; height: 356px;" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width: 400px; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3530822107859241788&amp;amp;map=C" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-3c.slide.com/q1/3530822107859241788/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide8.gif" ismap="ismap" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3530822107859241788&amp;amp;map=D" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-3c.slide.com/q2/3530822107859241788/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide7.gif" ismap="ismap" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3530822107859241788&amp;amp;map=I" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-3c.slide.com/q4/3530822107859241788/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" ismap="ismap" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lihat Reaksi pada skala Laboratorium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-56.slide.com/widgets/sf.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3530822107859242838&amp;amp;site=widget-56.slide.com" style="width:400px;height:356px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3530822107859242838&amp;amp;map=C" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-56.slide.com/q1/3530822107859242838/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide8.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3530822107859242838&amp;amp;map=D" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-56.slide.com/q2/3530822107859242838/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide7.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;at=un&amp;id=3530822107859242838&amp;map=I" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-56.slide.com/q4/3530822107859242838/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to Google TechTalk Channel providing us such valuable lectures.&lt;br /&gt;ABSTRACT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Electrical power is, and will increasingly become, the desired form of energy for its convenience, safety, flexibility and applicability. Even future transportation embraces electric cars, trains, and chemical fuel production (jet fuel, hydrogen, etc.) based upon an abundant electrical supply. Although existing energy sources can and should be expanded where practical, no one source has shown to be practical to rapidly fulfill the world's energy requirements effectively. Presently there is an existing source of energy ideally suited to electrical energy production that is not being exploited anywhere in the world today, although its existence and practicality has been know since the earliest days of nuclear science. Thorium is the third source of fission energy and the LFTR is the idealized mechanism to turn this resource into electrical energy. Enough safe, clean energy, globally sustainable for 1000's of years at US standards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This talk is aimed at explaining this thorium energy resource from fundamental physics to today's practical applications. The presentation is sufficient for the non-scientist to grasp the whole subject, but will be intriguing to even classically trained nuclear engineers. By providing the historical context in which the technology was discovered and later developed into a power reactor, the story of thorium's disappearance as an energy source is revealed. But times have changed, and today, thorium energy can be safely exploited in a completely new form of nuclear reactor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The LFTR is unique, having a hot liquid core thus eliminating fuel fabrication costs and the need for a large reactor. It cannot have a nuclear meltdown and is so safe that typical control rods are not required at all. This design topples all the conventional arguments against conventional energy sources in such areas as:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Waste Production&lt;br /&gt;* Safety&lt;br /&gt;* Proliferation&lt;br /&gt;* Capital Costs and Location&lt;br /&gt;* Environmental Impact&lt;br /&gt;* Social Acceptance&lt;br /&gt;* Flexibility&lt;br /&gt;* Grid Infrastructure&lt;br /&gt;* Efficiency&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Should America take this step toward a New Era in Nuclear Energy Production? Hear the case for "The Electricity Rock" and then decide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speaker: Dr. Joe Bonometti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Bonometti has extensive engineering experience in the government, within industry, and in academia over a 25-year career. Recently completing an assignment as the NASA Chair Professor at the Naval Post graduate School, he supported a ship design study that utilized advanced nuclear power derived from thorium. Working at NASA for ten years as a technology manager, lead systems engineer, nuclear specialist, and propulsion researcher, he lead several NASA tiger teams in evaluating the Nuclear System Initiatives fission demonstration vehicle and missions. He managed the Emerging Propulsion Technology Area for in-space systems, the Marshall Air Launch team, as well as a variety of other power and propulsion assignments and is now the Lead Systems Engineer for the Ares I-Y flight. After earning a Doctorate degree in Mechanical Engineering from University of Alabama in Huntsville, he spent several years as a Research Scientist &amp; Senior Research Engineer at the UAH Propulsion Research Center where he served as a Principal Investigator and manager for the Solar Thermal Laboratory. He has worked as a Senior Mechanical Designer at Pratt &amp; Whitney supporting aircraft engine manufacturing and at the Lawrence Livermore National Laboratory within the laser fusion program. A graduate from the United States Military Academy, at West Point, where he studied nuclear physics and engineering, Dr. Bonometti served as an officer in the United States Army Corps of Engineers; both in combat and district engineering management assignments. He is a Registered Professional Engineer in the State of Virginia, and has authored numerous aerospace technical publications, particularly propulsion and space systems technologies. His technical expertise includes nuclear engineering, specialized mechanical &amp; materials research, space plasmas &amp; propulsion, thermodynamics, heat transfer, and space systems engineering.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-3830306359752846417?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/3830306359752846417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=3830306359752846417' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/3830306359752846417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/3830306359752846417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/12/thorium-dapat-mengatasi-masalah-energi.html' title='Thorium dapat mengatasi masalah energi dunia?'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-823492361539711472</id><published>2008-11-27T15:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T16:02:04.065-08:00</updated><title type='text'>Daftar Lengkap Pembagunan PLTN sejagat, data Agustus 2008</title><content type='html'>&lt;p class="infoboldcolour" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="infoboldcolour"&gt;Dibawah ini adalah rencana dan pembangunan Reaktor yang ditujukan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Indonesia tidak termasuk dalam daftar ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="infoboldcolour"&gt;Memang PLTN Indonesia masih belum jelas arahnya, pemilu 2009 kelihatannya lebih penting. Juga eksekusi Amrozi yang dilaksanakan pada 911, satu angka yang melambangkan teroris, yaitu ambruknya Trade Center di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="infoboldcolour"&gt;Kelihatannya tanggal tersebut barangkali merupakan pesan sponsor? Hukuman bagi teroris, di tanggal yang sama aksi teroris dilakukan terhadap Amerika. Semoga hal ini tidak bermakna seperti diatas.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="infoboldcolour"&gt;Di suatu tulisan di mailing list indo energi, sempat terbaca tulisan sdr. Dr Iwan Kurniawan, teman saya, penentang PLTN Indonesia no. 1 di Indonesia, yang menghubungkan teroris dengan Indonesia, seperti tulisannya yang dikutip berikut ".... &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Belum lagi dicurigai mau mengembangkan Bom nuklir, plus tuduhan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1227829874_4"&gt;di Indonesia&lt;/span&gt; banyak teroris, apa tidak semakin susah kalau punya PLTN".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="infoboldcolour"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kenapa harus takut dengan tuduhan tersebut, go nuclear Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="infoboldcolour"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="infoboldcolour" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Power reactors under construction, or almost so&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table id="tablestyle" align="center" cellpadding="1" cellspacing="2"&gt; &lt;thead&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Start Operation*&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;REACTOR&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TYPE&lt;/td&gt; &lt;td&gt;MWe (net)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/thead&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; &lt;/th&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2008&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="left"&gt;India, NPCIL&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Rawatbhata 5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PHWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;202&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2008&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="left"&gt;India, NPCIL&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Kaiga 4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PHWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;202&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2008&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Iran, AEOI&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Bushehr 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;950&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; &lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; 2009&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;India, NPCIL&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Kudankulam 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;PWR&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;950&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2009&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;India, NPCIL&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Rawatbhata 6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PHWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;202&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2009&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Canada, Bruce Power&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Bruce A1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PHWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;769&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2009&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia, Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Volgodonsk 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;950&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2009&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Japan, Hokkaido&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Tomari 3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;912&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2009&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, Taipower&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Lungmen 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;ABWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1300&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; 2009&lt;/th&gt; &lt;td&gt;India, NPCIL&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kudankalam 2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;PWR&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;p align="center"&gt;950&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; &lt;/th&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2010&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Canada, Bruce Power&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Bruce A2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PHWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;769&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2010&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Korea, KHNP&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Shin Kori 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1000&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2010&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;India, NPCIL&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Kalpakkam&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;FBR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;470&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2010&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Lingao 3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2010&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, Taipower&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Lungmen 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;ABWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1300&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2010&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Argentina, CNEA&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Atucha 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PHWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;692&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2010&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia, Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Severodvinsk&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR x 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;70&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; &lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2011&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Finland, TVO&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Olkilouto 3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1600&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2011&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia, Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Kalinin 4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;950&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2011&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Korea, KHNP&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Shin Kori 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1000&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2011&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CNNC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Qinshan 6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;650&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2011&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Lingao 4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2011&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Pakistan, PAEC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Chashma 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;300&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2011&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia, Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Kursk 5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;RBMK&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1000&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; &lt;/th&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2012&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CNNC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Qinshan 7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;650&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2012&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Korea, KHNP&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Shin Wolsong 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1000&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2012&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;France, EdF&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Flamanville 3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1630&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2012&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia, Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Beloyarsk 4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;FBR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;750&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2012&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Japan, Chugoku&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Shimane 3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1375&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2012&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia, Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Novovoronezh 6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1070&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2012&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Slovakia, SE&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Mochovce 3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;440&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2012&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Hongyanhe 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2012&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Ningde 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; &lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CNNC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Sanmen 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1100&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Ningde 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; 2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Krea, KHNP&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Shin Wolsong 2&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;PWR&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;1000&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia, Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Leningrad 5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1070&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia, Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Novovoronezh 7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1070&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; 2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia, Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Rostov/ Volgodonsk 3&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;PWR&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;1070&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Korea, KHNP&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Shin Kori 3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1350&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Hongyanhe 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Yangjiang 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; 2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Taishan 1&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;PWR&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;1700&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; 2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, Huaneng&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Shidaowan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;HTR&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;200&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; 2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CNNC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Fangjiashan 1&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;PWR&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;1000&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Japan, EPDC/J Power&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Ohma&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;ABWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1350&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Japan, Tepco&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Fukishima I-6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;ABWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1350&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Slovakia, SE&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Mochovce 4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;440&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; &lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China , CNNC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Sanmen 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1100&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China , CPI&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Haiyang 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1100&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China , CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Ningde 3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China , CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Yangjiang 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China , CGNPC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Hongyanhe 3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; 2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;China, CNNC&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Fangjiashan 2&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;PWR&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;1000&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Korea, KHNP&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Shin-Kori 4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1350&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Romania, SNN&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Cernavoda 3&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;PHWR&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;p align="center"&gt;655&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Bulgaria, NEK&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Belene 1&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;PWR&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;p align="center"&gt;1000&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia , Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Leningrad 6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1200&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Russia , Energoatom&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Rostov/ Volgodonsk 4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1200&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Japan , Tepco&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Fukishima I-7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;ABWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2015&lt;/th&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;Japan , Tepco&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;Higashidori 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;ABWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;div align="center"&gt;1080&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;div class="source" align="center"&gt;&lt;p&gt;* Latest announced year of proposed commercial operation.&lt;br /&gt;† grid connected.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;p&gt;The &lt;a title="World Nuclear Power Reactor table" href="http://www.world-nuclear.com/info/reactors.html"&gt;World Nuclear Power Reactor table&lt;/a&gt; gives a fuller and (for current year) possibly more up to date overview of world reactor status.&lt;/p&gt; &lt;p class="infoboldcolour" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Some further power reactors planned or on order&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table id="tablestyle" align="center" cellpadding="1" cellspacing="2"&gt; &lt;thead&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Start&lt;br /&gt;operation&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Start&lt;br /&gt;construction&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Reactor&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Type&lt;/td&gt; &lt;td&gt;MWe&lt;br /&gt;(each)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/thead&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt; &lt;/th&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2015&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;2008&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Bulgaria, NEK&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Belene  2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;1000&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2016&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;2010&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Japan, Tepco&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Higashidori 2 (Tepco)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;ABWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;1320&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2013-14&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;2010&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Japan, JAPC&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Tsuruga 3 &amp;amp; 4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;APWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;1500&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014/16&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;2009&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Japan, Chugoku&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Kaminoseki 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;ABWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;1373&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2016-17&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Korea, KHNP&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Shin-Ulchin 1-2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;APR-1400&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;1350&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2014&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;2011&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Japan, Tohoku&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Higashidori 2 (Tohoku)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;ABWR&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;1320&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;2015&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Slovenia, NEK&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;Krsko 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;PWR?&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;1000?&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p class="InfoBodySubHeading" align="center"&gt;&lt;span class="source"&gt;Dates according to latest announcements.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="InfoBodySubHeading" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="InfoBodySubHeading"&gt;sumber: http://www.world-nuclear.com/info/inf17.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-823492361539711472?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/823492361539711472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=823492361539711472' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/823492361539711472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/823492361539711472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/11/daftar-lengkap-pembagunan-pltn-sejagat.html' title='Daftar Lengkap Pembagunan PLTN sejagat, data Agustus 2008'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-6361983288459347826</id><published>2008-11-27T15:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T15:32:30.969-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='world-nuclear'/><title type='text'>Rencana Pembangunan Reaktor Sejagad, data Agustus 2008</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rencana pembangunan reaktor untuk tujjuan damai (PLTN) diseluruh penjuru dunia meningkat dengan tajam. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dunia, dimana setiap negara membutuhkan lebih banyak energi untuk kehidupan  industri dan penduduknya.&lt;br /&gt;Sementara Indonesia, yang lebih dulu merencanakan PLTN, belum membangun satupun PLTN. Indonesia sibuk menggali batubara(coal), yang jelas-jelas merusak lingkungan. Sementara USA yang mempunyai cadangan Coal lebih banyak, tidak melakukan hal yang sama dengan Indonesia.&lt;br /&gt;Sekarang George Soros, dikabarkan membeli saham BUMI di market, dan siap mengakuisisi BUMI,perusahaan yang mengangkat Aburizal Bakri menjadi orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2008.&lt;br /&gt;Berikut adalah peta pembangunan PLTN oleh negara-negara dunia, Indonesia belum termasuk didalamnya, kita masih sibuk berdebat dan menghabiskan energi dalam perdebatan tersebut. Karena semuanya yang menentukan adalah Presiden, bukan masyarakat. Dimanapun di dunia ini, pembangunan PLTN pasti mendapat perlawanan oleh sebagian masyarakat. Lihat berita dibawah ini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plans For New Reactors Worldwide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p align="right"&gt;(&lt;i&gt;August 2008&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Nuclear power capacity worldwide is increasing steadily but not dramatically, with about 35 reactors under construction in 12 countries.&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Most reactors on order or planned are in the Asian region, though plans are firming for new units in Europe, the USA and Russia.&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Significant further capacity is being created by plant upgrading.&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Plant life extension programs are maintaining capacity, in USA particularly.&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Today there are some 439 nuclear power reactors operating in 30 countries plus Taiwan, with a combined capacity of about 370 GWe. In 2007 these provided 2608 billion kWh, about 16% of the world's electricity.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;About 35 power reactors are currently being constructed in 11 countries (see Table below), notably China, South Korea, Japan and Russia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The International Atomic Energy Agency has significantly increased its projection of world nuclear generating capacity. It now anticipates at least 60 new plants in the next 15 years, making 450 to 690 GWe in place in 2030 - very much more than projected in 2000 and 21% to 85% more than actually operating in 2008. The change is based on specific plans and actions in a number of countries, including China, India, Russia, Finland and France, coupled with the changed outlook due to the Kyoto Protocol. This would give nuclear power a 17% share in electricity production in 2020. The fastest growth is in Asia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;It is noteworthy that in the 1980s, 218 power reactors started up, an average of one every 17 days. These included 47 in USA, 42 in France and 18 in Japan. The average power was 923.5 MWe. So it is not hard to imagine a similar number being commissioned in a decade after about 2015. But with China and India getting up to speed with nuclear energy and a world energy demand double the 1980 level in 2015, a realistic estimate of what is possible might be the equivalent of one 1000 MWe unit worldwide every 5 days.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;See also &lt;a title="Nuclear Renaissance" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf104.html"&gt;&lt;i&gt;Nuclear Renaissance&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; paper for the factors driving the increase in nuclear power capacity.&lt;/p&gt; &lt;p class="InfoBodySubHeading"&gt;Increased Capacity&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Increased nuclear capacity in some countries is resulting from the uprating of existing plants. This is a highly cost-effective way of bringing on new capacity.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Numerous power reactors in USA, Belgium, Sweden and Germany, for example, have had their generating capacity increased. In &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.world-nuclear.com/info/inf86.html"&gt;Switzerland&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, the capacity of its five reactors has been increased by 12.3%. In &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.world-nuclear.com/info/inf41.html"&gt;the USA&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, the Nuclear Regulatory Commission has approved 124 uprates totalling some 5600 MWe since 1977, a few of them "extended uprates" of up to 20%.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.world-nuclear.com/info/inf85.html"&gt;Spain&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; has a program to add 810 MWe (11%) to its nuclear capacity through upgrading its nine reactors by up to 13%. For instance, the Almarez nuclear plant is being boosted by more than 5% at a cost of US$ 50 million. Some 519 MWe of the increase is already in place.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.world-nuclear.com/info/inf76.html"&gt;Finland&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;Finland has boosted the capacity of the Olkiluoto plant by 29% to 1700 MWe. This plant started with two 660 MWe Swedish BWRs commissioned in 1978 and 1980. It is now licensed to operate to 2018. The Loviisa plant, with two VVER-440 (PWR) reactors, has been uprated by 90 MWe (10%).&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.world-nuclear.com/info/inf42.html"&gt;Sweden&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;is uprating Forsmark plant by 13% (410 MWe) over 2008-10 at a cost of EUR 225 million, and Oskarshamn-3 by 21% to 1450 MWe at a cost of EUR 180 million.&lt;/p&gt; &lt;p class="InfoBodySubHeading"&gt;Nuclear Plant Construction&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Most reactors currently planned are in the Asian region, with fast-growing economies and rapidly-rising electricity demand.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Some 16 countries with existing nuclear power programs (Argentina, Brazil, Bulgaria, Canada, France, Russia, China, India, Pakistan, Japan, Romania, Slovakia, South Korea, South Africa, Ukraine, USA) have plans to build new power reactors (beyond those now under construction).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In all, over 90 power reactors with a total net capacity of almost 100,000 MWe are planned and over 200 more are proposed. Rising gas prices and greenhouse constraints on coal have combined to put nuclear power back on the agenda for projected new capacity in both Europe and North America.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In the &lt;b&gt;&lt;a title="USA" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf41.html"&gt;USA&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; there are proposals for over twenty new reactors and the first combined construction and operating licences for these have been applied for. All are for late third-generation plants, and a further proposal is for two ABWR units.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In &lt;a title="Canada" href="http://world-nuclear.org/info/inf49.html"&gt;Canada&lt;/a&gt; there are plans to build up to 3500 MWe of new capacity in Ontario, and proposals for similar capacity in Alberta and one large reactor in New Brunswick.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In &lt;b&gt;&lt;a title="Finland" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf76.html"&gt;Finland&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, construction is now under way on a fifth, very large reactor which will come on line in 2011 and plans a re firming for another large one to follow it.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="France" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf40.html"&gt;France&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; is building a similar 1600 MWe unit at Flamanville, for operation from 2012, and a second is to follow it.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="Romania" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf93.html"&gt;Romania&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;'s second power reactor istarted up in 2007, and plans are being finalised for two further Canadian units.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a title="Slovakia" href="http://world-nuclear.org/info/inf91.html"&gt;Slovakia&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;is completing two 470 MWe units at Mochovce, to operate from 2011-12.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="Bulgaria" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf87.html"&gt;Bulgaria&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; is about to start building two 1000 MWe Russian reactors at Belene.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In &lt;b&gt;&lt;a title="Russia" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf45.html"&gt;Russia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, five large reactors are under active construction and due for completion by 2012, one being a large fast neutron reactor. Seven further reactors are then planned to replace some existing plants, and by 2015 ten new reactors totalling at least 9.8 GWe should be operating. Further reactors are planned to add new capacity by 2020. This will increase the country's present 21.7 GWe nuclear power capacity to 50 GWe about 2020. In addition about 5 GW of nuclear thermal capacity is planned. A small floating power plant is expected to be completed by 2011 and another by 2020.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="Poland" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf102.html"&gt;Poland&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; is planning some nuclear power capacity but initially is likely to join a joint project in Lithuania, with Estonia and Latvia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nuclear power will continue to play a major role in the future electricity supply mix in both South Korea and Japan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="South Korea" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf81.html"&gt;South Korea&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; plans to bring a further eight reactors into operation by the year 2015, giving total new capacity of 9200 MWe. Ulchin 5 &amp;amp; 6 were connected to the grid in 2004. Following them are planned Shin-Kori-1 &amp;amp; 2 and Wolsong-5 &amp;amp; 6, to be improved OPR-1000 designs. Then come Shin-Kori-3 &amp;amp; 4 and Shin-Ulchin 1&amp;amp;2, the first of the Advanced PWRs of 1400 MWe, to be in operation by 2016. These APR-1400 designs have evolved from a US design which has US NRC design certification, and have been known as the Korean Next-Generation Reactor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="Japan" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf79.html"&gt;Japan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; has two reactors under construction and another ready to start building. It also has plans and, in most cases, designated sites and announced timetables for a further 10 power reactors, totalling over 13,000 MWe which are expected to come on line 2012-18.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In &lt;b&gt;&lt;a title="China" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf63.html"&gt;China&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, now with eleven operating reactors on the mainland, CNNC is well into the next phase of its nuclear power program. The second of two Russian 1000 MWe PWRs at Tianwan in Jiangsu province was grid connected in May 2007.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;China NNC and Guangdong NPC have six more indigenous reactors under construction at Lingdong, Qinshan, Hongyanhe and Ningde. Ten more are due to start construction by July 2010 at these sites plus Yangjiang. Four large Western third-generation ones are due to start construction at Sanmen and Haiyang, with two more at Taishan. China aims to quadruple its nuclear capacity from that operating and under construction by 2020. The Shidaowan high temperature gas-cooled reactor will start construction in 2009 at Rongcheng , Shandong province.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;On Taiwan, Taipower is building two advanced BWRs at Lungmen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="India" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf53.html"&gt;India&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; has six reactors under construction and expected to be completed by 2010. This includes two large Russian reactors and a large prototype fast breeder reactor as part of its strategy to develop a fuel cycle which can utilise thorium. Further units are planned.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="infoboldcolour"&gt;Pakistan&lt;/span&gt; has a second 300 MWe reactor under construction at Chasma, financed by China. There are plans for more Chinese power reactors.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In &lt;b&gt;&lt;a title="Kazakhstan" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf89.html"&gt;Kazakhstan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, a joint venture with Russia's Atomstroyexport envisages development and marketing of innovative small and medium-sized reactors, starting with a 300 MWe Russian design as baseline for Kazakh units.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In &lt;span class="infoboldcolour"&gt;Iran&lt;/span&gt; nuclear power plant construction was suspended in 1979 but in 1995 Iran signed an agreement with Russia to complete a 1000 MWe PWR at Bushehr. Construction is well advanced.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The &lt;span class="infoboldcolour"&gt;Turkish&lt;/span&gt; government plans to have three nuclear power plants total 4500 MWe operating by 2012-15, a US$ 10.5 billion investment.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="infoboldcolour"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; plans to start constructing a 2000 MWe nuclear power station in 2010.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="infoboldcolour"&gt;Vietnam&lt;/span&gt; is also considering its first nuclear power venture, to be commissioned by 2017.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fuller details of all the above contries curently without nuclear power are in country papers or the paper on &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.world-nuclear.com/info/inf102.html"&gt;Emerging Nuclear Energy Countries.&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="InfoBodySubHeading"&gt;Plant Life Extension&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Most nuclear power plants originally had a nominal design lifetime of up to 40 years, but engineering assessments of many plants over the last decade has established that many can operate longer. In &lt;a title="the USA" href="http://www.world-nuclear.com/info/inf41.html"&gt;the USA&lt;/a&gt; nearly 50 reactors have been granted licence renewals which extend their operating lives from the original 40 out to 60 years, and operators of most others are expected to apply for similar extensions. In Japan, plant lifetimes up to 70 years re envisaged.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;When the oldest commercial nuclear power stations in the world, Calder Hall and Chapelcross in the UK, were built in the 1950s they were very conservatively engineered, though it was assumed that they would have a useful lifetime of only 20-25 years. They were then authorised to operate for 50 years but due to economic factors closed earlier. Most other Magnox plants are licensed for 40-year lifetimes.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The Russian government in 2000 extended the operating lives of the country's 12 oldest reactors from their original 30 years, for 15 years.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The technical and economic feasibility of replacing major reactor components, such as steam generators in PWRs and pressure tubes in CANDU heavy water reactors, has been demonstrated. The possibilities of component replacement and licence renewals extending the lifetimes of existing plants are very attractive to utilities, especially in view of the public acceptance difficulties involved in constructing replacement nuclear capacity.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;On the other hand, economic, regulatory and political considerations have led to the premature closure of some power reactors, particularly in the United States, where reactor numbers have fell from 110 to 104, and in eastern Europe.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: http://www.world-nuclear.com/info/inf17.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-6361983288459347826?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/6361983288459347826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=6361983288459347826' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6361983288459347826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6361983288459347826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/11/rencana-pembangunan-reaktor-sejagad.html' title='Rencana Pembangunan Reaktor Sejagad, data Agustus 2008'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-1138898759476705527</id><published>2008-11-27T01:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T02:00:10.202-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NPT'/><title type='text'>Text Lengkap tentang  NON-PROLIFERATION OF NUCLEAR WEAPONS</title><content type='html'>&lt;p class="headline"&gt;Naskah lengkap tentang NPT, serta siapa saja yang menandatangani kesepakatan tersebut disebutkan pada naskah lengkap ini:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="headline"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="headline"&gt;THE TREATY ON THE NON-PROLIFERATION&lt;br /&gt;      OF NUCLEAR WEAPONS&lt;br /&gt;    ( NPT )&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;(text of the treaty)&lt;br /&gt;      &lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;The States concluding this Treaty, hereinafter         referred to as the Parties to the Treaty,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Considering the devastation that would be visited         upon all mankind by a nuclear war and the consequent         need to make every effort to avert the danger of         such a war and to take measures to safeguard the         security of peoples,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Believing that the proliferation of nuclear weapons         would seriously enhance the danger of nuclear war,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; In conformity with resolutions of the United Nations         General Assembly calling for the conclusion of an         agreement on the prevention of wider dissemination         of nuclear weapons,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Undertaking to co-operate in facilitating the application         of International Atomic Energy Agency safeguards         on peaceful nuclear activities,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Expressing their support for research, development         and other efforts to further the application, within         the framework of the International Atomic Energy         Agency safeguards system, of the principle of safeguarding         effectively the flow of source and special fissionable         materials by use of instruments and other techniques         at certain strategic points,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Affirming the principle that the benefits of peaceful         applications of nuclear technology, including any         technological by-products which may be derived by         nuclear-weapon States from the development of nuclear         explosive devices, should be available for peaceful         purposes to all Parties to the Treaty, whether nuclear-weapon         or non-nuclear-weapon States,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Convinced that, in furtherance of this principle,         all Parties to the Treaty are entitled to participate         in the fullest possible exchange of scientific information         for, and to contribute alone or in co-operation with         other States to, the further development of the applications         of atomic energy for peaceful purposes,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Declaring their intention to achieve at the earliest         possible date the cessation of the nuclear arms race         and to undertake effective measures in the direction         of nuclear disarmament,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Urging the co-operation of all States in the attainment         of this objective,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Recalling the determination expressed by the Parties         to the 1963 Treaty banning nuclear weapons tests         in the atmosphere, in outer space and under water         in its Preamble to seek to achieve the discontinuance         of all test explosions of nuclear weapons for all         time and to continue negotiations to this end,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Desiring to further the easing of international         tension and the strengthening of trust between States         in order to facilitate the cessation of the manufacture         of nuclear weapons, the liquidation of all their         existing stockpiles, and the elimination from national         arsenals of nuclear weapons and the means of their         delivery pursuant to a Treaty on general and complete         disarmament under strict and effective international         control,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Recalling that, in accordance           with the Charter of the United Nations, States           must refrain in their international relations from           the threat or use of force against the territorial           integrity or political independence of any State,           or in any other manner inconsistent with the Purposes           of the United Nations, and that the establishment           and maintenance of international peace and security           are to be promoted with the least diversion for           armaments of the world’s human         and economic resources,&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Have agreed as follows:&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article I&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Each nuclear-weapon State Party to the Treaty undertakes         not to transfer to any recipient whatsoever nuclear         weapons or other nuclear explosive devices or control         over such weapons or explosive devices directly,         or indirectly; and not in any way to assist, encourage,         or induce any non-nuclear-weapon State to manufacture         or otherwise acquire nuclear weapons or other nuclear         explosive devices, or control over such weapons or         explosive devices.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article II&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Each non-nuclear-weapon State Party to the Treaty         undertakes not to receive the transfer from any transferor         whatsoever of nuclear weapons or other nuclear explosive         devices or of control over such weapons or explosive         devices directly, or indirectly; not to manufacture         or otherwise acquire nuclear weapons or other nuclear         explosive devices; and not to seek or receive any         assistance in the manufacture of nuclear weapons         or other nuclear explosive devices.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article III&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 1. Each non-nuclear-weapon State           Party to the Treaty undertakes to accept safeguards,           as set forth in an agreement to be negotiated and           concluded with the International Atomic Energy           Agency in accordance with the Statute of the International           Atomic Energy Agency and the Agency’s safeguards           system, for the exclusive purpose of verification           of the fulfilment of its obligations assumed under           this Treaty with a view to preventing diversion           of nuclear energy from peaceful uses to nuclear           weapons or other nuclear explosive devices. Procedures           for the safeguards required by this Article shall           be followed with respect to source or special fissionable           material whether it is being produced, processed           or used in any principal nuclear facility or is           outside any such facility. The safeguards required           by this Article shall be applied on all source           or special fissionable material in all peaceful           nuclear activities within the territory of such           State, under its jurisdiction, or carried out under         its control anywhere. &lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 2. Each State Party to the Treaty undertakes not         to provide: (a) source or special fissionable material,         or (b) equipment or material especially designed         or prepared for the processing, use or production         of special fissionable material, to any non-nuclear-weapon         State for peaceful purposes, unless the source or         special fissionable material shall be subject to         the safeguards required by this Article.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 3. The safeguards required by this Article shall         be implemented in a manner designed to comply with         Article IV of this Treaty, and to avoid hampering         the economic or technological development of the         Parties or international co-operation in the field         of peaceful nuclear activities, including the international         exchange of nuclear material and equipment for the         processing, use or production of nuclear material         for peaceful purposes in accordance with the provisions         of this Article and the principle of safeguarding         set forth in the Preamble of the Treaty.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 4. Non-nuclear-weapon States Party to the Treaty         shall conclude agreements with the International         Atomic Energy Agency to meet the requirements of         this Article either individually or together with         other States in accordance with the Statute of the         International Atomic Energy Agency. Negotiation of         such agreements shall commence within 180 days from         the original entry into force of this Treaty. For         States depositing their instruments of ratification         or accession after the 180-day period, negotiation         of such agreements shall commence not later than         the date of such deposit. Such agreements shall enter         into force not later than eighteen months after the         date of initiation of negotiations.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article IV&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 1. Nothing in this Treaty shall be interpreted         as affecting the inalienable right of all the Parties         to the Treaty to develop research, production and         use of nuclear energy for peaceful purposes without         discrimination and in conformity with Articles I         and II of this Treaty.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 2. All the Parties to the Treaty undertake to facilitate,         and have the right to participate in, the fullest         possible exchange of equipment, materials and scientific         and technological information for the peaceful uses         of nuclear energy. Parties to the Treaty in a position         to do so shall also co-operate in contributing alone         or together with other States or international organizations         to the further development of the applications of         nuclear energy for peaceful purposes, especially         in the territories of non-nuclear-weapon States Party         to the Treaty, with due consideration for the needs         of the developing areas of the world.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article V&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Each Party to the Treaty undertakes to take appropriate         measures to ensure that, in accordance with this         Treaty, under appropriate international observation         and through appropriate international procedures,         potential benefits from any peaceful applications         of nuclear explosions will be made available to non-nuclear-weapon         States Party to the Treaty on a non-discriminatory         basis and that the charge to such Parties for the         explosive devices used will be as low as possible         and exclude any charge for research and development.         Non-nuclear-weapon States Party to the Treaty shall         be able to obtain such benefits, pursuant to a special         international agreement or agreements, through an         appropriate international body with adequate representation         of non-nuclear-weapon States. Negotiations on this         subject shall commence as soon as possible after         the Treaty enters into force. Non-nuclear-weapon         States Party to the Treaty so desiring may also obtain         such benefits pursuant to bilateral agreements.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article VI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Each of the Parties to the Treaty undertakes to         pursue negotiations in good faith on effective measures         relating to cessation of the nuclear arms race at         an early date and to nuclear disarmament, and on         a treaty on general and complete disarmament under         strict and effective international control.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article VII&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; Nothing in this Treaty affects the right of any         group of States to conclude regional treaties in         order to assure the total absence of nuclear weapons         in their respective territories.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article VIII&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 1. Any Party to the Treaty may propose amendments         to this Treaty. The text of any proposed amendment         shall be submitted to the Depositary Governments         which shall circulate it to all Parties to the Treaty.         Thereupon, if requested to do so by one-third or         more of the Parties to the Treaty, the Depositary         Governments shall convene a conference, to which         they shall invite all the Parties to the Treaty,         to consider such an amendment.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 2. Any amendment to this Treaty must be approved         by a majority of the votes of all the Parties to         the Treaty, including the votes of all nuclear-weapon         States Party to the Treaty and all other Parties         which, on the date the amendment is circulated, are         members of the Board of Governors of the International         Atomic Energy Agency. The amendment shall enter into         force for each Party that deposits its instrument         of ratification of the amendment upon the deposit         of such instruments of ratification by a majority         of all the Parties, including the instruments of         ratification of all nuclear-weapon States Party to         the Treaty and all other Parties which, on the date         the amendment is circulated, are members of the Board         of Governors of the International Atomic Energy Agency.         Thereafter, it shall enter into force for any other         Party upon the deposit of its instrument of ratification         of the amendment.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 3. Five years after the entry into force of this         Treaty, a conference of Parties to the Treaty shall         be held in Geneva, Switzerland, in order to review         the operation of this Treaty with a view to assuring         that the purposes of the Preamble and the provisions         of the Treaty are being realised. At intervals of         five years thereafter, a majority of the Parties         to the Treaty may obtain, by submitting a proposal         to this effect to the Depositary Governments, the         convening of further conferences with the same objective         of reviewing the operation of the Treaty.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article IX&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 1. This Treaty shall be open to all States for         signature. Any State which does not sign the Treaty         before its entry into force in accordance with paragraph         3 of this Article may accede to it at any time.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 2. This Treaty shall be subject to ratification         by signatory States. Instruments of ratification         and instruments of accession shall be deposited with         the Governments of the United Kingdom of Great Britain         and Northern Ireland, the Union of Soviet Socialist         Republics and the United States of America, which         are hereby designated the Depositary Governments.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 3. This Treaty shall enter into force after its         ratification by the States, the Governments of which         are designated Depositaries of the Treaty, and forty         other States signatory to this Treaty and the deposit         of their instruments of ratification. For the purposes         of this Treaty, a nuclear-weapon State is one which         has manufactured and exploded a nuclear weapon or         other nuclear explosive device prior to 1 January         1967.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 4. For States whose instruments of ratification         or accession are deposited subsequent to the entry         into force of this Treaty, it shall enter into force         on the date of the deposit of their instruments of         ratification or accession.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 5. The Depositary Governments shall promptly inform         all signatory and acceding States of the date of         each signature, the date of deposit of each instrument         of ratification or of accession, the date of the         entry into force of this Treaty, and the date of         receipt of any requests for convening a conference         or other notices.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 6. This Treaty shall be registered by the Depositary         Governments pursuant to Article 102 of the Charter         of the United Nations.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article X&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 1. Each Party shall in exercising its national         sovereignty have the right to withdraw from the Treaty         if it decides that extraordinary events, related         to the subject matter of this Treaty, have jeopardized         the supreme interests of its country. It shall give         notice of such withdrawal to all other Parties to         the Treaty and to the United Nations Security Council         three months in advance. Such notice shall include         a statement of the extraordinary events it regards         as having jeopardized its supreme interests.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; 2. Twenty-five years after the entry into force         of the Treaty, a conference shall be convened to         decide whether the Treaty shall continue in force         indefinitely, or shall be extended for an additional         fixed period or periods. This decision shall be taken         by a majority of the Parties to the Treaty.1&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt;&lt;strong&gt; Article XI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; This Treaty, the English, Russian, French, Spanish         and Chinese texts of which are equally authentic,         shall be deposited in the archives of the Depositary         Governments. Duly certified copies of this Treaty         shall be transmitted by the Depositary Governments         to the Governments of the signatory and acceding         States.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; IN WITNESS WHEREOF the undersigned, duly authorized,         have signed this Treaty.&lt;/p&gt;       &lt;p class="text"&gt; DONE in triplicate, at the cities of London, Moscow         and Washington, the first day of July, one thousand         nine hundred and sixty-eight.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-1138898759476705527?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/1138898759476705527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=1138898759476705527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/1138898759476705527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/1138898759476705527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/11/text-lengkap-tentang-non-proliferation.html' title='Text Lengkap tentang  NON-PROLIFERATION OF NUCLEAR WEAPONS'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-6643259664042134908</id><published>2008-11-24T05:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T06:11:26.379-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='India'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nuklir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='energi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='clear'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='energy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Presiden terpilih Barrack Obama akan bersikap lebih lunak terhadap kebijakan energi nuklir Iran</title><content type='html'>President terpilih Barrack Obama akan bersikap lebih lunak terhadap Iran, demikian pendapat beberapa orang ahli politik luar negeri Amerika Serikat, selengkapnya baca:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;With Iran, Obama Needs More Carrot, Less Stick&lt;/b&gt;                                                   &lt;br /&gt;&lt;!-- start main content --&gt;      &lt;span style="width: 100%;"&gt;&lt;a name="content"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;             &lt;!-- begin content --&gt;      &lt;em&gt;&lt;br /&gt;by Scott Ritter&lt;/em&gt; (source: &lt;a href="http://www.truthdig.com/report/item/20081113_with_iran_obama_needs_more_carrot_less_stick/"&gt;Truthdig&lt;/a&gt;) &lt;div&gt;Sunday, November 16, 2008&lt;/div&gt;       &lt;p&gt;&lt;em&gt;The American people have spoken, and the next president of the United States will be Barack Obama. Running on a platform of change, the president-elect will be severely tested early in his administration by a host of challenges, be they economic, military, environmental or diplomatic in nature. How Obama handles these issues will define his tenure as America’s chief executive, and there will not—nor should there be—a honeymoon period. The challenges of these times do not permit such a luxury, something the president-elect had to know and comprehend when he chose to run for office. John McCain and Hillary Clinton, Obama’s defeated rivals, were both correct when they noted that the next president would need to be ready to govern on day one. Barack Obama has until the 20th of January to get his policies in order, because at one minute past noon on that day, he becomes the most powerful man in a volatile world. While the problems he will face are many, I will focus on what I believe are the four most critical issues that will need to be addressed in the first weeks and months of the Obama administration: Iran, Iraq, Pakistan and Russia. This will be done in a series of articles, the first of which will deal with Iran.&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Barack Obama, the candidate, said many things about Iran, some of which were inherently contradictory. In this he is not unique, since the reality of the rough-and-tumble world of American presidential politics requires any given candidate to show extreme flexibility in defining solutions to complex problems, oftentimes based not on the facts as they exist, but rather the fiction of domestic political imperative. Sometimes initial positions are staked out based upon fact-based analysis, only to be corrected as a given domestic constituency expresses unease and imposes its own fantasy-based worldview on the candidate. Nowhere is this process of the fictionalization of fact more prevalent than on the issue of Iran and its nuclear program. One year ago, in an interview with The New York Times, Obama demonstrated a level-headed approach toward Iran, expressing “serious concern” over the country’s nuclear program and its support for what he termed “terrorist organizations.” He grounded his comments in an appreciation for the cause-and-effect relationship between Iran’s involvement in Iraq and the Bush administration’s invasion and occupation of that country. Obama also expressed the need for “aggressive diplomacy” with Iran at the highest levels and emphasized the importance of economic incentives and security assurances when it came to compelling Iran to change course on its nuclear program. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;But many months on the campaign trail, fighting a determined Democratic challenger, Hillary Clinton, and a critical Republican Party, compelled the thoughtful Harvard-educated foreign policy neophyte to buckle under the pressure of needing to be seen as “strong” and “determined” in the face of continued Iranian intransigence. In July of 2008, following a series of Iranian ballistic missile tests, which included the Shahib-3 long-range missile, Obama seemed to retreat from diplomacy, noting aggressively that “Iran is a great threat.” Instead of trying to balance the Iranian decision to test its missiles with ongoing militaristic rhetoric from both the United States and Israel (including a large-scale Israeli air force exercise that simulated a strike on Iran), Obama undertook a single-dimension approach toward the problem and predictably came up with an equally simplistic solution:  “We have to make sure we are working with our allies to apply tightened pressure on Iran,” including tighter economic sanctions. Obama noted that there was a “need for us to create a kind of policy that is putting the burden on Iran to change behavior, and frankly we just have not been able to do that over the last several years.” Gone was any notion of understanding the cause-and-effect relationships that may have influenced Iran’s actions, or the notion that wrongheaded American policy (such as continued economic sanctions) may in fact have contributed to Iran’s behavior. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;If one was hoping that Obama’s sweeping electoral victory in the 2008 presidential election might have liberated him from the need to assume a “tough guy” pose, the recent press conference given by the president-elect set the record straight. “Iran’s development of a nuclear weapon,” Obama stated, “ … is unacceptable. And we have to mount an international effort to prevent that from happening.” Perhaps Obama received some new insight into Iran from his recent access to top-secret CIA intelligence briefings that prompted him to unilaterally declare as fact the existence of an Iranian program to develop nuclear weapons. There is, of course, no substantive data to sustain such an assertion. As a critic of the U.S. intelligence failure concerning Iraq’s WMD programs in the lead-up to the invasion and occupation of that country, as well as the Bush administration’s politicization of intelligence for ideological motives, Obama would do well to take any intelligence briefing on Iran, void of incontrovertible evidence, with much-warranted skepticism.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;selengkapnya baca sumber:  http://www.campaigniran.org/casmii/index.php?q=node/6890&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-6643259664042134908?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/6643259664042134908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=6643259664042134908' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6643259664042134908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6643259664042134908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/11/presiden-terpilih-akan-bersikap-lebih.html' title='Presiden terpilih Barrack Obama akan bersikap lebih lunak terhadap kebijakan energi nuklir Iran'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-3461517531928563914</id><published>2008-11-24T05:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T05:46:58.605-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='India'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nuklir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='axis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='weapon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ties'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nuclear'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iran-india'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Partner strategis antara India dan Iran, mendapat sorotan serius Presiden Bush</title><content type='html'>Para ahli masalah India asal Amerika menganggap bahwa India mencoba membentuk poros India-Iran dalam masalah kontraversi Energi Nuklir Iran. Pembentukan relasi ini, yang disebut sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tehran-New Delhi Axis&lt;/span&gt;, cukup mengkawatirkan para ahli Amerika tentang India dan termasuk juga Presiden Bush, kekawatiran ini dapat dibaca pada artikel dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;India-Iran ties: The Myth of a 'Strategic' Partnership &lt;/b&gt;                                                                                                                   &lt;span class="taxonomy"&gt;&lt;/span&gt;                                &lt;div class="field field-type-text field-field-author-name"&gt;&lt;div class="field-items"&gt;&lt;div class="field-item odd"&gt;&lt;br /&gt;Harsh V. Pant&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="field field-type-datestamp field-field-published-date"&gt;&lt;div class="field-items"&gt;&lt;div class="field-item odd"&gt;&lt;span class="date-display-single"&gt;02/11/2008 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="homeCenterTextNormal"&gt;Despite all the talk of an emerging “strategic partnership” between India and Iran in Washington’s policy-making circles, two recent developments underscore the tenuous nature of India-Iran ties. Tehran has taken up with the Indian government the issue of India launching an Israeli satellite, TECSAR, that many in Israel have suggested would be used to spy on Iran’s nuclear program. More significant, perhaps, is the Indian decision not to attend the proposed trilateral talks in Tehran later this month for finalizing the Iran-Pakistan-India gas pipeline deal, given the non-resolution of the transit fee issue between India and Pakistan.&lt;/p&gt; &lt;p class="homeCenterTextNormal"&gt;Ever since the United States and India started to transform their ties by changing the global nuclear order to accommodate India, Iran has emerged as a litmus test that India has had to pass from time to time to the satisfaction of US policy makers. India’s traditionally close ties with Iran have become a factor influencing a US-India partnership. India-Iran ties have been termed variously as an “axis.” a “strategic partnership,” and even an “alliance.” Some in the US strategic community believe that a “Tehran-New Delhi Axis” has been emerging over the past few years that could be significant for the US because of its potentially damaging impact on US interests in Southwest Asia and the Middle East.&lt;/p&gt; &lt;p class="homeCenterTextNormal"&gt;Given the recent obsession of US policy makers with Iran, India has been asked to prove its loyalty by backing Washington on Iran’s nuclear program. The Bush Administration stated that if India voted against the US motion on Iran at the International Atomic Energy Agency, the US Congress would likely not approve the US-India nuclear agreement. Congressman Tom Lantos (D-CA) threatened that India “will pay a heavy price for a disregard of US concerns vis-à-vis Iran.” India finally voted in February 2006 to refer Iran to the United Nations' Security Council. This was the second time India voted with the West on the issue. Despite this, many members of Congress continued to demand that the nuclear deal be conditional on New Delhi’s ending all military relations with Tehran. &lt;/p&gt; &lt;p class="homeCenterTextNormal"&gt;The Bush Administration insisted that it would oppose any amendment to the nuclear pact that would condition cooperation upon India’s policies towards Iran. However, the US-India Peaceful Atomic Energy Cooperation Act (better known as the Hyde Act) of 2006 contains a 'Statement of Policy' section which explicates a few riders ensuring India’s support for US policy toward the Iranian nuclear issue, in particular “to dissuade, isolate, and if necessary, sanction and contain Iran for its efforts to acquire weapons of mass destruction, including a nuclear weapons capability and the capability to enrich uranium or reprocess nuclear fuel and the means to deliver weapons of mass destruction.” While this has generated considerable opposition in India, President Bush emphasized that his Administration would interpret this as merely “advisory” While the Bush Administration itself has expressed concern about India-Iran ties, it has refused to make them central to the nuclear deal. &lt;/p&gt; &lt;p class="homeCenterTextNormal"&gt;However, the American focus on India-Iran ties has been highly disproportionate to the realities of this relationship, a result more of the exigencies of domestic politics than of regional political realities. &lt;/p&gt; &lt;p class="homeCenterTextNormal"&gt;Interestingly, the Indian Left has also made Iran an issue emblematic of India’s 'strategic autonomy' and has used it to coerce the Indian Government into following an ideological foreign policy. However, a close examination of the India-Iran relationship reveals an underdeveloped relationship.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="homeCenterTextNormal"&gt;selengkapnya baca sumbe:  http://casi.ssc.upenn.edu/node/130&lt;/p&gt;&lt;p class="homeCenterTextNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-3461517531928563914?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/3461517531928563914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=3461517531928563914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/3461517531928563914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/3461517531928563914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/11/partner-strategis-antara-india-dan-iran.html' title='Partner strategis antara India dan Iran, mendapat sorotan serius Presiden Bush'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-6392296465096814856</id><published>2008-11-24T04:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T05:00:37.244-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='India'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nuklir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='energi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nuclear'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='energy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>India dukung Iran dalam pembangunan PLTN untuk Tujuan Damai, kata menteri luar negeri India</title><content type='html'>Kontraversi pembangunan PLTN Iran terus berlanjut, sangsi ekonomi yang akan diberlakukan terhadap Iran tidak membuat Iran surut, dan mengurungkan niatnya untuk membangun PLTN dengan tujuan damai. Kontraversi ini dipertajam dengan adanya dukungan India terhadap Iran seperti disampaikan oleh menteriluar negerinya Pranab Mukherjee, beritanya dapat dibaca berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2 Nov 2008)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Iran hasevery right to develop nuclear energy: India&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;NEW DELHI (IRNA) -- India's External Affairs Minister Pranab Mukherjee has emphasized Iran's right to develop nuclear technology for peaceful uses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“We firmly are of the view that Iran has every right to develop nuclear energy for peaceful purposes,” he noted.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In an interview with IRNA ahead of departure to Tehran, Mukherjee explained his opinion about his visit to Tehran for participating in Iran-India joint commission before he left India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Excerpts of interview:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: Your Excellency's visit to Tehran is taking place in a desirable circumstance after the inking of the U.S.-India nuclear deal, the visit is, in fact, an affirmation of the strong relations between Iran and India and a rejection of the rumors that the deal may influence the ties between Tehran and New Delhi. What is your views in this regard?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pranab: India-Iran relations are important in themselves because of our historic, civilizational as well as contemporary ties. Regular exchange of high level visits has always been characteristic of our relations. This is in fact my third visit in about 20 months and underscores both the importance which India gives to its relations with Iran as also the substantive interests India and Iran have in common.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: It seems that the relations between Iran and India have to be evaluated without the prospect of peace pipeline. How do you think about this?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pranab: India and Iran have a broad based relationship and no single issue defines it in its entirety. Energy security is important for India and Iran as a major hydrocarbon exporting country. The energy aspect of our relationship is therefore also extremely important. Both sides are committed to the Iran-Pakistan-India Gas Pipeline Project which is an important part of our much wider relationship on energy related issues.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: What percentage of the energy need of India would be met by the U.S.-India nuclear deal? Which are the other plans India is looking for to have access to the secure energy resources?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pranab: As an energy deficient country we have to use all available sources of energy - Thermal, Hydro, Nuclear, Solar, Wind, etc. Just as the Civil Nuclear Agreement is important from our energy security point of view, similarly, other sources are also important and we will pursue all possible sources to meet our energy requirements so as to ensure that our developmental goals are fully achieved.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baca selengkapnya, sumber : Tehran Times&lt;br /&gt;http://www.tehrantimes.com/index_View.asp?code=181375&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-6392296465096814856?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/6392296465096814856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=6392296465096814856' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6392296465096814856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6392296465096814856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/11/india-dukung-iran-dalam-pembangunan.html' title='India dukung Iran dalam pembangunan PLTN untuk Tujuan Damai, kata menteri luar negeri India'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-6136326885629428297</id><published>2008-11-24T04:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T04:35:23.578-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='undang-undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SBY'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='India'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='green peace'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='China'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>India punya 15 reaktor ukuran kecil, 2 ukuran sedang, 6 reaktor sedang dibangun</title><content type='html'>India secara meyakinkan sudah mempunyai 15 reaktor kecil, 2 ukuran sedang (mid-size) dan 6 reaktor lagi sedang dibangun. Semantara Indonesia, negara berpenduduk no 4 dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat masih memperdebatkan untuk membangun atau tidak PLTN. Bahkan undang-undang yang sudah ditetapkan oleh DPR dianggap angin lalu oleh pemerintahan SBY, yang sedang sibuk untuk menghadapi pemilu 2009. Atmosfir yang ditiupkan oleh orang-orang yang sakit hati, dan organisasi green peace yang menjadi lembaga kepentingan pihak-pihak tertentu terus menyuarakan antipatinya. Pihak pro PLTN tetap berdiam diri. Sampai kapankah pro-kontra PLTN berlangsung, sementara India apalagi China masih tetap konsisten dengan rencana energi mereka, tanpa terganggu dengan krisis Ekonomi global. Baca berita berikut&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;Nuclear Power in India&lt;/h1&gt; (October 2008) &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;India has a flourishing and largely indigenous nuclear power program and expects to have 20,000 MWe nuclear capacity on line by 2020.  It aims to supply 25% of electricity from nuclear power by 2050.&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Because India is outside the Nuclear Non-Proliferation Treaty due to its weapons program, it has been for 34 years largely excluded from trade in nuclear plant or materials, which has hampered its development of civil nuclear energy.&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Due to these trade bans and lack of indigenous uranium, India has uniquely been developing a nuclear fuel cycle to exploit its reserves of thorium.&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;From 2008, foreign technology and fuel are expected to boost India's nuclear power plans considerably.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Electricity demand in India has been increasing rapidly, and the 534 billion kilowatt hours produced in 2002 was almost double the 1990 output, though still represented only 505 kWh per capita for the year.  In 2005, 699 billion kWh gross was produced, but with huge transmission losses this resulted in less than 500 billion kWh consumption.  The per capita figure is expected to almost triple by 2020, with 6.3% annual growth.  Coal provides 69% of the electricity at present, but reserves are limited.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nuclear power supplied 15.8 billion kWh (2.5%) of India's electricity in 2007 from 3.7 GWe (of 110 GWe total) capacity and this will increase steadily as imported uranium becomes available and new plants come on line. India's fuel situation, with shortage of fossil fuels, is driving the nuclear investment for electricity, and 25% nuclear contribution is foreseen by 2050, from one hundred times the 2002 capacity. Almost as much investment in the grid system as in power plants is necessary.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In 2006 almost US$ 9 billion was committed for power projects, including 9354 MWe of new generating capacity, taking forward projects to 43.6 GWe and US$ 51 billion.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A KPMG report in 2007 said that India needed to spend US$ 120-150 billion on power infrastructure over the next five years, including transmission and distribution. It said that distribution losses are currently some 30-40%, worth more than $6 billion per year.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The target since about 2004 has been for nuclear power is to provide 20,000 MWe by 2020, but in 2007 the prime Minister referred to this as "modest" and capable of being "doubled with the opening up of international cooperation." However, it is evident that on the basis of indigenous fuel supply only, the 20,000 MWe target is not attainable, or at least not sustainable without uranium imports.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="InfoBodySubHeading"&gt;Nuclear power industry development&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nuclear power for civil use is well established in India. Its civil nuclear strategy has been directed towards complete independence in the nuclear fuel cycle, necessary because it is excluded from the 1970 Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT) due to it acquiring nuclear weapons capability after 1970. (Those five countries doing so before 1970 were accorded the status of Nuclear Weapons States under the NPT.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;As a result, India's nuclear power program has proceeded largely without fuel or technological assistance from other countries (but see later section). Its power reactors to the mid 1990s had some of the world's lowest capacity factors, reflecting the technical difficulties of the country's isolation, but rose impressively from 60% in 1995 to 85% in 2001-02.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;India's nuclear energy self-sufficiency extended from uranium exploration and mining through fuel fabrication, heavy water production, reactor design and construction, to reprocessing and waste management. It has a small fast breeder reactor and is building a much larger one. It is also developing technology to utilise its abundant resources of thorium as a nuclear fuel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The Atomic Energy Establishment was set up at Trombay, near Mumbai, in 1957 and renamed as Bhaba Atomic Research Centre (BARC) ten years later. Plans for building the first Pressurised Heavy Water Reactor (PHWR) were finalised in 1964, and this prototype - Rawatbhata-1, which had Canada's Douglas Point reactor as a reference unit, was built as a collaborative venture between Atomic Energy of Canada Ltd and NPCIL. It started up in 1972 and was duplicated Subsequent indigenous PHWR development has been based on these units.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The Nuclear Power Corporation of India Ltd (NPCIL) is responsible for design, construction, commissioning and operation of thermal nuclear power plants.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;It has 15 small and two mid-sized nuclear power reactors in commercial operation, six under construction - including two large ones and a fast breeder reactor, and more planned.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;selengkapnya baca: http://www.world-nuclear.org/info/inf53.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-6136326885629428297?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/6136326885629428297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=6136326885629428297' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6136326885629428297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6136326885629428297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/11/india-punya-15-reaktor-ukuran-kecil-2.html' title='India punya 15 reaktor ukuran kecil, 2 ukuran sedang, 6 reaktor sedang dibangun'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-8128396666270321774</id><published>2008-10-28T10:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T10:52:52.107-07:00</updated><title type='text'>Rektor ITB: Pengembangan PLTN tak Bisa Dihindari</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/03/11/13171644/rektor.itb.pengembangan.pltn.tak.bisa.dihindari"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 11 Maret 2008 | 13:17 WIB&lt;/div&gt;     &lt;strong&gt;BANDUNG, SELASA - &lt;/strong&gt;Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso M.Sc berpendapat, pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia di masa depan tidak dapat dihindari dalam memenuhi kebutuhan enerji masyarakat.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;"Namun, untuk memenuhi kebutuhan enerji sekarang ini, pemanfaatan sumber daya alam seperti gas, batubara dan minyak, relatif masih mencukupi," kata Djoko di Bandung, Selasa, seputar upaya mengatasi krisis tenaga listrik di berbagai wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Dari sisi teknologi, katanya, PLTN tidak bermasalah karena faktor keamanannya telah dirancang dengan baik. Namun demikian  faktor manusiannya, tentu masih perlu waktu, sehingga PLTN sebaiknya menjadi pilihan pembangkit terakhir dalam mengatasi krisis enerji.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Memang PLTN secara teknologi pernah mengalami masalah seperti kasus Chernobyl di Rusia dan Bhopal di India puluhan tahun lalu, tetapi dari pengalaman tersebut telah dilakukan berbagai evaluasi dan perbaikan sehingga PLTN dinyatakan tetap aman dan efisien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-8128396666270321774?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/8128396666270321774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=8128396666270321774' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/8128396666270321774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/8128396666270321774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/10/rektor-itb-pengembangan-pltn-tak-bisa.html' title='Rektor ITB: Pengembangan PLTN tak Bisa Dihindari'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-4939072561231935659</id><published>2008-06-16T06:32:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T06:36:29.331-07:00</updated><title type='text'>Tantangan Untuk Para Peneliti Bidang Energi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Jakarta, Tambangnews.com.- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi pengarahan kepada para pakar energi, dan kemudian memberikan tantangan bagi para peneliti dan perekayasa energi untuk menyampaikan inovasi-inovasi di bidang energi kepada pemerintah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada wartawan, Menristek Kusmayanto Kadiman usai mengikuti pertemuan dengan Presiden SBY, Senin (2/6) siang mengatakan, “Presiden menjelaskan mulai dari bagaimana konstelasi energi dunia ditengok bukan hanya dari sudut pandang tekno ekonomi sampai sosio politik, bahkan sampai kepada moral. Misalnya beberapa gelintir negara saja yang berlimpah ruah akibat meroketnya harga minyak itu, tidakkah mereka merasa terpanggil atau punya moral untuk membantu negara-negara yang kurang beruntung akibat kenaikan harga minyak. Itu yang dimaksud dengan bukan hanya tekno ekonomi sosio politik, presiden juga melihat etika dan moral dari energi,” kata Kusmayanto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Presiden kata Kusmayanto, juga mengupas pendekatan yang diperkenalkan oleh Profesor Hubbert Peak, yang kemudian dikenal dengan nama Peak Oil. “Teorinya, sesudah kita mencapai titik puncak maka tidak ada pilihan lain selain produksi kita menurun, itu terkenal dengan Peak Oil. Menggunakan pendekatan Peak Oil, Indonesia ini tanpa upaya-upaya yang signifikan, baik mencari sumber-sumber baru maupun penghematan, maka diperkirakan tak lebih dari 20 tahun lagi minyak kita akan habis, itu menurut teori Peak Oil. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Presiden, menurut Menristek, menyampaikan kepada para akademisi tantangannya yang bisa kita perbuat. “Presiden memberikan juga pemikiran-pemikiran dalam tataran visi, bagaimana mencari subtitusi ketergantungan Indonesia, bahkan Presiden menggunakan istilah yang lebih keras lagi bukan hanya sekedar ketergantungan, beliau mengatakan adiksi,bagaimana mengajak Indonesia keluar dari adiksi minyak gas dan batubara. Menggunakan pendekatan Peak Oil, minyak kita kira-kira 20 tahun, gas 50 tahun, batu bara tak lebih dari 150 tahun,” kata Kusmayanto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Presiden juga mengajak bagaimana titik puncak teori Peak Oil ini kita geser ke kanan, melalui mencari sumber-sumber barudan melakukan penghematan besar-besaran. Dengan demikian kita bisa geser sehingga angka 20 tahun, 50 tahun, 150 tahun bisa lebih lama lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Atas nama rakyat Indonesia, Presiden meminta the best the brightest man and woman in Indonesia di bidang energi yaitu para peneliti dari perguruan tinggi dan lembaga riset pemerintah, apa yang bisa dilakukan. Teknologi inovasi apa yang bisa kita lakukan untuk menggeser puncak-puncak, Peak Oil, Peak Gas dan Peak Coal ke arah kanan.Artinya lebih dari 20 tahun, lebih dari 50 tahun, lebih dari 150 tahun, sambil mencari potensi-potensi yang lain, misalnya panas bumi. Bagaimana menjadikan panas bumi kompetitif, bagaimana menjadikan potensi sungai menjadi kompetitif, bagaimana sinar matahari, laut. Itu Presiden berikan arahan dan tantangan sekaligus,” kata Kusmayanto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Djoko Santoso, Rektor ITB, bersama Tatang Hernas, Ketua Forum Biodiesel Indonesia, dan Hudi Hastowo, Kepala BATAN, yang mendampingi Menristek pada saat konferensi pers, diberi tantangan oleh Presiden SBY untuk mewakili sekitar 60 akademia untuk datang kembali dalam waktu dua pekan menemui Presiden SBY, dan memaparkan hasil inovasi mereka dan tim. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pak Djoko nanti akan memimpin tim dari energi fosil yang kita masih punya, apa saja yang masih berpeluang. Pak Hudi dengan Ilmu Fisika Nuklirnya itu, bagaimana nuklir itu bukan hanya untuk PLTN, bagaimana menghasilkan hidrogen dari H20 misalnya. Pak Tatang Hernas dengan bio massa, di Indonesia ini bio massa dalam bentuk padat ranting kayu dan lain-lain dalam bentuk cair, misalnya minyak sawit minyak jarak, tebu, singkong, bagaimana bisa kita hasilkan pangan dan energi. Dengan satu pesan tidak boleh konflik antara kebutuhan pangan dengan kebutuhan energi,” kata Menristek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Dua minggu lagi kami datang. Saya menjadi koordinator, termasuk melihat kebijakan energi nasional yang telah dibuat, targetnya sudah bagus. Para akademisi, peneliti dan perekayasa memberikan rekomendasi, pandangan, masukan kepada Presiden, bagaimana mencapai sasaran tersebut, lewat jalur mana dan bagaimana caranya. Karena Presiden sudah menetapkan target-targetnya kemudian bagaimana caranya itu,” kata Menristek. (SBY/nnf)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-4939072561231935659?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/4939072561231935659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=4939072561231935659' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/4939072561231935659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/4939072561231935659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/06/tantangan-untuk-para-peneliti-bidang_16.html' title='Tantangan Untuk Para Peneliti Bidang Energi'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-9018800445448352127</id><published>2008-06-16T06:20:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T06:29:46.259-07:00</updated><title type='text'>Presiden Bertemu Para Pakar Energi</title><content type='html'>&lt;p&gt;sumber: tambangnews.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jakarta, Tambangnews.com. (&lt;span class="smalltype"&gt;Selasa, 03 Juni 2008 07:31:25&lt;/span&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;) &lt;/span&gt;- Presiden SusiloBambang Yudhoyono hari Senin (2/6) siang menerima Komunitas Pakar dan Inovator Bidang Energi Baru dan Terbarukan, di Lantai 3, Gedung Sekretariat Negara. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada para pakar energi yang hadir, Presiden untuk bersama-sama menyelamatkan kehidupan di negeri ini sebagai bagian dari kehidupan umat manusia sedunia, khususnya yang berkaitan dengan bidang energi. "Sebagai seorang yang sedang mengemban amanah sekarang ini memimpin negara dan pemerintahan yang menghadapi masa-masa yang tidak mudah, sulit. Saya ingin mengajak saudara semua membulatkan tekad,menyatukan langkah untuk melakukan apa saja yang terbaik bagi bangsa dan negara kita," kata Presiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Mudah-mudahan sekarang ini merupakan turning point bagi kita semua setelah kita bersama-sama dihadapkan pada persoalan pelik dewasa ini pada tingkat global dan juga pada tingkat nasional. Anggaplah apa yang saya sampaikan ini sebagai wake up call bagi kita semua dan hajat saya mengundang saudara-saudara,"kata Presiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Presiden didampingi oleh Menko Polhukam Widodo A.S, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menperin Fahmi Idris, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menkominfo M.Nuh, Menristek Kusmayanto Kadiman, Meneg BUMN Sofyan Djalil, Panglima TNI Jendral Djoko Santoso, Dirut Pertamina Ari Sumarno, Dirut PLN, Dirut PGN, Dirut PLN Dirut PT LEN Industri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadir pula pada pertemuan itu Prof Dr Andrianto Handoyo (Dewan Riset Nasional, Pakar Optical Solar Energi), Dr Hudi Astowo (BATAN), Neny Saptaji (Teknik Geotermal ITB), Dr Sukirno (Energi Surya/ Teknik Kimia), Unggul Prayitno ( BPPT), Prof Dr Tumiran dan Dr Kusnanto (UGM Yogyakarta), Prof Dr Gumilang (Rektor UI), Prof Dr Sudjarwadi (Rektor UGM), Dr Hery Suhardiyanto (Rektor IPB), Prof Djoko Santosa Rektor (ITB), Prof Ir Priyo Suprobo ( Rektor ITS Surabaya), Ir Helmi Panigoro (Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), Prof Dr Wahono Sumaryono (Tim Nasional Bahan Bakar Nabati), Irwansyah Idrus (Ketua RW 08, Petojo Utara, Kec Gambir, Bio Gas), BF Prawoto MSc, Ir Iswahyudi dan Heru Lelono dari Center For Food Energy And Water Studies, Blue Energy. (SBy/nnf) &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-9018800445448352127?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/9018800445448352127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=9018800445448352127' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/9018800445448352127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/9018800445448352127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/06/tantangan-untuk-para-peneliti-bidang.html' title='Presiden Bertemu Para Pakar Energi'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-2199503899683607708</id><published>2008-06-16T06:12:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T06:15:50.099-07:00</updated><title type='text'>PLTN (Risk Based Thinking)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: purple;"&gt;Risk Based Thinking : "PLTN"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; sumber: http://www.migas-indonesia.com/&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: red;"&gt;Nanang Jamil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;a href="mailto:nanangjamil@gmail.com"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;nanangjamil@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;Melengkapi ajakan saya untuk Berpikir Berbasis Resiko dalam diskusi tentang PLTN, dibawah ini saya sampaikan salah satu tulisan pendiri Greenpeace yang bisa menuntun pola berpikir dan pola bereaksi kita terhadap diskusi seputar PLTN.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;PEMIKIRAN-ULANG TENTANG NUKLIR (PENDIRI GREEN PEACE PUN PRO NUKLIR)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;"Pandangan saya telah berubah, karena energi nuklir adalah satu-satunya sumber listrik yang tidak memancarkan gas rumah-kaca, yang dapat secara efektif mengganti bahan-bakar fosil, guna memenuhi permintaan energi yang semakin bertambah" (Patrick Moore)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;Di awal tahun 1970-an sewaktu saya membantu mendirikan Greenpeace, saya percaya bahwa energi nuklir itu sinonim dengan bencana nuklir, sama seperti pendapat rekan-rekan seperjuangan saya. Keyakinan itu telah mengilhami perjalanan Greenpeace yang pertama ke pantai karang Barat-Laut untuk memrotes percobaan bom hidrogen di Kepulauan Aleutian di Alaska.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;Tiga puluh tahun berlalu, pandangan saya telah berubah, dan seluruh gerakan pro-lingkungan kiranya perlu memutakhirkan pendapatnya juga, karena energi nuklir adalah satu-satunya sumber listrik yang tidak memancarkan gas rumah-kaca, yang dapat secara efektif mengganti bahan-bakar fosil guna memenuhi permintaan energi yang semakin bertambah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;Marilah kita kaji pemancar gas rumah-kaca yang terbesar di dunia: batubara. Biarpun batubara memberikan listrik murah, tetapi pembakaran batubara di seluruh dunia menciptakan sekitar 9 milyar ton CO2 per tahun, yang sebagian besar akibat dari pembangkitan listrik. Pembangkitan listrik yang membakar batubara menyebabkan hujan asam, kabut-asap (smog), penyakit pernafasan, kontaminasi merkuri, dan memberi kontribusi utama pada gas rumah-kaca dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;Di lain pihak, sebanyak 441 PLTN yang kini beroperasi di seluruh dunia telah menghindari emisi hampir 3 milyar ton CO2 per tahun ─ yang setara dengan gas-buang berasal lebih dari 428 juta mobil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;Untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap batubara, kita harus bekerja bersama mengembangkan infrastruktur energi nuklir secara global. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Energi nuklir itu bersih, sepadan dalam hal ongkos (cost effective), dapat diandalkan dan aman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Di tahun 1979 Jane Fonda dan Jack Lemmon keduanya telah memenangkan piala Oscar untuk perannya dalam "The China Syndrome". Di dalam film, sebuah reaktor nuklir mengalami pelelehan yang mengancam kehidupan seluruh kota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Duapuluh hari setelah film dahsyat itu diputar-perdanakan, sebuah pelelehan reaktor di Three Mile Island benar-benar telah menggetarkan seluruh negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Pada waktu itu tidak seorangpun memerhatikan bahwa Three Mile Island itu sebenarnya adalah sebuah kisah sukses. Struktur beton yang membentuk sungkup reaktor (kontenmen, containment) telah menunaikan tugasnya dengan baik: bangunan sungkup telah menghalangi keluarnya radiasi ke lingkungan. Biarpun reaktor menjadi tidak berfungsi, tetapi tidak ada korban luka atau meninggal di antara publik maupun pekerja nuklir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Di Amerika Serikat hari ini terdapat 103 reaktor nuklir yang diam-diam menyajikan 20% kebutuhan listriknya. Sekitar 80% penduduk di sekitar PLTN sampai jarak 10 Km itu menyetujui kehadiran PLTN-mereka. Tingkat persetujuan yang tinggi itu tentulah tidak termasuk pekerja PLTN yang memiliki kepentingan dalam mendukung pekerjaan mereka yang aman, dan bergaji tinggi. Biarpun saya tidak hidup dekat dengan PLTN, tetapi sekarang saya praktis berada di pihaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Saya bukanlah sendirian di antara aktivis dan pemikir lingkungan kawakan yang telah dan tengah berubah pikiran dalam subyek ini. James Lovelock, bapak dalam teori Gaia dan ilmuwan atmosfir terkemuka, percaya bahwa energi nuklir adalah satu-satunya energi yang menghindari perubahan iklim yang mendatangkan bencana. Steward Brand, pendiri dari The Whole Earth Catalogue dan pemikir ekologi holistik, mengatakan bahwa gerakan lingkungan haruslah merangkum energi nuklir untuk mengurangi ketergantungannya terhadap bahanbakar fosil. Almarhum Bishop Hugh Montefiore, pendiri dan direktur Friends of the Earth Inggris, dipaksa mengundurkan diri sewaktu dia menyajikan sebuah artikel pro-nuklir dalam sebuah lembaran-berita gereja. Pendapat seperti itu telah ditanggapi sebagai semacam inquisition (hukuman karena menyalahi paham ajaran gereja) dari kelompok kepadrian yang anti-nuklir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Namun terdapat tanda-tanda bahwa sikap itu sedang berubah, bahkan sikap di antara para pelaksana kampanye yang paling getol. Saya menghadiri Pertemuan Iklim Kyoto di Montreal pada bulan Desember 2005, di situ saya berbicara di depan hadirin yang memenuhi ruangan tentang pertanyaan masa depan energi yang berkelanjutan. Saya memberi argumen bahwa satu-satunya jalan untuk mengurangi emisi bahan-bakar fosil dari pembangkitan listrik adalah melalui program yang agresif dalam penggunaan energi terbarukan (listrik hidro, geotermal, pompa-panas dan angin) plus nuklir. Juru bicara Greenpeace adalah orang pertama yang mengambil mikrofon pada saat acara tanya-jawab dan saya mengira akan mendengar kata-kata keras darinya. Tetapi sebaliknya, ia mulai dengan mengatakan bahwa ia menyetujui banyak hal yang saya sampaikan, kecuali tentu saja, potongan "plus nuklir" itu. Biarpun demikian, saya telah dapat merasakan bahwa pijakan bersama sangatlah mungkin dicapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Energi angin dan matahari mempunyai tempat di sini, tetapi karena tidak selalu kontinu dan tidak dapat diprediksi, maka kedua jenis energi itu tentu tidak dapat mengganti pembangkit listrik beban-basis yang besar seperti pembangkit listrik batubara, nuklir dan listrik-hidro. Gas-alam, bahanbakar fosil itu, kini sudah terlalu mahal, dan harganya begitu mudah berubah sehingga sangat berisiko untuk digunakan sebagai pembangkit beban-basis yang besar. Kalau sumber listrik-hidro biasanya dibangun untuk kapasitas besar, maka nuklir, sebagai ganti eliminasi batubara, menjadi satu-satunya substitusi yang dapat diperoleh dalam skala besar, sepadan dalam ongkos (cost effective) dan aman. Begitu sederhana!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Memang, bukan tidak ada tantangan nyata ─ juga bukan tidak ada berbagai mitos ─ yang berkaitan dengan energi nuklir. Masing-masing mitos itu perlu dipertimbangkan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Mitos 1: Energi nuklir itu mahal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Fakta: Energi nuklir adalah satu di antara sumber energi yang tidak-mahal. Di tahun 2004, rata-rata ongkos produksi listrik di Amerika Serikat adalah kurang dari dua sen per kilowatt-jam, setingkat dengan ongkos batubara dan listrik-hidro. Kemajuan dalam teknologi akan menurunkan lagi ongkos itu di masa mendatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Mitos 2: PLTN itu tidak aman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Fakta: Kalau dapat dikatakan bahwa kecelakaan Three Mile Island itu suatu kisah sukses, maka kecelakaan di Chernobyl itu tidak dapat dikatakan demikian. Kecelakaan Chernobyl itu sepertinya menunggu akan terjadi. Model awal dari reaktor Uni Soviet tidak menggunakan bejana kontenmen (sungkup, containment vessel), dalam hal desain dikatakan sebagai tidak-aman melekat, sedang operatornya kemudian meledakkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Forum multi-lembaga PBB untuk Chernobyl tahun lalu melaporkan bahwa hanya 56 kematian dapat dikaitkan dengan kecelakaan itu, sebagian besar korban adalah akibat radiasi atau luka-bakar sewaktu memadamkan api. Memang tragis sekali korban kematian itu, namun angka itu sangat kecil jika dibandingkan dengan kecelakaan di tambang batubara sebanyak 5000 jiwa seluruh dunia setiap tahun. Atau jika dibandingkan dengan 1,2 juta jiwa yang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan mobil. Tidak seorangpun meninggal dalam sejarah program nuklir untuk sipil di Amerika Serikat. (Disayangkan, bahwa ratusan pekerja tambang uranium meninggal pada tahun-tahun awal industri ini. Hal itu telah sejak lama diperbaiki).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Mitos 3: Sampah nuklir itu akan berbahaya selama ribuan tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Fakta: Dalam 40 tahun, bahanbakar yang telah digunakan hanya akan memancarkan seperseribu radioaktivitas dibandingkan pada waktu bahanbakar itu dikeluarkan dari reaktor. Dan sebenarnya sangatlah tidak benar jika dikatakan itu sebagai sampah (atau limbah), karena 95% potensi energinya masih tersimpan di dalam bahanbakar bekas pada siklus pertama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Sekarang Amerika Serikat telah mencabut larangan daur-ulang bahanbakar bekas, dengan demikian akan dimungkinkan pemanfaatan energi itu serta akan banyak mengurangi jumlah sampah yang harus diolah atau disimpan. Bulan lalu, Jepang telah bergabung dengan Perancis, Inggris dan Rusia dalam kegiatan daur-ulang bahanbakar nuklir ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Mitos 4: Reaktor nuklir itu rawan terhadap serangan teroris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Fakta: Beton bertulang yang tebalnya satu-setengah meter melindungi isi bangunan kontenmen dari luar maupun dari dalam. Bahkan kalau sebuah jumbo jet menabrak reaktor dan merusak kontenmen, reaktor tidak akan meledak. Ada banyak jenis fasilitas yang lebih rawan termasuk pabrik pencairan gas alam, pabrik kimia dan sejumlah sasaran politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Mitos 5: Bahan-bakar nuklir itu dapat dialihkan untuk membuat senjata nuklir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Fakta: Senjata nuklir sudah tidak lagi harus tak-terpisahkan dengan PLTN. Teknologi centrifuge (teknologi pengkayaan uranium-235) kini memungkinkan suatu negara memperkaya uranium tanpa harus membangun reaktor nuklir. Iran misalnya, tidak memiliki reaktor yang menghasilkan listrik, padahal negara ini telah memiliki kemampuan membuat bom nuklir. Ancaman senjata nuklir Iran sama sekali dapat dibedakan dari pembangkit energi nuklir untuk maksud damai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Selama dua puluh tahun, satu di antara alat yang paling sederhana ─ parang ─ telah dipakai membunuh jutaan manusia di Afrika, jauh lebih banyak dari pada korban yang meninggal di Hiroshima dan Nagasaki digabungkan. Tetapi toh tidak seorangpun yang mengusulkan melarang parang, karena parang adalah alat yang sangat berharga di negara berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Satu-satunya pendekatan pada isu penyebaran senjata nuklir adalah menempatkan isu itu pada agenda internasional yang lebih tinggi dan menggunakan diplomasi dan bila perlu kekuatan, untuk menghalangi pemerintahan atau teroris dari pemakaian bahan nuklir untuk tujuan perusakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Teknologi baru, seperti misalnya sistem proses-ulang yang akhir-akhir ini diperkenalkan di Jepang (yang tanpa proses pemisahan plutonium dari uranium) akan membuat manufaktur senjata dengan menggunakan bahan nuklir keperluan sipil, menjadi lebih sulit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Lebih bersih dan lebih hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Sebagai bonus (tambahan) dalam mengurangi emisi gas rumah-kaca serta bergeser dari mengandalkan bahanbakar fosil, energi nuklir menawarkan dua manfaat yang ramah-lingkungan sekaligus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Pertama, listrik nuklir menawarkan jalan yang penting dan praktis ke arah ′ekonomi hidrogen′. Hidrogen sebagai sumber yang menghasilkan listrik menawarkan janji untuk energi yang bersih dan hijau. Berbagai perusahaan mobil melanjutkan pengembangan sel bahanbakar hidrogen dan teknologi ini, dalam waktu yang tidak terlalu jauh di masa depan, akan menjadi produsen sumber energi. Dengan menggunakan kelebihan energi panas dari reaktor nuklir untuk menghasilkan hidrogen, maka dapat diciptakan produksi hidrogen dengan harga terjangkau, efisien, serta bebas dari emisi gas rumah-kaca. Dengan demikian produksi hidrogen ini dapat dikembangkan untuk menciptakan ekonomi energi hijau di masa depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Kedua, di seluruh dunia, energi nuklir dapat menjadi solusi terhadap krisis lain yang tengah berkembang: kekurangan air bersih yang harus tersedia bagi konsumsi manusia dan irigasi bagi tanaman dasar (crop). Secara global, proses desalinasi (air-laut) telah dan tengah dipakai guna membuat air bersih. Dengan menggunakan kelebihan panas dari reaktor nuklir, air laut dapat ditawarkan, sehingga permintaan terhadap air bersih yang selalu bertambah akan dapat dipenuhi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Kombinasi energi nuklir, energi angin, geotermal dan hidro adalah cara yang aman dan ramah-lingkungan dalam memenuhi permintaan energi yang selalu bertambah. Dengan berbagi informasi, jaringan konsumen, pakar lingkungan, akademisi, organisai buruh, kelompok bisnis, pemimpin masyarakat dan pemerintah kini telah disadari manfaat dari energi nuklir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Energi nuklir adalah jalan terbaik untuk menghasilkan listrik beban-dasar yang aman, bersih, dapat diandalkan, serta akan memainkan peranan kunci dalam pencapaian keamanan (penyediaan) energi global. Dengan perubahan iklim sebagai puncak agenda internasional, kita semua harus mengerjakan bagian kita untuk mendorong renaisans (kebangkitan kembali) energi nuklir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Patrick Moore adalah seorang pakar ekologi dan lingkungan. Ia memulai kariernya sebagai seorang aktivis dan pendiri Greenpeace, di mana ia menempati jabatan puncak selama 15 tahun. Dr. Moore dahulu mendirikan perusahaan asalnya Greenspirit Enterprises dan sekarang adalah Ketua dan Pakar Utama dari Greenspirit Strategies Ltd, yang berbasis di Vancouver dan Winter Harbour, Canada. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="IT"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;&lt;a href="http://www.greenspiritstrategies.com/"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;www.greenspiritstrategies.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="IT"&gt;) E-mail: pmoore@greenspirit.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;" lang="IT"&gt;Diterjemahkan dari naskah asli:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;Moore, Patrick - "Nuclear Re-Think", IAEA Bulletin, Volume 48/1.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: navy;"&gt;September 2006. www.iaea.org&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-2199503899683607708?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/2199503899683607708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=2199503899683607708' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2199503899683607708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2199503899683607708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/06/pltn-risk-based-thinking.html' title='PLTN (Risk Based Thinking)'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-6450864854927376436</id><published>2008-05-27T17:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T17:47:30.776-07:00</updated><title type='text'>Indonesia to take decision on OPEC membership by Nov: official</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; (Platts)--27May2008&lt;/p&gt;  &lt;pre&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; expects to decide by November whether to maintain its&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;membership of OPEC or quit the group, the country's OPEC governor Maizar&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;Rahman said Tuesday.&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;"The team [set up to evaluate the country's OPEC membership] has yet to&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;recommend anything to the government. We hope we could give a recommendation&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;between October-November this year," Rahman said. &lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Meanwhile, energy minister Purnomo Yusgiantoro said when asked whether&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;the government has reached a final decision over its OPEC membership: "It has&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;yet to be decided. There is plenty of time to exercise many possibilities."&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;If &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; does decide to leave the oil producer group, it will come&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;into effect on January 1, 2009, Yusgiantoro said.&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; is considering withdrawing from OPEC because it is no longer a&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;net exporter of oil, President Susilo Bambang Yudhoyono has said. &lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;The issue is whether to quit OPEC temporarily or remain a member while&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;the country tries to increase oil production, according to Yusgiantoro.&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Rahman said Tuesday that he favored maintaining OPEC membership, as it&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;would help &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; secure crude oil supplies amid tightening global&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;supply-demand balances.&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;"Consumer countries will compete to secure crude oil. &lt;st1:country-region st="on"&gt;Japan&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; and&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt; have offered technologies to &lt;st1:place st="on"&gt;Middle East&lt;/st1:place&gt; countries in a bid to get crude&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;oil supply guarantees from producer countries. Therefore &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; should&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;maintain its OPEC membership to secure its crude supply from other OPEC&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;members, as we could not offer technology," Rahman said.&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;He reiterated that other OPEC members have no problem with &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;'s&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;crude oil production decline in recent years.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;'s crude output has been falling because of natural declines at&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;ageing fields and it missed its 2007 target for oil and condensate output of&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;950,000 b/d, pumping only 910,000 b/d. &lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;In April, the country's crude oil production averaged 859,853 b/d, down&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;by 1% from March.&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Even if &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; leaves OPEC, it could, like &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ecuador&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, rejoin if it&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;manages to increase output and become a net exporter again, Rahman has said&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;previously.&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ecuador&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; left the organization in the early 1990s but resumed its&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;membership in November 2007. &lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; joined OPEC in 1962. In 2005, the government considered&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;quitting the group but decided that membership gave economic and political&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;benefits to the country.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.platts.com/HOME/News/8760247.xml"&gt;http://www.platts.com//HOME/News/8760247.xml&lt;/a&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/pre&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-6450864854927376436?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/6450864854927376436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=6450864854927376436' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6450864854927376436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/6450864854927376436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/indonesia-to-take-decision-on-opec.html' title='Indonesia to take decision on OPEC membership by Nov: official'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-665764636236877135</id><published>2008-05-27T05:00:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T05:02:10.108-07:00</updated><title type='text'>PLTN Indonesia Beroperasi Mulai Tahun 2017</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Energi nuklir juga akan dikembangkan di Indonesia. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro berdasarkan roadmap pengembangan yang disiapkan pemerintah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mulai dibangun tahun 2016. Sedang tahun 2017 diharapkan mulai bisa beroperasi.&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;Energi nuklir merupakan bagian dari pengembangan energi baru dan terbarukan dalam kebijakan energi di Indonesia. ’’Batubara merupakan bahan bakar utama pembangkit listrik di Indonesia. Selain itu juga dikembangkan energi baru dan terbarukan termasuk energi nuklir,’’ ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro saat berbicara pada IndoNuclear di Jakarta, (2/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, kontribusi energi nuklir dalam energi mix di Indonsia akan mencapai sekitar 4000 MW pada tahun 2025. Pengembangan energi nuklir didasarkan pada PP nomor 43/2006 serta UU nomor 17/2007 tentang Pembangunan Jangka Panjang tahun 2005-2015. Serta pembentukan Tim Persiapan Pembangunan PLTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki cadangan mineral radioaktif yang tersebar diberbagai lokasi. Di kawasan Kayan, Kalimantan Barat, misalnya, saat ini terdapat cadangan sekitar 24,110 ton yang bisa untuk memproduksi 3 GWh selama 11 tahun. “ Cadangan lainnya tersebar di Sumatera, Sulawesi serta Papua,’’ papar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran energi nuklir, menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, diperkirakan akan sangat penting bersama sumber energi baru dan terbarukan lainnya dalam menjamin pasokan dan keamanan energi listrik di Indonesia. Sebagaimana terjadi diberbagai negara lain pengembangan energi nuklir umumnya diiringi dengan menurunnya kontribusi bahan bakar lain untuk pembangkit listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan energi nuklir untuk pembangkit listrik mengalami perkembangan yang cepat dalam beberapa tahun belakangan. Saat ini sedikitnya terdapat sekitar 426 PLTN yang dioperasikan diberbagai negara. Amerika, Jepang dan Korea merupakan negara yang membangun PLTN dalam jumlah besar. Selain itu PLTN juga dikembangkan oleh India, China, Brasil, dan Finlandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=3992&amp;amp;Itemid=687&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-665764636236877135?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/665764636236877135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=665764636236877135' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/665764636236877135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/665764636236877135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/pltn-indonesia-beroperasi-mulai-tahun.html' title='PLTN Indonesia Beroperasi Mulai Tahun 2017'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-2143370326098336139</id><published>2008-05-27T04:51:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T04:53:32.316-07:00</updated><title type='text'>Menristek: PLTN Amanah UU</title><content type='html'>&lt;!-- google_ad_section_start --&gt;Jakarta (ANTARA News) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Kusmayanto Kadiman, menyatakan bahwa heran ada pihak-pihak yang memaksa rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dihentikan, padahal soal PLTN sudah diatur dalam Undang-Undang (UU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak mengerti mengapa PLTN tidak boleh dibangun, padahal itu adalah amanah undang-undang. Jelas disebutkan itu (PLTN), sehingga kalau tidak dilaksanakan pemerintah bisa kena impeachment (pemakzulan -red)," kata Kusmayanto di sela Diskusi Interaktif "Globalization - Opportunities for Innovation" di Jakarta, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ia lebih heran, ada anggota DPR yang marah-marah atas rencana pembangunan PLTN dan lupa bahwa UU itu disusun oleh eksekutif bersama legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU yang mengamanahkan pembangunan PLTN adalah UU Nomor 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran dan UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU tersebut menyebutkan PLTN menjadi energi alternatif yang harus dibangun untuk mencukupi kebutuhan energi nasional di masa datang. Selain itu ada juga Perpres no 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Pakar Nuklir dari Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL), Dr Mohammad Ridwan, mengatakan bahwa isu negara-negara maju mulai mematikan (shutdown) PLTN-PLTN-nya adalah isu salah kaprah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang sudah ada sekitar 60 PLTN di dunia dimatikan, tetapi bukan karena faktor keselamatan. PLTN-PLTN ini sudah tua dan dayanya kecil, sudah tidak ekonomis lagi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan, Prancis yang mematikan 11 reaktornya yang berdaya 43 MW - 500 MW dan karena usianya yang sudah di atas 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerman, ujarnya, juga mematikan lima reaktornya yang buatan Uni Soviet ketika Jerman Barat dan Jerman Timur bergabung kembali dan mematikan satu PLTN berdaya 1.219 MW di Mulheim-Kaerlich pada usianya yang baru 13 bulan karena terletak pada struktur patahan. Sedangkan Inggris mematikan 10 PLTN berusia 18?26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sehingga, total selama 20 tahun sejak kecelakaan Chernobyl di Eropa telah dimatikan 38 PLTN tua dengan daya kecil dan tidak ekonomis, kemudian dibangun dan dioperasikan 21 PLTN baru dengan daya besar," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula di AS, 18 PLTN dimatikan karena daya kecil dan tua, namun untuk memenuhi kebutuhan lisriknya 26 PLTN baru dibangun dan dioperasikan, ujarnya. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.antara.co.id/arc/2008/3/13/menristek-pltn-amanah-uu/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-2143370326098336139?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/2143370326098336139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=2143370326098336139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2143370326098336139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2143370326098336139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/menristek-pltn-amanah-uu.html' title='Menristek: PLTN Amanah UU'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-7153756354615813498</id><published>2008-05-27T04:34:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T04:38:01.259-07:00</updated><title type='text'>ENERGI NUKLIR SEBAGAI ALTERNATIF PASOKAN LISTRIK DUNIA</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dalam benak kita, nuklir    sangat identik dengan senjata pemusnah massal layaknya bom atom, atau bahaya    radiasi akibat kecelakaan instalasi seperti yang terjadi di Chernobyl (Ukraina)    dan Three Mile Island, AS. Kini, hal tersebut sudah tidak relevan lagi. &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;   &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Energi nuklir merupakan    hasil dari reaksi fisi yang terjadi pada inti atom. Dewasa ini, reaksi inti    yang banyak digunakan oleh manusia untuk menghasilkan energi nuklir adalah    reaksi yang terjadi antara partikel dengan inti atom yang digolongkan dalam    kelompok &lt;i&gt;heavy atom &lt;/i&gt;seperti aktinida.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Berbeda dengan reaksi    kimia biasa yang hanya mengubah komposisi molekul setiap unsurnya dan tidak    mengubah struktur dasar unsur penyusun molekulnya, pada reaksi inti atom atau    reaksi fisi, terjadi perubahan struktur inti atom menjadi unsur atom yang sama    sekali berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pada umumnya, pembangkitan    energi nuklir yang ada saat ini memanfaatkan reaksi inti antara neutron dengan    isotop uranium-235 (&lt;sup&gt;235&lt;/sup&gt;U) atau menggunakan isotop plutonium-239 (&lt;sup&gt;239&lt;/sup&gt;Pu).    Hanya neutron dengan energi berkisar 0,025 eV atau sebanding dengan neutron    berkecepatan 2200 m/ detik akan memiliki probabilitas yang sangat besar untuk    bereaksi fisi dengan &lt;sup&gt;235&lt;/sup&gt;U atau dengan &lt;sup&gt;239&lt;/sup&gt;Pu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Neutron meripakan produk    fisi yang memiliki energi dalam kisaran 2 MeV. Agar neutron tersebut dapat    beraksi fisi dengan uranium ataupun plutonium diperlukan suatu media untuk    menurunkan energi neutron ke kisaran 0,025 eV, media ini dinamakan moderator.    Neutron yang melewati moderator akan mendisipasikan energi yang dimilikinya    kepada moderator, setelah  neutron berinteraksi dengan atom-atom moderator,    energi neutron akan berkisar pada 0,025 eV.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Reaksi fisi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Secara garis besar reaksi    fisi yang terjadi antara neutron dengan isotop uranium (&lt;sup&gt;235&lt;/sup&gt;U) dalam    reaktor nuklir dapat digambarkan sebagai berikut. Neutron dengan energi    berkisar 0,025 eV akan bereaksi dengan atom &lt;sup&gt;235&lt;/sup&gt;U menjadi &lt;sup&gt;236&lt;/sup&gt;U    yang sangat tidak stabil, kemudian dalam waktu sangat singkat &lt;sup&gt;236&lt;/sup&gt;U    pecah (&lt;i&gt;fision&lt;/i&gt;) menjadi dua buah produk fisi X1 dan X2 serta 2 atau 3    buah neutron dan energi. Reaksi ini dapat dirumuskan sebagai berikut; &lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;N + 235U→236U→X1 + X2 + (2    atau 3) n + E&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Energi dari reaksi fisi    (E) sebagian besar akan dibawa oleh produk fisi dalam bentuk energi kinetik    yang terdeposisikan di dalam medium bahan bakar nuklir dalam bentuk panas    akibat pergerakan produk fisi. Energi panas ini kemudian diambil untuk    pembangkitan energi listrik pada sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).    Pengambilan panas dari inti reaktor bisa dengan mempergunakan media air,    seperti yang umum dipergunakan pada PLTN saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pembangkit Listrik Tenaga    Nuklir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pada prinsipnya sistem    kerja pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN tidak ubahnya seperti prinsip    kerja dari sebuah pembangkit listrik yang memanfaatkan panas sebagai    pembangkit uap. Uap air yang bertekanan tinggi digunakan untuk menggerakkan    turbin, kemudian turbin menggerakkan generator, dan generator menghasilkan    listrik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Perbedaan utama antara    PLTN dengan pembangkit listrik tenaga konvensional adalah terletak pada    pemanfaatan bahan bakar yang digunakan untuk menguapkan air. Pada pembangkit    listrik konvensinal untuk menghasilkan panas menggunakan bahan bakar berupa    minyak, gas alam, ataupun batubara (energi fosil). Sementara pada PLTN    menggunakan uranium ataupun plutonium yang direaksikan dengan neutron dalam    sebuah reaksi fisi yang akan menghasilkan panas untuk kemudian membangkitkan    uap bertekanan tinggi guna memutar turbin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Menurut data yang dilansir    oleh Badan Atom Nasional (BATAN), pada situsnya, disebutkan bahwa pada 2002 di    seluruh dunia jumlah pembangkit listrik tenaga nuklir yang telah dioperasikan    mencapai angka 438 unit dengan kapasitas listriknya sebesar 353.298 MWe.    Sementara terdapat 32 unit berkapasitas hingga 28.438 MWe dalam proses    konstruksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Jenis reaktor nuklir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pengembangan energi nuklir    untuk tujuan sipil seperti reaktor nuklir untuk pembangkit daya listrik    dimulai secara intensif setelah konferensi Genewa bertajuk "&lt;i&gt;On the peaceful    uses of atomic energy&lt;/i&gt;" yang di sponsori oleh PBB tahun 1955.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Terdapat beberapa jenis    reaktor nuklir dalam skala komersial. Reaktor tersebut dikategorikan menjadi 2    jenis, yaitu reaktor nuklir dengan proses reaksi fisi yang diakibatkan oleh &lt;i&gt;   neutron thermal &lt;/i&gt;yang kemudian disebut dengan &lt;i&gt;thermal reactor&lt;/i&gt;, dan    reaktor nuklir dengan proses fisi yang terjadi pada energi neutron yang tinggi    (&lt;i&gt;fast neutron&lt;/i&gt;) disebut reaktor cepat (&lt;i&gt;fast reactor&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Reaktor cepat tidak    memerlukan moderator, sementara reaktor thermal membutuhkan moderator untuk    mengurangi energi neutron cepat menjadi neutron thermal. Tipe reaktor thermal    yang ada banyak sekali, seperti reaktor berpendingin air ringan (&lt;i&gt;light    water moderated reactor&lt;/i&gt; atau LWR), reaktor berpendingin air berat (&lt;i&gt;heavy    water moderated reactor&lt;/i&gt; atau HWR), reaktor berpendingin gas &lt;i&gt;(gas-cooled    reactor&lt;/i&gt;), dan reaktor temperatur tinggi berpendingin gas (&lt;i&gt;high    temperature gas-cooled reactor&lt;/i&gt; atau HTGR). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Light water moderator    reactor&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; terbagi    dalam dua tipe, yaitu &lt;i&gt;presurrized water reactor&lt;/i&gt; (PWR) dan &lt;i&gt;boiling    water reactor&lt;/i&gt; (BWR). Sementara itu &lt;i&gt;heavy water moderated reactor&lt;/i&gt; (HWR)    untuk tujuan komersial terdapat dua tipe utama, tipe pertama dalah &lt;i&gt;   pressurized heavy water reactor &lt;/i&gt;(PHWR) dan tipe keduanya adalah &lt;i&gt;boiling    light water reactors &lt;/i&gt;(BLWR). Reaktor &lt;i&gt;Canadian Deuterium Uranium &lt;/i&gt;(CANDU),    reaktor nuklir yang dikembangkan oleh Kanada dengan mempergunakan air berat (D&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O)    sebagai moderator termasuk di dalam kedua tipe ini. Sistem &lt;i&gt;steam-generating    heavy water reactor &lt;/i&gt;(SGHWR) dapat dijumpai pada reaktor nuklir di Inggris    dengan versi jenis BLWR. Reaktor FUGEN Jepang bisa dikategorikan sebagai BLWR    sejak dipergunakannya air berat (&lt;i&gt;heavy water&lt;/i&gt;) sebagai moderator dan air    ringan (&lt;i&gt;light water&lt;/i&gt;) sebagai pendinginnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Yang tergolong dalam&lt;i&gt;    gas cooled reactors&lt;/i&gt; adalah &lt;i&gt;Magnox gas cooled reactor &lt;/i&gt;(GCR) dan &lt;i&gt;   advanced gas cooled-reactor &lt;/i&gt;(AGR). Kelompok HTTR terdiri dari HTGR dengan    bahan bakar uranium disebut HTR, dan HTGR dengan berbahan bakar uranium dan    thorium (THTR). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Jenis lainnya terdapat di    Rusia yaitu &lt;i&gt;graphite moderated light water reactor &lt;/i&gt;(RBMK). Reaktor    jenis satu ini tidak menggunakan moderator pada reaktor cepat  atau &lt;i&gt;fast    breeder reactor &lt;/i&gt;(FBR), sehingga ukuran reaktor menjadi lebih kecil, dengan    laju transfer panas yang tinggi. Sebagai pendinginnya digunakan logam cair (&lt;i&gt;liquid    metal&lt;/i&gt;) dan gas helium bertekanan tinggi (&lt;i&gt;high-pressure helium gas&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pertumbuhan penduduk dan    cadangan energi global&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pada 2001, bumi yang sudah    sangat tua ini dihuni oleh 6 milyar orang. Berdasarkan data dari United Nation    Long-Range World Population Projections, populasi dunia pada 2015 akan    bertambah menjadi 7.2 milyar, pada 2025 naik menjadi hampir 8 milyar jiwa dan    akan menjadi 9.3 milyar di tahun 2050.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pertumbuhan penduduk dunia    yang cepat ini akan berakibat pada penyusutan sumber daya alam tak terbarukan&lt;i&gt;   &lt;/i&gt;secara cepat pula. Hal ini disebabkan pemenuhan kebutuhan energi dunia, di    mana kebutuhan energi primer global mencapai 87% dan energi listrik sebesar    63%, berasal dari bahan bakar fosil. Oleh karenanya minyak bumi dengan    kapasitas yang tersedia secara global sebesar 1.195 triliun barel, dapat    digunakan hingga 43 tahun. Batu bara, dengan cadangan global 1316 triliun ton    akan habis digunakan selama 231 tahun. Sementara gas alam mempunyai cadangan    global 144 triliun m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, dapat digunakan tidak lebih dari 62 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Cadangan global uranium    diperkirakan sekitar 4.36 juta ton. Dalam reaktor nuklir, bahan bakar nuklir    yang sudah dipergunakan dapat didaur ulang, jika hal ini dilakukan pada    pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia, semua sisa uranium dapat menjadi    suplai energi untuk ribuan tahun. Selaian itu di dunia juga diketahui terdapat    4 miliar ton uranium dalam konsentrasi rendah di lautan dan terdapat thorium,    zat lain yang dapat dipergunakan sebagai bahan bakar nuklir, sebanyak tiga    kali jumlah uranium. Oleh karenanya energi nuklir dapat digunakan jutaan tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Perbandingan energi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Densitas energi nuklir    sangat tinggi, lebih tinggi dibandingkan dengan batu bara ataupun minyak bumi.    Sebagai ilustrasi, dalam 1 kg uranium dapat menghasilkan energi listrik    sebesar 50.000 kWh bahkan dengan proses lebih lanjut dapat mencapai 3.500.000    kWh. Sementara 1 kg batu bara dan 1 kg minyak bumi hanya dapat menghasilkan    energi sebesar 3 kWh dan 4 kWh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pada sebuah pembangkit    listrik non-nuklir berkapasitas 1000 MWe diperlukan 2.600.000 ton batu bara    atau 2,000,000 ton minyak bumi sebagai bahan bakarnya. Sementara pada    pembangkit listrik tenaga nuklir dengan kapasitas listrik yang sama hanya    memerlukan 30 ton uranium dengan teras reaktor 10 m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, sebagai bahan    bakarnya. Saat ini, kontribusi energi nuklir terhadap pasokan kebutuhan energi    primer dunia sekitar 6% dan pasokan kebutuhan energi listrik global sekitar    17%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bayangan akan Bom Atom dan    kecelakaan radiasi nuklir sudah selayaknya dibuang jauh-jauh dan dijadikan    sebuah pelajaran berharga dalam penggunaan energi nuklir, tidak lagi dijadikan    momok yang dapat menghambat pemanfaatan energi nuklir sebagai alternatif    pasokan kebutuhan energi listrik dunia. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Anang/ dari berbagai sumber&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-7153756354615813498?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/7153756354615813498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=7153756354615813498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/7153756354615813498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/7153756354615813498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/energi-nuklir-sebagai-alternatif.html' title='ENERGI NUKLIR SEBAGAI ALTERNATIF PASOKAN LISTRIK DUNIA'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-5573770073201213604</id><published>2008-05-24T11:41:00.000-07:00</published><updated>2008-05-24T11:42:49.012-07:00</updated><title type='text'>Nuklir Sumber Energi Alternatif, Kenapa Takut?</title><content type='html'>&lt;!-- END POST-HEADER  --&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;“Nuklir? Aman?” tanya Hendra (28) ketika mendengar energi tersebut akan dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria oleh Pemerintah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ia agak jengah ketika mendengar kata nuklir, ada rasa takut yang sedikit terbayang. Pengalaman dua kota, Hiroshima dan Nagasaki yang di bom atom 51 tahun lalu, membuatnya berpikir macam-macam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Anggapan tersebut mungkin tak aneh. Nuklir memang tak diragukan mempunyai radiasi yang berbahaya bagi manusia. Akan tetapi dengan pengolahan yang aman, energi nuklir dapat menjadi pilihan alternatif energi yang solutif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Sekitar 1,6 miliar orang tidak mempunyai akses listrik dan 2,4 miliar lainnya mengan-dalkan sumber energi tradisional karena tidak memiliki akses pada energi modern,” kata Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Inter-nasional (IAEA), Muhamed Elbaradei, dalam lawatannya ke Indonesia beberapa waktu lalu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kendati energi nuklir bukan menjadi satu-satunya solusi bagi krisis energi dunia, direktur atom dunia ini selalu menekankan kepada anggotanya untuk kembali mempertimbang-kan penggunaan energi nuklir ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Di dunia, sampai Oktober 2006 lalu, tercatat 442 pembangkit tenaga nuklir di 30 negara yang menyuplai 16% dari kebutuhan energi listrik dunia. Indonesia pun tak keting-galan, sebuah Peraturan Presiden No.5/2006 tentang Kebijakan Energi Mix Nasional juga telah diluncurkan beberapa waktu silam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Nuklir, Energi Solusi?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dibanding dengan emisi gas karbon dari bahan bakar fosil yang mempunyai berbagai efek semisal polusi dan perubahan iklim yang dapat menyebabkan peningkatan tempe-ratur bumi; naiknya permukaan laut; ke-keringan dan badai, penggunaan nuklir me-mang cenderung masih menjadi pilihan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Cadangannya pun terbilang tak sedikit, diperkirakan masih terdapat sekitar 4.36 juta ton uranium dunia yang cukup untuk dijadikan sumber energi selama ratusan tahun. Selain itu, pada sebuah reaktor nuklir, bahan bakar nuklir yang telah digunakan pun dapat didaur ulang. Sehingga sisa uranium dapat dijadikan menjadi sebagai sumber energi yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tak hanya itu, nuklir juga memiliki daya untuk menghasilkan energi yang tinggi. Dalam 1 kg uranium dapat menghasilkan energi listrik sebesar 50.000 kWh. Bandingkan dengan 1 kg batu bara atau 1 kg minyak bumi yang hanya bisa menghasilkan energi sebesar 3 kWh dan 4 kWh saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Wah..tentu sebuah penghematan yang luar biasa. Terlebih bila melihat fakta bahwa kebutuhan energi listrik Indonesia senantiasa tumbuh pada tingkat 10% per tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; Siap Untuk Nuklir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Niatan Indonesia untuk menjajaki peng-gunaan energi alternatif ini setidaknya telah diwujudkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama promosi di bidang PLTN yang di-tandatangani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro dengan Menteri Komersial, Industri dan Energi Korea Selatan (Korsel), Chung Sye Kyun, beberapa saat silam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kendati MoU tersebut belum berbicara tentang pembangunan PLTN di Indonesia, namun hal penting adalah adanya upaya mensosialisasikan rencana pemerintah Indonesia untuk mem-bangun PLTN di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Tolok ukurnya adalah faktor pemahaman dari masyarakat (public acceptance). Diharapkan dengan upaya pengenalan, pro-mosi dan sosialisasi tentang ke-butuhan PLTN, masyarakat dapat memahami dan menerima ke-beradaan PLTN terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah dimana PLTN akan dibangun,” kata Purnomo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Korsel sendiri menjadi pilihan dalam investasi karena selain telah memiliki 20 PLTN dengan total ka-pasitas 17.700 Mega Watt (MW) dan tengah menggarap pemba-ngunan 4 PLTN lain, teknologi PLTN yang dikembangkannya se-suai dengan teknologi PLTN yang sudah dikembangkan oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Semenanjung Muria&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Soal lokasi PLTN, Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi Depar-temen ESDM, J Purwono menga-takan, sesuai hasil penelitian pem-bangunannya akan dilakukan di Pulau Jawa, yakni di sekitar Seme-nanjung Muria, Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Perimbangannya ekonomis. Di samping itu, jaringan transmisi kelistrikan yang sudah permanen adalah Jawa-Bali, sehingga sangat cocok PLTN dibangun di dekat pusat beban,” kata Purwono&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;PLTN ini ditargetkan akan beroperasi pada 2015-2017 de-ngan kapasitas 1.000 MW. Kerjasama lain dengan Korsel juga akan dilakukan di bidang hulu dan hilir migas, ketena-galistrikan, mineral, batubara dan panas bumi serta kerja-sama pendidikan dan teknik tenaga nuklir. Sampai saat ini investasi Korea Selatan di Indonesia telah mencapai 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp10 triliun).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sambutan lain juga datang dari IAEA. Lembaga atom interna-sional yang beranggotakan 143 negara dunia itu, menganggap Indonesia telah menjadi rekan kuat dengan menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT), mendukung Konvensi Keamanan Nuklir, Konvensi Perlindungan Fisik Materi Nuklir, dan berpartisipasi penuh dalam Jaringan Keamanan Nuklir Asia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Karenanya organisasi yang berpusat di Wina, Austria ini telah membangun program kerjasama teknis semisal pembuatan pusat radioterapi pertama di Kalimantan yang dijadwalkan beroperasi tahun depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tak hanya itu, teknik nuklir untuk menilai dan mengatur sumber air-tanah Indonesia, pengawasan kualitas dan polusi di sejumlah sungai di Indonesia, dan peningkatan nutrisi untuk hewan ternak juga tengah digarap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Memang tidak ada jaminan pasti terhadap keamanan dari energi nuklir, namun dampak negatifnya bisa diatasi jika limbah industri tersebut ditangani secara benar. Bila demikian, energi ini bukan tak mungkin akan menjadi sumber energi di masa mendatang. Jadi, siap-siap “bernuklir ria”. ***(hbk/dan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;sumber:KomunikA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-5573770073201213604?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/5573770073201213604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=5573770073201213604' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/5573770073201213604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/5573770073201213604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/nuklir-sumber-energi-alternatif-kenapa.html' title='Nuklir Sumber Energi Alternatif, Kenapa Takut?'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-4873093030597411916</id><published>2008-05-24T11:32:00.000-07:00</published><updated>2008-05-24T11:34:35.362-07:00</updated><title type='text'>PLTN Solusi Atasi Krisis Energi</title><content type='html'>www.technologyindonesia.com (Lea)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan namun pasti Indonesia berencana mengembangkan&lt;br /&gt;Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Peraturan Pemerintah No.43/2006&lt;br /&gt;tentang perizinan Reaktor Nuklir tertanggal 15 Desember 2006 lalu,&lt;br /&gt;merupakan momentum awal kebijakan pemerintah Indonesia&lt;br /&gt;mengenai PTLN. Kini, tinggal menunggu dikeluarkannya Keppres bagi&lt;br /&gt;kalangan investor untuk terlibat dalam pengembangan PLTN di&lt;br /&gt;Indonesia. Namun, mengapa sebagian masyarakat menolak keras?&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;Energi nuklir untuk tujuan sipil seperti reaktor nuklir pembangkit daya&lt;br /&gt;mulai gencar dikampanyekan setelah konferensi Genewa "On the&lt;br /&gt;peaceful uses of atomic energy" yang di sponsori PBB sekitar 1955.&lt;br /&gt;Pada mulanya perjanjian ini disepakati lima negara besar pemilik&lt;br /&gt;senjata nuklir, dengan tujuan agar tidak melakukan transfer teknologi&lt;br /&gt;senjata nuklir ke negara lain. Selain itu, untuk pengurangan produksi&lt;br /&gt;dan penghancuran senjata nuklir saat itu.&lt;br /&gt;Hingga 1973 Amerika Serikat mengalami embargo minyak. Pembangkit&lt;br /&gt;Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mampu membantu negara Paman Sam&lt;br /&gt;tersebut mengatasi krisis energi. Sekitar 17% sumber listrik dipasok&lt;br /&gt;dengan membakar minyak dan hanya 5% dipasok dari energi nuklir.&lt;br /&gt;Namun, dalam waktu 20 tahun kemudian (1993) sumber listrik dari&lt;br /&gt;minyak bumi hanya sekitar 3%, sedangkan pasokan listrik energi nuklir&lt;br /&gt;naik menjadi 20%.&lt;br /&gt;Di Jepang, desain PLTN dibangun anti gempa sehingga mampu&lt;br /&gt;beroperasi dan memasok listrik kala gempa dasyat melanda sekitar&lt;br /&gt;musim dingin 1995. Lain halnya dengan Korea Selatan, pengembangan&lt;br /&gt;PLTN mampu meningkatkan pendapatan per kapita masyarakatnya, dari&lt;br /&gt;semula 400 dolar AS/tahun pada 1970 menjadi 10.000 dolar AS/tahun&lt;br /&gt;pada 2000.&lt;br /&gt;Kendati dinilai menguntungkan bagi masyarakat di beberapa negara,&lt;br /&gt;namun Indonesia tidak serta merta mengambil keputusan serupa&lt;br /&gt;meskipun dalam beberapa tahun ini sudah mengalami kesulitan&lt;br /&gt;pasokan BBM untuk pembangkit listrik. Beberapa pengamat energi&lt;br /&gt;bahkan memprediksikan, Indonesia akan menjadi negara pengimpor&lt;br /&gt;minyak pada 2020.&lt;br /&gt;Tentunya, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi masalah pelik di&lt;br /&gt;bidang sumber energi untuk pembangkit listrik ini. Dalam beberapa&lt;br /&gt;tahun terakhir, langkah mencari energi alternatif giat dilaksanakan.&lt;br /&gt;Listrik umumnya dibangkitkan dari turbin yang digerakkan uap air. Uap&lt;br /&gt;air dihasilkan dengan mendidihkan air dalam bejana (boiller). Bahan&lt;br /&gt;bakar yang sering digunakan untuk mendidihkan air inilah yang&lt;br /&gt;membedakan nama pembangkit listrik. Pembangkit yang menggunakan&lt;br /&gt;bahan bakar fosil, biasanya disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga&lt;br /&gt;Uap (PLTU).&lt;br /&gt;PLTU sudah tersebar di Indonesia, dan telah mengalami masalah&lt;br /&gt;pergiliran pasokan arus listrik, harga, bahkan polusi. Masalah pergiliran&lt;br /&gt;pasokan arus listrik disebabkan masalah pasokan yang terbatas, karena&lt;br /&gt;tak adanya cadangan sumber listrik. Tentunya, harga dipastikan naik&lt;br /&gt;terus mengikuti harga minyak bumi.&lt;br /&gt;Sementara itu, penggunaan batu bara untuk suatu PLTU mulanya&lt;br /&gt;memang murah, namun sumber polusi banyak dikeluhkan. Jika gas,&lt;br /&gt;seperti SO2,CO2,NOX, sebagai hasil pembakaran disaring menggunakan&lt;br /&gt;filter, maka harga listrik menjadi tinggi dan tak kompetitif dengan&lt;br /&gt;pembangkit lain. Sebaliknya, jika tidak dilakukan tindakan, akan&lt;br /&gt;menyebabkan pencemaran dan merusak lingkungan. Selain itu, PLTU&lt;br /&gt;batu bara masih mengeluarkan radioaktif alam hasil pembakaran dan&lt;br /&gt;debu hasil pengangkutan yang setiap tahunnya mencapai 300.000 ton&lt;br /&gt;pada kapasitas 1000 Mega Watt elektrik (MWe).&lt;br /&gt;Alternatif sumber energi pembangkit daya yang paling aman dan murah&lt;br /&gt;adalah tenaga air. Namun tenaga air ini sangat tergantung curah hujan&lt;br /&gt;dan memerlukan lahan yang sangat besar untuk menampung air.&lt;br /&gt;Padahal lahan yang digunakan cukup subur untuk ditanami tanaman&lt;br /&gt;pangan, serta jumlahnya terbatas, dan lokasinya tak dapat dipindahkan&lt;br /&gt;sesuai keperluan. Demikian pula dengan panas bumi, selain lokasi,&lt;br /&gt;teknologi untuk mengatasi belerang belum ada.&lt;br /&gt;Satu lagi bahan bakar untuk mendidihkan air yaitu uranium 235 dalam&lt;br /&gt;PLTN. Banyak pengamat energi menilai, PLTN sangat ekonomis, kirakira&lt;br /&gt;sama dengan harga PLTU batu bara tanpa pengolahan limbah.&lt;br /&gt;Sebenarnya, ada lima tipe PLTN yang banyak digunakan negara-negara&lt;br /&gt;maju saat ini. Dua tipe Boilling Water Reactor (BWR) dan Pressurized&lt;br /&gt;Water Reactor (PWR) dari Amerika. Kedua tipe, BHWR atau PHWR&lt;br /&gt;dengan pendingin air berat yang dikenal dengan tipe CANDU dari&lt;br /&gt;Canada, serta satu tipe dengan pendingin gas yang dikembangkan di&lt;br /&gt;Amerika dan Inggris.&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia pun akhirnya menyusun rencana pemanfaatan&lt;br /&gt;teknologi nuklir untuk pembangkit listrik. Badan Pengawas Tenaga&lt;br /&gt;Nuklir (Bapeten), bisa dibilang, instansi yang paling bertanggung jawab&lt;br /&gt;terhadap ’aturan main’ pembangunan PLTN di Indonesia. Sebagai&lt;br /&gt;insitusi bidang pengawasan, Bapeten diberi mandat membuat peraturan&lt;br /&gt;termasuk memberikan izin dan melakukan inspeksi bagi para pengguna&lt;br /&gt;teknologi nuklir di Indonesia. Ada tiga prinsip utama yang menjadi&lt;br /&gt;landasan instansi yang baru dibentuk pada 1998 ini, yaitu keselamatan&lt;br /&gt;(safety), keamanan (security), dan kedamaian (safeguards) .&lt;br /&gt;Acuan dasar pengembangan nuklir di Indonesia, yaitu UU No.10/1997&lt;br /&gt;tentang Ketenaganukliran. Dan sekitar Desember 2006 diterbitkan&lt;br /&gt;Peraturan Pemerintah No.43/2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir yang&lt;br /&gt;merupakan hasil rembug 15 departemen terkait, termasuk Bapeten.&lt;br /&gt;Dari sisi teknis tenaga nuklir, Badan Tenaga Atom Nasional (Batan)&lt;br /&gt;bahkan sudah bersusah payah mencari lokasi yang dinilai tepat untuk&lt;br /&gt;dibangun PLTN. Dari sekitar 14 tapak yang ditelusuri di seluruh wilayah&lt;br /&gt;Indonesia, akhirnya ditentukan sekitar lima lokasi yang dinilai layak&lt;br /&gt;untuk dibangun PLTN. Namun, kemudian ditentukan satu wilayah yang&lt;br /&gt;paling layak dibangun, yaitu di Semenanjung Muria, Kabupaten Jepara.&lt;br /&gt;Menurut Ferhat Aziz, Kepala Biro Kerjasama Hukum dan Humas Badan&lt;br /&gt;Tenaga Atom Nasional (Batan) sedikitnya 15 faktor dinilai untuk&lt;br /&gt;kelayakan tapak PLTN di Muria tersebut, lima diantaranya berkaitan&lt;br /&gt;dengan faktor keselamatan pembangunan. ''Boleh dibilang, penyiapan&lt;br /&gt;lokasi ini sebagai insentif pembangunan PLTN tahap awal dari Batan,''&lt;br /&gt;ujarnya.&lt;br /&gt;Untuk Indonesia, Batan merekomendasikan pengembangan PLTN jenis&lt;br /&gt;PWR (pressurized water reactor) atau 'reaktor air tekan'. PWR&lt;br /&gt;menggunakan dua sistem pendingin, primer dan sekunder, berbeda&lt;br /&gt;dengan jenis BWR (boiling water reactor) yang hanya mengggunakan&lt;br /&gt;satu sistem pendingin. ''PWR paling banyak digunakan negara-negara&lt;br /&gt;di dunia, seperti Amerika Serikat, Korea, Jepang dan negara-negara di&lt;br /&gt;Eropa,'' ujarnya.&lt;br /&gt;Namun hal itu belum cukup memuluskan jalan pengembangan tenaga&lt;br /&gt;nuklir untuk pembangkit daya. Menurut Dr Ir As Natio Lasman, Deputi&lt;br /&gt;Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Bapeten, setelah dikeluarkan&lt;br /&gt;peraturan pemerintah, harus ada pula Keppres dan peraturan Kepala&lt;br /&gt;Bapeten.&lt;br /&gt;Salah satu regulasi yang kini tengah ditunggu kalangan bidang nuklir,&lt;br /&gt;yaitu Keppres mengenai Tim Nasional Pembangunan Nuklir. Keppres&lt;br /&gt;tersebut kini tengah digodok di Sekretariat Negara RI, dan menunggu&lt;br /&gt;disahkan Presiden. Tim Nasional yang dibentuk berdasarkan Keppres&lt;br /&gt;tersebut nantinya akan bertugas menyusun organisasi kepemilikan&lt;br /&gt;PLTN. ''Timnas akan menentukan kepemilikan PLTN apakah swasta&lt;br /&gt;murni, atau campuran swasta dan pemerintah. Jika sudah ditetapkan ,&lt;br /&gt;maka investor baru bisa masuk. Namun, jika pemerintah menunda&lt;br /&gt;keluarnya Keppres tersebut maka dapat dipastikan target operasional&lt;br /&gt;PLTN di Indonesia akan tertunda,'' ujarnya.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu saja, sejumlah investor sudah ancang-ancang&lt;br /&gt;membangun PLTN di Indonesia. ''Saya tidak bisa menyebutkan nama&lt;br /&gt;perusahaan tertentu, namun berasal dari Korea, Jepang, Perancis,&lt;br /&gt;Amerika Serikat, termasuk Rusia,'' ujar Ferhat.&lt;br /&gt;Sedangkan perusahaan dalam negeri yang dinilai siap membangun&lt;br /&gt;PLTN di Indonesia, yaitu PT Pembangkit Listrik Negara (PLN). “Dari sisi&lt;br /&gt;sumber daya manusia sudah tentu berpengalaman dalam bidang&lt;br /&gt;pembangkit tenaga listrik, tinggal menambah kemampuan di bidang&lt;br /&gt;nuklir. Bisa mengambil dari sekolah atau perguruan tinggi yang&lt;br /&gt;mendalami bidang nuklir,” imbuhnya.&lt;br /&gt;Disaat pemerintah bergiat menyusun perangkat aturan PLTN, sebagian&lt;br /&gt;kalangan masyarakat justru bersikap sebaliknya, yaitu menentang&lt;br /&gt;pengembangan PLTN di Indonesia. Bupati Kudus, HM Tamzil, misalnya,&lt;br /&gt;menolak rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria. Dia&lt;br /&gt;kabarnya telah mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang&lt;br /&gt;Yudhoyono, DPR, dan DPD untuk mengambil kebijakan yang berpihak&lt;br /&gt;pada rakyat, yakni membatalkan rencana pembangunan PLTN di Muria.&lt;br /&gt;Alasannya pembangunan PLTN belum mendapatkan kesepakatan dari&lt;br /&gt;masyarakat. “Sangat tidak arif dan bijaksana jika pemerintah tetap&lt;br /&gt;memaksakan kehendak membangun PLTN, sementara masyarakat di&lt;br /&gt;sekitar lokasi pembangunan PLTN menolaknya.”&lt;br /&gt;Ketidaksetujuan pembangunan PLTN juga dilontarkan Praktisi kelistrikan&lt;br /&gt;yang juga Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka), Tri&lt;br /&gt;Mumpuni. “Pemerintah sebaiknya membatalkan rencana pembangunan&lt;br /&gt;PLTN di Pulau Jawa. Ketergantungan pada negara lain sangat tinggi.&lt;br /&gt;Kenapa kita tidak mengembangkan pembangkit listrik yang bisa&lt;br /&gt;dibangun sendiri, karena masih banyak potensi yang lain seperti panas&lt;br /&gt;bumi dan air,” Kata Mumpuni, yang sejauh ini telah membangun 60&lt;br /&gt;pembangkit listrik tenaga mikro hidro di beberapa daerah.&lt;br /&gt;Dari kalangan LSM pun juga melontarkan komentar yang senada.&lt;br /&gt;Mereka berpendapat jika pembangunan PLTN dianggap merupakan&lt;br /&gt;suatu opsi untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri, maka perlu&lt;br /&gt;dilakukan studi atas aspek kelayakan pembangunan PLTN, yang&lt;br /&gt;mencakup berbagai aspek, antara lain aspek ekonomi, kelayakan teknis&lt;br /&gt;pilihan lokasi (apakah lokasi termasuk dalam daerah patahan yang&lt;br /&gt;secara geologis rentan terhadap gempa, bahaya gelombang laut atau&lt;br /&gt;tsunami), aspek lingkungan (pencemaran, radiasi nuklir, dan&lt;br /&gt;kemungkinan terjadinya kecelakaan nuklir), aspek sosial budaya dan&lt;br /&gt;psikologis masyarakat, serta aspek pembiayaan dan investasi proyek.&lt;br /&gt;Hasil studi kelayakan nantinya harus secara transparan disampaikan&lt;br /&gt;pada masyarakat.&lt;br /&gt;Penolakan rencana pembangunan PLTN terus menggelinding bak bola&lt;br /&gt;salju. Melihat keadaan seperti ini, Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto&lt;br /&gt;berpendapat, jika sampai sekarang terus terjadi penolakan dari&lt;br /&gt;masyarakat, itu berkaitan dengan sosialisasi rencana pembangunan&lt;br /&gt;PLTN belum maksimal. Semestinya sosialisasi menjadi catatan tersendiri&lt;br /&gt;bagi Batan. Sebab, masyarakat khawatir kalau-kalau terjadi efek-efek&lt;br /&gt;dari PLTN yang tidak diinginkan. Untuk itu, Badan Tenaga Atom Nasional&lt;br /&gt;(Batan) diminta memberi penjelasan secara gamblang kepada&lt;br /&gt;masyarakat sekitar calon lokasi PLTN tentang manfaat dan dampak&lt;br /&gt;PLTN.&lt;br /&gt;Menurut kajian Batan tahun 2003, diperoleh gambaran di masa depan&lt;br /&gt;Indonesia menghadapi krisis energi. Apalagi dengan cadangan sumber&lt;br /&gt;daya yang terus menipis diperlukan upaya-upaya serius mengatasinya.&lt;br /&gt;Jika tidak maka Indonesia akan dihadapkan pada krisis energi&lt;br /&gt;berkelanjutan.&lt;br /&gt;Data yang ada menyebutkan cadangan sumber daya minyak bumi di&lt;br /&gt;Indonesia saat ini sekitar 321 miliar barel (1,2% potensi dunia), gas&lt;br /&gt;bumi sekitar 507 TSCF (3,3% potensi dunia), batubara sekitar 50 miliar&lt;br /&gt;ton (3% potensi dunia), panas bumi sekitar 27 ribu MW (40% potensi&lt;br /&gt;dunia), tenaga air sekitar 75 ribu MW (0,02% potensi dunia). Apabila&lt;br /&gt;tingkat produksi tetap seperti tingkat tahun 2002 dan tidak ada&lt;br /&gt;cadangan terbukti yang baru, maka cadangan minyak bumi diperkirakan&lt;br /&gt;akan habis dalam waktu kurang 10 tahun, gas bumi dalam waktu 30&lt;br /&gt;tahun dan batubara dalam waktu 50 tahun. Munculnya PLTN sebagai&lt;br /&gt;solusi akhir mengatasi krisis energi di masa depan perlu menjadi&lt;br /&gt;pertimbangan, tapi munculnya keluhan masyarakat agaknya patut&lt;br /&gt;dicermati kalangan pengambil keputusan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-4873093030597411916?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/4873093030597411916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=4873093030597411916' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/4873093030597411916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/4873093030597411916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/pltn-solusi-atasi-krisis-energi.html' title='PLTN Solusi Atasi Krisis Energi'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-23738484439030606</id><published>2008-05-24T11:22:00.000-07:00</published><updated>2008-05-24T11:24:12.478-07:00</updated><title type='text'>Nuklir, Energi Ramah Lingkungan</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;b&gt;Nuklir, Energi Ramah Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nadhifa Putri - detikcom&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta - Indonesia dinyatakan telah siap menjadi salah satu negara yang mengembangkan teknologi nuklir. Meski terdengar menyeramkan, nuklir bermanfaat bagi manusia, seperti untuk PLTN. Bahkan nuklir juga ramah lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kalau tidak bermanfaat kenapa pilih nuklir,” kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo, di kantornya, Puspiptek, Serpong, Tangerang, Kamis (27/12/2007).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hudi menuturkan, bom atom yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, telah membuat masyarakat takut pada nuklir. Padahal jika dikembangkan, nuklir dapat difungsikan sebagai tenaga listrik yang tidak menghasilkan gas rumah kaca, sehingga mengurangi efek rumah kaca di bumi dan ramah lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sayangnya teknologi nuklir dikenal masyarakat saat terjadi bom atom Nagasaki dan Hiroshima di Jepang. Kita juga membela lingkungan kok. Nuklir tidak mengeluarkan zat CO2,” tutur dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hudi mengakui nuklir memiliki dampak bagi manusia salah satunya adalah radiasi. Namun, dia memastikan radiasi tidak akan menyebar jika dilakukan penghitungan yang teliti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Betul ada radiasi, tapi semua bisa dihitung jumlahnya. Makanya untuk mengembangkan nuklir harus ada jaminan kualitas dan analisis keselamatan,” imbuh Hudi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, pembangkitan tenaga listrik dengan menggunakan sumber energi nuklir terus mengalami perkembangan khususnya di Eropa dan Amerika Serikat. Di Asia pun peningkatan terjadi secara signifikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Negara-negara yang termasuk memiliki industri nuklir antara lain Jepang, Perancis, Inggris, India, dan Pakistan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan kegiatan nuklir di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1965 dengan pengoperasian reaktor TRIGA (Training Research and Isotope Production by General Atomic).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-23738484439030606?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/23738484439030606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=23738484439030606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/23738484439030606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/23738484439030606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/nuklir-energi-ramah-lingkungan.html' title='Nuklir, Energi Ramah Lingkungan'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-2836082266054706552</id><published>2008-05-24T11:06:00.000-07:00</published><updated>2008-05-24T11:16:41.356-07:00</updated><title type='text'>Penanganan Serius Pemerintah atas keselamatan pltn yang akan dibangun</title><content type='html'>PROF KOESMAYANTO KADIMAN&lt;br /&gt;Menteri Negara Riset dan Teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah PLTN jelas sudah menjadi politis.Pertanyaan bukan lagi sekadar kemampuan teknis,melainkan sudah melebar ke ranah ketidakpercayaan terhadap kemampuan pemerintah untuk menjalankan proyek ini secara proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan terhadap korupsi selalu mengintai benak masyarakat. Ketakutan akan PLTN yang selalu digambarkan sebagai monster yang menakutkan,akhirnya mengurangi objektivitas penilaian masyarakat. Pun begitu,inilah realita yang harus dihadapi dan menjadi tantangan pemerintah.PLTN harus dijelaskan kepada masyarakat dalam bahasa sederhana masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dengan bahasa penuh retorika penguasa yang selalu meninggikan potensi dan menafikan kekurangan dan akibat yang bisa timbul. Untuk masalah regulasi,mungkin sudah sewajarnya pemerintah menguatkan bidang yang satu ini. Pemerintah bisa saja menerapkan sistem monopoli untuk pemanfaatan nuklir ini seperti yang dilakukan Prancis dengan perusahaan AREVAnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AREVA di sana mengontrol setiap langkah industri nuklir mulai penambangan uranium,pengayaan, pembuatan desain pembangkit, konstruksi pembangkit hingga program daur ulang limbah radioaktif yang membutuhkan penanganan khusus. Tentu saja,monopoli yang dilakukan bukan seperti yang sudahsudah terjadi di Indonesia dengan mengorbankan efisiensi dan kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseriusan pemerintah jika ingin melaksanakan proyek ini tak bisa ditawar-tawar lagi.Proyek dengan risiko setinggi ini harus memperkirakan segala kemungkinan dan dampak yang bisa saja terjadi.Pasalnya,kita sekarang berurusan dengan manusia dan alam.Kedua-duanya dapat diperkirakan namun tak dapat dipastikan. Sebaik apapun prosedur yang diterapkan,tetap saja ada kemungkinan human error.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus belajar dari Jepang yang menerapkan standar tinggi bagi setiap reaktor nuklirnya. Tiap reaktor di sana didesain dapat menahan gempa berkekuatan 6,5 skala Richter (SR).Bahkan,kejadian gempa di Nigata pada 16 Juli tahun lalu dengan besaran 6,8 SR dapat dilewati hanya dengan sedikit kebocoran yang dapat ditanggulangi sistem pertahanan lapis lima pada reaktor Kashiwazaki-Kariwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjamin keberlangsungan PLTN yang aman,baik bagi manusia maupun alam,kontrol masyarakat sangat diperlukan.Fungsi kontrol dapat dilakukan dalam bentuk selalu mengawasi pelaksanaan proyek dan selalu menjadi mitra kritis dari pemerintah.Memang dalam pembangunan ini ada beberapa pihak yang diuntungkan secara langsung, khususnya investor dan PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimanapun proyek ini akan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, dan dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. Mimpi akan listrik murah akan lebih mudah terwujud dengan efisiensi yang dijanjikan PLTN.Tingkat inflasi yang biasanya mengikuti pergerakan TDL (tarif dasar listrik) bisa dikurangi.Kebergantungan pada bahan bakar fosil juga bisa kita kurangi,seperti pengalaman di Prancis,yang 75% kebutuhan listriknya disuplai PLTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Prancis mampu mengekspor listrik ke berbagai negara tetangganya. Namun,jangan sampai mimpi indah yang datang dari berbagai angka yang menjanjikan seputar pemanfaatan PLTN menjadi awal malapetaka bagi bangsa ini.Diperlukan keseriusan dan penanganan yang maksimal dari pemerintah untuk menjaga pelaksanaan proyek ini tetap berkesinambungan dan terus berada di jalur yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan terkecil dalam proyek ini dapat berakibat pada bencana terbesar bagi bangsa ini.Jangan sampai berbagai kekhawatiran terhadap risiko bencana menutupi berbagai keberhasilan pemanfaatan moda energi yang satu ini. (pangeran ahmad nurdin/m azhar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi dan Kebijakan untuk Masa Depan Tenaga Nuklir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, tidak sedikit pandangan negatif terhadap nuklir. Masyarakat awam akan merasa terkejut dan dihantui ketakutan mendengar kata radioaktif, radiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan kurangnya informasi bagi masyarakat untuk memahami energi nuklir. Mengapa negara-negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) serta negara lain tetap mengoperasikan PLTN? Sebab, mereka sudah lebih maju dan tahu ilmunya. Saya yakin bahwa banyak publik yang takut akan bahaya gempa karena Pulau Kawa ada dalam cincin api (ring of fire).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membayangkan kalau reaktor meledak, Pulau Jawa akan punah seperti terkena bom atom. Reaktor nuklir tidak bisa disamakan dengan bom atom. Untuk membuat bom atom itu memerlukan ribuan kilo uranium yang diperkaya (enrichment uranium), sedangkan untuk reaktor nuklir masa kini enrichment uranium berkadar rendah, sekitar 2–5%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS dan Jepang sebagai negara pengguna nuklir juga bukannya negara aman dari bencana.Namun, semuanya sudah diperhitungkan. Seandainya terjadi bencana, reaktor akan mati secara otomatis. Banyak aktivis antinuklir dan ahli lingkungan lebih menginginkan energi terbarukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada praktiknya, tidak semudah itu. Sebagai contoh, biodiesel, selain belum layak harga jualnya,juga minyak sawit atau bahan nabati lainnya masih diperlukan sebagai pangan. Dari hasil teleconference di Oregon bulan lalu, untuk menghasilkan tenaga yang sama,energi angin memerlukan sekitar 75 hektare, sedangkan nuklir memerlukan 0,5 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperbandingkan dengan batu bara,hasilnya akan lebih mencengangkan. Setiap tahunnya pembangkit listrik berbahan batu bara memerlukan 2,6 juta ton batu bara untuk menghasilkan 1.000 MW. Sebaliknya, PLTN memerlukan bahan bakar hanya sekitar 30 ton/tahun Pergerakan antinuklir juga muncul secara sporadis di AS antara 1950 hingga 1979.Walaupun banyak tentangan, industri nuklir di AS mencapai sukses pada dekade 1965–1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam periode itu, 224 PLTN dipesan oleh industri. Hingga 1979, berdasarkan survei, rata-rata 25–30% menentang PLTN. Setelah kasus Three Mile Island pada 28 Maret 1979, kelompok antinuklir kembali bangkit. Musibah Chernobyl pada 1986 di Ukraina juga membuat Amerika memutuskan untuk mengumpulkan data kesehatan dan lingkungan terhadap risiko pembangkit listrik bertenaga fosil sebagai pembanding terhadap tenaga nuklir untuk melihat mana yang lebih besar risikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, reaktor generasi pertama seperti yang dipakai di Chernobyl saat ini sudah tidak ada. Desain dan teknologi sudah dikembangkan berdasarkan pengalaman, jadi masyarakat tidak perlu takut dan dihantui ketakutan. Dalam teknik nuklir dan radiasi, untuk memproteksi keselamatan manusia dan lingkungan sudah ada perhitungannya, yakniberdasarkan asas yang disebut as low as reasonably achievable (ALARA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pedoman adalah menggunakan aturan National Council on Radiation Protection (NCRP) dan International Commission on Radiological Protection (ICRP) untuk menentukan jenis radioaktif dan jumlah dosis minimum yang bisa diterima organ tubuh. Skenario terjadinya kecelakaan dan penyebaran atau perpindahan radioaktif juga bisa diprakirakan dengan cara simulasi menggunakan seperangkat peranti lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, kita bukan negara terbelakang, kita bangsa yang besar dan punya banyak ilmuwan dan teknokrat yang bisa memiliki PLTN seperti halnya negara lain. Syaratnya adalah adanya stabilitas politik, ekonomi, dan kejujuran. Seperti halnya di AS, setiap laboratorium nasional, universitas, dan rumah sakit yang menggunakan bahan radioaktif sadar sendiri membuang limbahnya ke tempat yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada bahan radioaktif yang tertumpah, mereka tidak diperkenankan keluar dari lab sebelum petugas radiologi datang. Tidak sedikit reaktor di AS yang dicabut izinnya karena tidak mematuhi aturan dan tidak layak operasi sebelum ada inspeksi atau perbaikan. Hal ini janganlah dijadikan ajang demo antinuklir yang kurang mendukung keberadaan PLTN dan mereka menganggap membahayakan atau merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dari sini kita harus menelaah bahwa komisi nuklir di sini tidak dipengaruhi siapa pun dalam mengambil tindakan. Dalam pendirian PLTN,pemerintah juga bisa mengacu pada pengalaman negara negara maju untuk membuat aturan pernukliran (nuclear rule and regulation). Sepertinya halnya di AS,PLTN di sana harus tunduk pada badan yang disebut Nuclear Regulatory Commission (USNRC) dan status penggajian mungkin harus setara DPR atau menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemegang kebijakan nuklir di AS staf NRC bisa bergaji di atas USD120.000 per tahun. Sebelum mendirikan PLTN, pemerintah juga harus sudah memikirkan biaya penutupan PLTN (decommissioning) yang tinggi. Biaya decommissioning bergantung pada sejumlah faktor dan lokasi, terutama jenis reaktor yang digunakan dan lokasi geografis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini biaya rata-rata decommissioning sekitar 325 juta USD dan biaya ini harus dipikul industri nuklir tersebut. AS sendiri pada tahun fiskal 2001 mempunyai aset sekitar USD22,5 miliar untuk mengantisipasi biaya decommissioning mendatang yang bisa menelan sekitar USD40 miliar untuk semua PLTN yang ada di AS. Selain itu, juga biaya asuransi untuk menjamin kalau terjadi kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin bangsa kita bisa menggarapnya,asalkanfaktor korupsi dihilangkan dan keimanan serta kejujuran ditingkatkan demi majunya generasi bangsa kita di masa mendatang. Kita masih ada waktu untuk semua ini dan kemajuan sudah mulai terlihat dengan kepemimpinan saat ini,menteri sekalipun bisa dibui kalau memang bersalah. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supriyadi Sadi&lt;br /&gt;Peneliti Fisika Nuklir dan Radiasi Terhadap Kesehatan di Oregon State University.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-2836082266054706552?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/2836082266054706552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=2836082266054706552' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2836082266054706552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2836082266054706552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/penanganan-serius-pemerintah-atas.html' title='Penanganan Serius Pemerintah atas keselamatan pltn yang akan dibangun'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-1406266141278430611</id><published>2008-05-24T11:03:00.000-07:00</published><updated>2008-05-24T11:06:09.364-07:00</updated><title type='text'>Energi Nuklir adalah Anugerah Tuhan</title><content type='html'>Kusmayanto Kadiman Menristek&lt;br /&gt;MENRISTEK Prof.Koesmayanto Kadiman menegaskan keyakinannya akan kemampuan Indonesia untuk memanfaatkan energi nuklir di PLTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pandangan miring tentang nuklir dianggapnya sebagai suatu bentuk ketakutan atas sesuatu yang tidak diketahui.Nuklir memiliki potensi yang sangat besar untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah energi nuklir memang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bisa.Nuklir selayaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Energi nuklir adalah anugerah Tuhan yang luar biasa,yang harus kita syukuri keberadaannya.Energi nuklir sudah memiliki peran vital dalam memasok listrik dunia dan merupakan sumber listrik utama pada sejumlah negara.Tercatat,439 PLTN beroperasi di 32 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pemanfaatan limbah radioaktif dari PLTNdan penggunaan radioisotop dalam pertanian,industri, riset dan kedokteran. Energi nuklir lebih menguntungkan ditinjau dari segi lingkungan,karena tidak menghasilkan unsur berbahaya, seperti logam berat (Cd,PB,As,Hg,V),SO2,Nox, dan VHC,dan dalam hal ini PLTNdapat membantu mengurangi hujan asam dan pembatasan emisi gas rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana bahaya pemanfaatan energi nuklir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada teknologi yang seratus persen aman.Selama ini,sudah banyak negara– bukan hanya yang berstatus maju/new industrializing countries,melainkan juga negara berkembang seperti Pakistan–yang sudah menikmati teknologi PLTNdan aman-aman saja. Sekitar 17% listrik di dunia berasal dari energi nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara yang paling banyak menggunakan listrik nuklir adalah AS dengan 103 PLTN dan menyumbang 20% listrik di sana.Sementara secara persentase listrik,negara yang paling banyak memanfaatkan nuklir adalah Prancis yang dengan 59 PLTN menyumbang 75% listrik domestik, bahkan diekspor ke negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Asia,Korea Selatan adalah negara dengan persentase listrik nuklir tertinggi, yaitu 40% dari 20 PLTN. Kemajuan teknologi,pengetatan peraturan,dan pengawasan telah membuat nuklir menjadi semakin aman.Risiko terhadap manusia dan lingkungan menjadi jauh lebih kecil dibanding risiko industri yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kesiapan teknologi Indonesia untuk mengembangkan PLTN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia saat ini memiliki tiga reaktor riset.Pengoperasian dan perawatan ketiga reaktor itu memberikan pengalaman berharga bagi kita guna menuju ke era listrik nuklir. Perlu diketahui,pengoperasian reaktor riset jauh lebih sulit dan rumit dibandingkan PLTN. Adapun desain suatu PLTN yang dikembangkan di Indonesia berpedoman pada filosofi ”Defense in Depth”(pertahanan berlapis) untuk keselamatan yang mampu mencegah insiden yang mungkin dapat menjalar menjadi kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya serbaotomatis. Dalam bidang limbah, Batan memiliki unit yang mempelajari dan melakukan pengelolaan limbah nuklir. Unit pengelolaan limbah nuklir Batan di Serpong menampung dan mengolah semua limbah nuklir yang berasal dari industri di seluruh Indonesia.Dengan pengalaman ini,pengelolaan limbah PLTNnantinya tidak menjadi masalah bagi SDMkita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kesiapan SDM Indonesia di bidang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pengalaman SDM yang sudah kita miliki,saat ini masih ada cukup waktu untuk meningkatkan penguasaan teknologi nuklir yang lebih modern,baik untuk pengoperasian, penyiapan bahan bakar maupun pengelolaan limbahnya. SDMkita sudah terlatih dalam perawatan komponen reaktor penelitian nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Batan memiliki pusdiklat yang bersertifikasi dan punya Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) yang siap mencetak ilmuwan dan teknolog nuklir masa depan. Selain itu berbagai perguruan tinggi seperti UI,UGM,dan ITBmemiliki program pengajaran yang terkait pemanfaatan Iptek nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah PLTNini bisa menjadi jalan keluar krisis energi Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu mengharapkan nuklir bisa berperan dalam membantu mengatasi krisis energi nasional.PLTN diperlukan untuk mendukung terwujudnya keamanan pasokan nasional secara berkelanjutan energi (energy security of supply). PLTNdinilai secara kompetitif terhadap PLTBatu bara, di mana PLNsendiri telah membuat studi pada 2005,yang berasumsi pertumbuhan listrik 7% per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di studi tersebut, penggunaan BBMdan gas tidak dipertimbangkan karena alasan yang sudah jelas,ketersediaan sumber daya.PLTNdapat menghasilkan energi listrik kapasitas tinggi pada lahan yang luasnya terbatas,dan operasionalnya tidak tergantung pada fluktuasi harga BBMdi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,keunggulan nuklir sudah jelas.Selain dapat membantu mengurangi laju pemanasan global karena PLTNramah lingkungan tanpa gas rumah kaca dan gas buang berbahaya lainnya,ia juga aman dan ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pandangan dunia internasional terhadap upaya pengembangan energi nuklir Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita ingat,Indonesia punya hak utuh untuk mengelola kepentingan domestiknya sendiri.Di samping itu,Indonesia mempunyai sikap bebas dan aktif dalam melakukan diplomasi internasional.Patut dicatat,dalam memenuhi kebutuhan mendapat dukungan negara-negara di dunia, prestasi diplomasi putra-putri bangsa sudah sangat baik. Sejauh ini kita mendapatkan dukungan internasional yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anggota BadanTenaga Atom Internasional (IAEA),kita mendapatkan bantuan teknis yang cukup besar.Selain itu,ada bantuan bilateral maupun regional seperti dari Amerika Serikat, Jepang,dan Korea Selatan. Satu lagi prestasi internasional kita di bidang PLTN, yaitu pada 8th ASEAN Science and Technology Week di Filipina (2008),Indonesia telah ditunjuk menjadi focal point (negara penggerak) untuk masalah keselamatan dan keamanan nuklir di wilayah Asia Tenggara.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-1406266141278430611?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/1406266141278430611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=1406266141278430611' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/1406266141278430611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/1406266141278430611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/energi-nuklir-adalah-anugerah-tuhan.html' title='Energi Nuklir adalah Anugerah Tuhan'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-5191667376694794918</id><published>2008-05-24T10:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-24T10:51:29.960-07:00</updated><title type='text'>Energi Terbarukan Lebih Merusak Lingkungan Dibandingkan Energi Nuklir</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Terbarukan tidak berarti selalu hijau. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Jesse Ausubel di Rockefeller University - New York. Dalam tulisannya di Inderscience's International Journal of Nuclear Governance, Economy and Ecology, dia menjelaskan bahwa dengan membangun pembangkit listrik tenaga angin, membendung sungai, dan menanam pepohonan untuk biomass, semuanya dalam kapasitas dan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi secara global, akan mengakibatkan kerusakan lingkungan. &lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Ausubel juga menganalisa bahwa banyaknya energi yang bersumber dari energi terbarukan untuk menghasilkan beberapa watt daya listrik, akan menggunakan lahan per 1 meter persegi. Dia juga membandingkan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh energi terbarukan dengan kebutuhan lahan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. 'Energi nuklir adalah ramah lingkungan. Pertimbangkan dengan daya listrik yang dihasilkan dari lahan seluas 1 meter persegi, nuklir mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki energi terbarukan', ujarnya. &lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Menurutnya, energi terbarukan tidak mempunyai keuntungan dari skala ekonomis. Semakin besar daya listrik yang dihasilkan, maka semakin luas pula lahan yang dibutuhkan.&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Dia juga mencontohkan secara hipotesis, menggenangi seluruh propinsi Ontario di Kanada, yang kurang lebih seluas 900.000 km persegi, dengan 680.000 milyar liter air hujan, dan kemudian menyimpannya dalam bendungan setinggi 60 meter, hanya akan menghasilkan 80% dari total daya listrik yang dihasilkan oleh 25 pembangkit listrik di Kanada. &lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Energi biomassa  juga sangat tidak efisien dan bersifat merusak lingkungan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Untuk menghasilkan listrik sebesar yang dihasilkan oleh sebuah PLTN, akan membutuhkan lahan seluas 2500 km persegi. 'Peningkatan pemakaian bahan bakar biomassa dalam segala bentuk adalah perbuatan kriminal', ungkapnya. 'Manusia seharusnya menyisakan lahan untuk kepentingan alam. Setiap mobil akan membutuhkan kurang lebih 1-2 hektar'. Berpindah topik ke masalah energi angin, Ausubel menyatakan meskipun lahan yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik tenaga angin 3-10 kali lebih kecil dibandingkan dengan lahan yang dibutuhkan untuk biomassa, tetapi dibutuhkan kurang lebih 770 km persegi untuk menghasilkan energi setara dengan PLTN berkapasitas 1.000 Megawatt electric (MWe) dengan catatan kecepatan angin dan arah angin tetap. &lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;100 meter persegi daerah yang berangin, seperti apartemen di Manhattan, hanya cukup untuk melistriki satu atau dua lampu, tetapi tidak cukup untuk menyalakan komputer, mesin cuci, oven microwave dan TV plasma. Energi surya juga tidak luput dari kritikannya. PLTS akan menutupi lahan seluas lebih dari 150 km persegi untuk menyimpan dan menghasilkan listrik setara dengan PLTN berkapasitas 1.000 MWe. &lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Menurutnya, setiap bentuk energi terbarukan membutuhkan infrastruktur dan material 10 kali bahkan lebih per kilowatt, seperti beton, baja, dan jalan akses jika dibandingkan dengan gas alam atau nuklir. Meskipun penambangan uranium membutuhkan beberapa ratus kilometer persegi dan ada pertimbangan untuk tempat penyimpanan limbah, keamanan dan keselamatan, tetapi PLTN meninggalkan jejak kerusakan lingkungan yang jauh lebih kecil. Dari skala ekonomi, PLTN bisa digandakan keluarannya ataupun dikecilkan dari sistem, sama seperti halnya komputer yang berkemampuan besar dengan ukuran yang semakin kecil. 'Energi terbarukan tetap terbarukan, tetapi tidaklah ramah lingkungan', imbuhnya, 'Jika kita ingin mengurangi bangunan-bangunan baru dan pemerkosaan terhadap alam, nuklir energi adalah pilihan yang terbaik'.&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Reaktor Nuklir  Pra Sejarah&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Telah ditemukan reaktor nuklir tertua yang pernah dibuat di dunia, yang telah ada sejak 2.000.000.000 tahun yang lalu (jauh sebelum era jurassic)&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Reaktor Nuklir Pra Sejarah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Pada tahun 1972, seorang ahli fisika Perancis, Francis Perrin menyatakan sebuah laporan yang mengejutkan, bahwa telah ditemukan reaktor nuklir tertua yang pernah dibuat di dunia, yang telah ada sejak 2.000.000.000 tahun yang lalu (jauh sebelum era jurassic) dan mampu dioperasionalkan selama beberapa ratus ribu tahun kemudian, dengan penggunaan daya rendah. Keseluruhan yang ditemukan ada 15 reaktor pada 3 deposit Uranium di area pertambangan Oklo, Republik Gabon. dan lalu dikenal sebagai fosil Reaktor-reaktor Oklo. &lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Tanggal 2 Juni 1972, petugas analisis di Pierrelatte  -  Nuclear Fuel Processing Plant, Perancis (yang mengimpor kebutuhan Uraniumnya dari Gabon) pada mulanya hanya melakukan pekerjaan rutinnya untuk memeriksa massa beberapa contoh Uranium yang akan  digunakan tersebut dengan  Spektrometer.  Uranium yang akan diproses, seperti biasa adalah bermassa 235U dengan nilai rasionya selalu adalah 0,00720, namun pada contoh yang diperiksa ternyata mempunyai rasio 0,00717. Walaupun perbedaan yang ditemukan itu relatif kecil namun membuat para ahli dari Perancis lalu berdatangan langsung ke pertambangan Oklo dan di sana justru menemukan Uranium dengan rasio yang jauh lebih rendah lagi, mencapai 0,00440. Perbedaan rasio yang lebih rendah ini hanya akan terjadi jika 235U sebagai bahan bakar telah pernah digunakan untuk proses reaksi nuklir. Bahkan di lokasi yang sama juga ditemukan produk keluaran proses reaksi nuklir, yaitu Neodymium, sama dengan yang dihasilkan oleh reaktor nuklir masa kini.&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rasa was-was hilang setelah berkunjung ke reaktor  nuklir Serpong&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Serpong - Gambaran mengerikan tentang nuklir yang ada dibenak rombongan GP Anshor akhirnya terjawab sudah. Selama ini nuklir dianggap suatu yang membahayakan, misalnya bom yang dapat meledak dengan dahsyat ataupun bahaya radiasi yang merusak lingkungan, ternyata kebalikannya. Anggapan-anggapan tersebut perlahan terhapus setelah mereka datang mengunjungi instalasi nuklir BATAN, RSG-GAS, pengelolaan limbah radioaktif, sekaligus pengolahan bahan bakar di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang.&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Kedatangan GP Anshor dan Ketua Umumnya Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) ke BATAN, Selasa (21/8) sebagai tindak lanjut dari diskusi “Urgensi Nuklir” yang digelar oleh GP Anshor sebulan yang lalu. Di samping untuk melihat secara langsung kegiatan litbangyasa iptek nuklir dan  pemanfaatannya untuk kesejahteraan manusia, juga  untuk mengetahui reaktor nuklir dan sumber energi jangka panjang serta  pengelolaan limbahnya.&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Rombongan diterima oleh kepala BATAN Dr. Hudi Hastowo, Deputi Bidang Pengembangan Energi dan Teknologi Nuklir Ir Adiwardoyo, dan Deputi Bidang Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa Dr. Karyono HS, serta Deputi Bidang Pendayagunaan Hasil Litbang dan Pemasyarakatan Iptek Nuklir Prof. Dr. Aang Hanafiah Ws. Mereka diajak untuk melihat pengoperasian reaktor GA Siwabessy.&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Sesuai aturan yang berlaku sebelum masuk ruang reaktor dilakukan pemeriksaan radiasi yang ada di dalam tubuh menggunakan detektor radiasi, setelah selesai berkunjung diperiksa kembali,  ternyata radiasinya tidak bertambah. Hal ini, untuk mengetahui apakah ada radiasi yang masuk ke dalam tubuh  saat berkunjung.&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Dalam kesempatan tersebut pihak BATAN memaparkan pemanfaatan iptek nuklir di segala bidang, seperti di bidang pertanian, peternakan, kesehatan/kedokteran, industri, lingkungan termasuk bidang energi. Dijelaskan pula kondisi penelitian yang dilakukan saat ini, yaitu apa yang sudah, sedang, dan yang  akan dilakukan BATAN.  Hasil diskusi pada pertemuan tersebut GP Anshor menyarankan agar BATAN lebih meningkatkan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat.&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Menanggapi pertanyaan GP Anshor tentang pengembangan energi Iran, pihak BATAN menjawab bahwa saat ini pemerintah Iran berencana mengembangkan teknologi pengayaan bahan bakar nuklir. &lt;em&gt;sumber : energiportal &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-5191667376694794918?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/5191667376694794918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=5191667376694794918' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/5191667376694794918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/5191667376694794918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/energi-terbarukan-lebih-merusak.html' title='Energi Terbarukan Lebih Merusak Lingkungan Dibandingkan Energi Nuklir'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-675315534596150214</id><published>2008-05-14T14:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T14:21:50.093-07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Kecelakaan PLTN Chernobyl, April 1986</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Belajar dari Kecelakaan PLTN Chernobyl, April 1986 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh: Ma'rufin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan nuklir &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Chernobyl&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; itu sejajar dengan kasus&lt;br /&gt;lumpur panas sumur Banjar Panji-1 di Porong Sidoarjo.&lt;br /&gt;Yakni sama2 berangkat dari tujuan baik (pada &lt;st1:city st="on"&gt;Chernobyl&lt;/st1:City&gt;&lt;br /&gt;berpangkal dari eksperimen pembangkitan daya darurat,&lt;br /&gt;pada Banjar Panji-1 untuk mencari migas), namun&lt;br /&gt;dilaksanakan tanpa mematuhi prosedur standar (pada&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Chernobyl&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; semua prosedur standar keamanan operasi&lt;br /&gt;reaktor dilanggar, pada Banjar Panji-1 ngebornya&lt;br /&gt;ugal2an dan ngeyel). Akhirnya terjadilah bencana.&lt;br /&gt;Andaikata dua operator reaktor unit 4 PLTN &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Chernobyl&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;br /&gt;tidak nekat melanjutkan eksperimennya pada 26 April&lt;br /&gt;1986 lepas tengah malam, barangkali tragedi takkan&lt;br /&gt;pernah terjadi. Namun tragedi itu juga membuka mata&lt;br /&gt;dunia akan persoalan cacat desain reaktor dan&lt;br /&gt;manajemen pembangkit yang "ajaib" di eks-Uni Soviet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tragedi April 1986 PLTN Chernobyl hanyalah&lt;br /&gt;kompleks pembangkit tak terlalu dikenal di Ukraina,&lt;br /&gt;bahkan juga di kalangan petugas pemadam kebakaran&lt;br /&gt;setempat (yang akhirnya justru menjadi korban&lt;br /&gt;pertamanya). PLTN ini berlokasi di koordinat 51,3872&lt;br /&gt;LU 30,1114 BT, berdekatan dengan perbatasan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Belarus&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;Terdapat 4 unit reaktor : reaktor unit 1 mulai&lt;br /&gt;beroperasi pada 1977, reaktor unit 2 pada 1978,&lt;br /&gt;reaktor unit 3 pada 1981 dan reaktor unit 4 pada 1983.&lt;br /&gt;Keseluruhan unit menghasilkan daya 4.000 MWe yang&lt;br /&gt;menyuplai 10 % kebutuhan listrik Ukraina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLTN ini memakai reaktor RBMK-1000, yakni reaktor air&lt;br /&gt;mendidih (boiling water reactor/BWR) berdaya termal&lt;br /&gt;3.200 MWt dengan moderator (bahan pelambat neutron)&lt;br /&gt;dari grafit (karbon). Pendinginnya air biasa, yang&lt;br /&gt;diambilkan dari Sungai Pripyat didekatnya dan&lt;br /&gt;didestilasi dulu, untuk kemudian dialirkan secara&lt;br /&gt;vertikal dengan inlet dibawah dan dididihkan di dalam&lt;br /&gt;reaktor untuk memproduksi uap bertekanan tinggi yang&lt;br /&gt;memutar turbogenerator pembangkit listrik. Grafit&lt;br /&gt;dipilih sebagai moderator karena murah dan tersedia&lt;br /&gt;melimpah di &lt;st1:place st="on"&gt;Siberia&lt;/st1:place&gt;. Untuk mengendalikan reaktor&lt;br /&gt;digunakan batang kendali dari batang boron karbida&lt;br /&gt;berujung grafit. Di antara ujung grafit dan batang&lt;br /&gt;boron karbida terdapat ruang kosong sepanjang 1 m yang&lt;br /&gt;bakal terisi air pendingin ketika dimasukkan ke dalam&lt;br /&gt;reaktor. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; dua tipe batang kendali : manual dan&lt;br /&gt;otomatis. Sebagai bahan bakar digunakan Uranium&lt;br /&gt;diperkaya (kadar U-235 3,8 %) sejumlah 220 ton.&lt;br /&gt;Konsekuensinya ukuran reaktor RBMK-1000 memang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaktor RBMK-1000 unggul dalam efisiensi (34 %,&lt;br /&gt;bandingkan dengan reaktor2 tipe tekan/pressurized&lt;br /&gt;reactor yang berkisar 29 - 31 %) dan penggantian bahan&lt;br /&gt;bakar saat tetap menyala. Reaktor2 tipe lainnya&lt;br /&gt;(kecuali PHWR-CANDU yang dipasarkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Canada&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;) harus&lt;br /&gt;dimatikan dahulu untuk mengganti bahan bakarnya. Meski&lt;br /&gt;begitu dalam prosedur pengoperasiannya, selama 1 tahun&lt;br /&gt;penuh reaktor hanya dijalankan 9 bulan saja dengan 3&lt;br /&gt;bulan sisanya untuk perbaikan dan perawatan rutin,&lt;br /&gt;termasuk penggantian bahan bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keunggulan2 ini tidak seberapa dibandingkan&lt;br /&gt;dengan kelemahan2nya. Sebagai reaktor air mendidih&lt;br /&gt;bermoderator grafit, RBMK-1000 memiliki "problem&lt;br /&gt;gelembung", kondisi dimana adanya gelembung2 dalam&lt;br /&gt;pendingin saat proses pembentukan uap bisa mengacaukan&lt;br /&gt;pengendalian reaktor, karena gelembung2 itu&lt;br /&gt;meningkatkan jumlah neutron lambat. Kondisi ini sangat&lt;br /&gt;dirasakan RBMK-1000 ketika berada dalam daya rendah,&lt;br /&gt;baik ketika dalam proses dinyalakan (start-up) maupun&lt;br /&gt;dimatikan (shut-down).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan lain ada pada batang kendalinya. Grafit dan&lt;br /&gt;ruang kosong berisi air di batang kendali&lt;br /&gt;mengakibatkan peningkatan daya temporal di detik2&lt;br /&gt;pertama saat batang kendali masuk ke reaktor, karena&lt;br /&gt;sifat grafit dan air pendingin yang memoderasi&lt;br /&gt;neutron. Bila terjadi kondisi batang kendali gagal&lt;br /&gt;masuk sepenuhnya karena macet (entah kejepit atau apa)&lt;br /&gt;sehingga bagian boron karbidanya tidak bisa masuk,&lt;br /&gt;maka reaktor tidak bisa mati, justru dayanya malah&lt;br /&gt;melambung terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran pendingin juga menjadi salah satu titik lemah.&lt;br /&gt;Dengan model aliran vertikal dan inletnya dari bawah,&lt;br /&gt;maka terdapat suhu pendingin di dalam reaktor jadi&lt;br /&gt;takhomogen, dimana di bagian atas lebih besar&lt;br /&gt;dibanding bagian bawah. Kondisi ini bisa berbahaya&lt;br /&gt;jika terjadi penguapan total pada bagian atas sehingga&lt;br /&gt;bahan bakar disana tak terdinginkan sepenuhnya. Selain&lt;br /&gt;bisa meningkatkan daya secara mendadak, kondisi ini&lt;br /&gt;juga beresiko pada melelehnya bahan bakar. Pendinginan&lt;br /&gt;vertikal juga memaksa pompa pendingin untuk terus&lt;br /&gt;menerus bekerja meski daya reaktor sudah sangat rendah&lt;br /&gt;sehingga tidak sanggup lagi membangkitkan listrik yang&lt;br /&gt;cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, sebagai reaktor berukuran besar,&lt;br /&gt;RBMK-1000 hanya dilindungi oleh satu lapis dinding&lt;br /&gt;beton tipis guna menghemat biaya. Tak ada sistem&lt;br /&gt;pelindung berganda sebanyak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; lapis sebagaimana&lt;br /&gt;yang distandarkan pada reaktor2 tipe lainnya. So,&lt;br /&gt;reaktor yang secara desain sudah cacat ini tidak&lt;br /&gt;mempunyai pelindung yang layak, sehingga jika terjadi&lt;br /&gt;kecelakaan peluang terlepasnya radioisotop ke&lt;br /&gt;lingkungan cukup besar dibanding reaktor2 tipe lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks PLTN Chernobyl dilayani oleh manajemen&lt;br /&gt;"ajaib" yang tidak berpengalaman sama sekali dalam&lt;br /&gt;mengoperasikan reaktor bertenaga besar. V.P.&lt;br /&gt;Bryukhanov, direktur, hanya berpengalaman di PLTU&lt;br /&gt;tanpa pernah sekalipun ke PLTN. Nikolai Fomin,&lt;br /&gt;insinyur kepala, juga lama bekerja di lingkungan PLTU.&lt;br /&gt;Hanya Anatoliy Dyatlov, wakil insinyur kepala, yang&lt;br /&gt;pernah bekerja dengan reaktor itupun hanya pada&lt;br /&gt;reaktor berdaya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga kuat pemilihan manajemen tidak didasarkan pada&lt;br /&gt;kepakaran dan kemampuannya dalam teknologi nuklir,&lt;br /&gt;namun lebih pada loyalitasnya terhadap Partai Komunis&lt;br /&gt;Uni Soviet. Manajemen juga tidak pernah diberitahu&lt;br /&gt;otoritas ketenaganukliran Uni Soviet tentang sifat&lt;br /&gt;khas RBMK-1000 dan prosedur operasi daruratnya ketika&lt;br /&gt;berada dalam daya rendah. Singkatnya, manajemen 'buta'&lt;br /&gt;terhadap titik2 lemah RBMK-1000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi cacat desain dan manajemen "ajaib" inilah&lt;br /&gt;yang berpuncak pada tragedi 26 April 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++++++++++ ++++&lt;br /&gt;Ekskursi Nuklir&lt;br /&gt;++++++++++++ ++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah yang menggayuti manajemen adalah&lt;br /&gt;bagaimana menjaga pompa pendingin tetap bekerja meski&lt;br /&gt;aliran listrik putus. Reaktor RBMK-1000 membutuhkan&lt;br /&gt;aliran pendingin terus menerus karena sifatnya&lt;br /&gt;vertikal. Sementara jika terjadi kerusakan sistim&lt;br /&gt;pembangkit listrik, aliran listrik ke pompa pendingin&lt;br /&gt;menghilang. Memang tiap unit reaktor telah dilengkapi&lt;br /&gt;dengan sepasang generator diesel otomatis, namun baru&lt;br /&gt;bisa menyuplai aliran listrik 40 detik setelah aliran&lt;br /&gt;listrik utama putus. Kondisi ini bisa menyebabkan&lt;br /&gt;perlambatan aliran pendingin, dan berpotensi&lt;br /&gt;menimbulkan kehilangan aliran pendingin (LOHSA : lost&lt;br /&gt;of heat sink accident).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen tidak menghendaki hal itu terjadi terutama&lt;br /&gt;setelah kasus LOCA (lost of coolant accident,&lt;br /&gt;setingkat lebih parah dibanding LOHSA) yang sampai&lt;br /&gt;melelehkan sebagian reaktor unit 2 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;PLTN   Three Mile&lt;br /&gt;  Islands&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;Pennsylvania&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; (AS), 28 Maret 1979. Untuk itu&lt;br /&gt;dicoba memanfaatkan putaran sisa turbogenerator guna&lt;br /&gt;pembangkitan daya darurat untuk menggerakkan pompa&lt;br /&gt;pendingin selama minimum 40 detik. Eksperimen sejenis&lt;br /&gt;pernah sukses dilakukan pada 1983 di reaktor unit 1&lt;br /&gt;tanpa masalah apapun dengan mematuhi semua prosedur&lt;br /&gt;standar, meski hasilnya negatif : turbogenerator tak&lt;br /&gt;sanggup memasok daya mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan pengembangan2 tambahan pada&lt;br /&gt;turbogenerator, dirasakan perlu adanya eksperimen&lt;br /&gt;ulang. Pilihan jatuh pada reaktor unit 4 dengan&lt;br /&gt;setting waktu pada Jumat 25 April 1986, mengingat&lt;br /&gt;reaktor ini memang hendak dimatikan guna menjalani&lt;br /&gt;perawatan dan perbaikan rutin setelah menyala selama&lt;br /&gt;lebih dari setahun penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksperimen sudah siap dijalankan pada tengah hari 25&lt;br /&gt;April. Sebagai awalnya sistem pendingin darurat (ECCS&lt;br /&gt;: emergency core coolant system) dimatikan, meski&lt;br /&gt;dalam prosedur operasi standar hal ini sama sekali&lt;br /&gt;tidak diperbolehkan. Namun mendadak otoritas&lt;br /&gt;kelistrikan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kiev&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; meminta manajemen PLTN Chernobyl&lt;br /&gt;menjaga pasokan listriknya ke jaringan sampe jam 11&lt;br /&gt;malam untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan daya.&lt;br /&gt;Manajemen menyetujui hal itu sehingga daya reaktor&lt;br /&gt;yang sudah terlanjur diturunkan ke 1.600 MWt tidak&lt;br /&gt;direduksi lagi. Selama 12 jam kemudian reaktor&lt;br /&gt;beroperasi dengan output 50 % dari normal dan tanpa&lt;br /&gt;ECCS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksperimen dilanjutkan kembali pasca jam 23:00&lt;br /&gt;setempat, kali ini oleh dua operator malam yang&lt;br /&gt;kedua-duanya berlatarbelakang teknik listrik dan tak&lt;br /&gt;satupun yang sebelumnya pernah bekerja di lingkungan&lt;br /&gt;reaktor. Daya reaktor diturunkan ke 700 - 1.000 MWt&lt;br /&gt;dengan memasukkan batang2 kendali otomatis, namun&lt;br /&gt;rupanya dua kru tak terlatih ini tak menyadari&lt;br /&gt;penurunan dayanya terlalu cepat. Pada kondisi ini&lt;br /&gt;produksi radioisotop Xenon-135 (salah satu produk&lt;br /&gt;samping reaksi fissi) jadi berlebih, padahal&lt;br /&gt;radioisotop ini dikenal sebagai "racun reaktor" karena&lt;br /&gt;menyerap neutron lambat dalam jumlah besar. Kontan&lt;br /&gt;daya reaktor anjlok ke 30 MWt. Operator tak menyadari&lt;br /&gt;adanya peracunan ini dan menganggap anjloknya daya&lt;br /&gt;lebih karena kegagalan daya, sehingga memutuskan&lt;br /&gt;menaikkan kembali batang kendali otomatis. Tindakan&lt;br /&gt;ini sangat menyalahi aturan, karena pada prosedur&lt;br /&gt;standarnya, begitu daya anjlok maka reaktor harus&lt;br /&gt;segera dimatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya batang kendali otomatis hanya sanggup&lt;br /&gt;mengangkat daya ke 200 MWt saja, atau sepertiga dari&lt;br /&gt;daya nominal yang dibutuhkan untuk eksperimen. Namun&lt;br /&gt;operator merasa pada daya rendah itupun eksperimen&lt;br /&gt;bisa dilakukan. Maka pada pukul 01:05 setempat,&lt;br /&gt;operator menghidupkan seluruh pompa pendingin cadangan&lt;br /&gt;yang mengirimkan air pendingin berlebihan ke dalam&lt;br /&gt;reaktor, melampaui batas maksimum volume air dalam&lt;br /&gt;reaktor yang diperkenankan. Selanjutnya batang kendali&lt;br /&gt;manual pun diangkat, hal yang lagi2 menyalahi prosedur&lt;br /&gt;operasi standar. Reaktor kini jadi sangat berbahaya&lt;br /&gt;karena tidak lagi memiliki batang kendali. Jika pada&lt;br /&gt;saat itu daya reaktor masih tetap rendah, alias jumlah&lt;br /&gt;neutron lambatnya tetap kecil, itu lebih disebabkan&lt;br /&gt;oleh kombinasi berlebihnya air dan Xenon-135 yang bisa&lt;br /&gt;menggantikan peran batang kendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan demikian operator memutuskan untuk&lt;br /&gt;memulai eksperimen. Pukul 01:23, operator menutup&lt;br /&gt;katup uap ke turbogenerator. Putaran turbogenerator&lt;br /&gt;pun berkurang sehingga pasokan listrik ke pompa&lt;br /&gt;pendingin berkurang dan aliran pendingin jadi&lt;br /&gt;menyusut. Di dalam reaktor kini terbentuk lebih banyak&lt;br /&gt;uap dan celakanya diikuti dengan pembentukan&lt;br /&gt;gelembung2 air. Problem gelembung pun terjadi,&lt;br /&gt;sehingga daya reaktor segera menanjak. Dalam 5 detik&lt;br /&gt;pertama daya reaktor sudah bergerak ke angka 510 MWt.&lt;br /&gt;Pada tahap ini Xenon-135 mulai menghilang seiring&lt;br /&gt;makin banyaknya jumlah neutron. Sehingga dengan makin&lt;br /&gt;banyaknya air pendingin yang berubah menjadi uap,&lt;br /&gt;menghilangnya Xenon-135 dan dimatikannya ECCS,&lt;br /&gt;pengontrol daya reaktor menjadi tidak ada. Terjadilah&lt;br /&gt;ekskursi nuklir : kenaikan daya teramat cepat secara&lt;br /&gt;eksponensial pada waktu teramat singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operator yang panik segera menekan tombol SCRAM guna&lt;br /&gt;memasukkan semua batang kendali (baik manual maupun&lt;br /&gt;otomatis) ke dalam reaktor. Namun butuh waktu 20 detik&lt;br /&gt;agar batang kendali bisa masuk sepenuhnya ke dalam&lt;br /&gt;reaktor. Ketika suhu reaktor kian tinggi, gerak batang&lt;br /&gt;kendali pun macet, hanya bagian ujung grafit dan ruang&lt;br /&gt;kosong saja yang sempat masuk. Ini malah makin&lt;br /&gt;meningkatkan intensitas ekskursi nuklir. Dalam 20&lt;br /&gt;detik itu daya reaktor sudah meningkat hingga 30.000&lt;br /&gt;MWt alias sepuluh kali lipat dari daya normalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan daya luar biasa menghasilkan penguapan&lt;br /&gt;teramat brutal dimana semua cairan berubah jadi uap.&lt;br /&gt;Ini menghasilkan tekanan teramat besar yang merusak&lt;br /&gt;batang kendali, bahan bakar, grafit dan akhirnya&lt;br /&gt;menjebol atap beton reaktor yang tipis dalam ledakan&lt;br /&gt;uap. Andaikata reaktor dilindungi kubah double&lt;br /&gt;containment Mark-II setebal 2 meter seperti yang&lt;br /&gt;diterapkan pada reaktor2 lainnya, maka ledakan uap ini&lt;br /&gt;tidak akan terjadi. Ledakan uap ini segera disusul&lt;br /&gt;oleh reaksi uap air dengan grafit dan oksigen (dari&lt;br /&gt;udara luar yang masuk lewat lubang) dengan grafit&lt;br /&gt;sehingga timbul ledakan kedua yang tak kalah besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; ++++++++++++ ++++++ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; The China Syndrome &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; ++++++++++++ ++++++ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca ledakan, reaksi oksigen dan grafit menyebabkan&lt;br /&gt;kebakaran besar pada reaktor. Inilah penyebab 4 %&lt;br /&gt;radioisotop - setara 9 ton - terloloskan ke&lt;br /&gt;lingkungan. Meski 4 dekade sebelumnya dunia sudah&lt;br /&gt;menyaksikan dahsyatnya bom nuklir &lt;st1:city st="on"&gt;Hiroshima&lt;/st1:City&gt; dan&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Nagasaki&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, pada 26 April 1986 itulah, untuk pertama&lt;br /&gt;kalinya sebuah reaktor bertenaga besar melepaskan&lt;br /&gt;radioisotopnya ke lingkungan dalam jumlah besar.&lt;br /&gt;Sekitar 5,4 ton radioisotop itu mendarat di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Belarus&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;Namun sisanya terbang dibawa angin ke barat hingga&lt;br /&gt;menjangkau Kepulauan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paparan radiasi tertinggi berada di gedung reaktor&lt;br /&gt;mencapai 5,6 Roentgen/detik, 202 kali lipat lebih&lt;br /&gt;besar daripada ambang batas dosis mematikan 0,028&lt;br /&gt;Roentgen/detik. Celakanya ledakan menyebabkan&lt;br /&gt;kerusakan dua dosimeter (pengukur radiasi) dengan&lt;br /&gt;limit 1.000 Roentgen/detik. Hanya tersisa dosimeter2&lt;br /&gt;kecil dengan limit 0,001 Roentgen/detik, dan semuanya&lt;br /&gt;"off scale." Karena itu kru reaktor dipimpin Alexander&lt;br /&gt;Akimov menganggap dosis radiasi saat itu paling banter&lt;br /&gt;0,001 Roentgen/detik, mengabaikan tanda2 seperti&lt;br /&gt;potongan grafit, pipa bahan bakar dan batang kendali&lt;br /&gt;yang berceceran di sekitar gedung reaktor. Sehingga&lt;br /&gt;mereka memutuskan bertahan dan terus memompakan air ke&lt;br /&gt;gedung reaktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan segera datang dari brigade pemadam kebakaran&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Chernobyl&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;, dipimpin Vladimir Pravnik, yang tak&lt;br /&gt;diberitahu sama sekali bahwa yang dihadapi adalah&lt;br /&gt;reaktor RBMK-1000 yang telah bolong. Kerja keras&lt;br /&gt;mereka bersama kru reaktor berhasil memadamkan api di&lt;br /&gt;atas gedung reaktor dan gedung turbin pada jam 05:00.&lt;br /&gt;Namun dalam tiga minggu kemudian, sebagian besar kru&lt;br /&gt;reaktor dan pemadam ini telah meregang nyawa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada senja 26 April, Kremlin membentuk komite&lt;br /&gt;penyelidik dan memerintahkan Valeri Legasov dari&lt;br /&gt;otoritas ketenaganukliran Uni Sovet ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Chernobyl&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Ia&lt;br /&gt;menjumpai 2 orang telah tewas dan 52 dirawat di rumah&lt;br /&gt;sakit, dengan gejala2 nyata akibat paparan radiasi&lt;br /&gt;berlebihan. Dosimeternya juga menunjukkan tingkat&lt;br /&gt;paparan radiasi yang sangat tinggi di sejumlah titik.&lt;br /&gt;Pada 27 April 14:00 ia memerintahkan dimulainya&lt;br /&gt;evakuasi penduduk &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Pripyat dan sekitarnya. Agar&lt;br /&gt;tidak timbul kepanikan, detil bencana tidak&lt;br /&gt;diberitahukan kepada penduduk, dan agar beban tidak&lt;br /&gt;terlalu berat, diberitahukan kepada penduduk bahwa&lt;br /&gt;evakuasi bersifat temporal, hanya untuk 3 hari. Total&lt;br /&gt;penduduk yang dievakuasi sejumlah 336.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan justru merebak di Swedia, 1.100 km dari&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Chernobyl&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Pada 27 April itu juga kru PLTN Forsmark&lt;br /&gt;mendeteksi lonjakan paparan radiasi yang spektakuler&lt;br /&gt;di lingkungan mereka. Anehnya dosis paparan radiasi di&lt;br /&gt;luar gedung jauh lebih besar dibanding di dalam&lt;br /&gt;gedung. Setelah konfirmasi ke PLTN2 lain di Swedia&lt;br /&gt;memastikan tidak ada reaktor mereka yang bocor,&lt;br /&gt;kecurigaan diarahkan ke PLTN2 Uni Soviet di kawasan&lt;br /&gt;Barat. Atas desakan Swedia, tak lama kemudian Mikhail&lt;br /&gt;Gorbachev mengumumkan bocornya salah satu reaktor&lt;br /&gt;Soviet. Pernyataan sama juga dikeluarkan Boris Yeltsin&lt;br /&gt;yang sedang mengunjungi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Berlin&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horor Chernobyl belum usai. Meski reaktor RBMK-1000&lt;br /&gt;telah jadi puing, sisa bahan bakar Uranium yang masih&lt;br /&gt;cukup besar (&gt; 200 ton) dan puing2 grafit ternyata&lt;br /&gt;masih sanggup menjalankan reaksi fissi. Meski daya&lt;br /&gt;yang dihasilkan kecil, tiadanya cairan pendingin&lt;br /&gt;membuat grafit terus memanas. Maka kebakaran pun&lt;br /&gt;berlanjut di interior puing. Pada dasar puing, panas&lt;br /&gt;kebakaran bahkan cukup tinggi hingga sanggup membuat&lt;br /&gt;bahan bakar dan beton penyangga reaktor meleleh&lt;br /&gt;membentuk lava. Jika lava ini bisa menembus dasar&lt;br /&gt;bangunan dan tanah dibawahnya hingga mencapai cadangan&lt;br /&gt;air tanah dalam, maka kontak lava dengan air akan&lt;br /&gt;menciptakan erupsi freatoradiatik ("The China&lt;br /&gt;Syndrome"), ledakan uap berkekuatan besar yang sanggup&lt;br /&gt;membongkar tanah diatasnya membentuk kawah. Letusan&lt;br /&gt;ini akan memuntahkan debu terkontaminasi radioisotop&lt;br /&gt;hingga ketinggian 1 km. Jika ini terjadi, area yang&lt;br /&gt;tercemar dipastikan akan jauh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah erupsi freatoradiatik, otoritas&lt;br /&gt;memutuskan puing reaktor RBMK-1000 harus dimatikan dan&lt;br /&gt;didinginkan. Lewat ratusan sorti penerbangan&lt;br /&gt;helikopter, ke bangunan reaktor dijatuhkan 5.000 ton&lt;br /&gt;bahan penyerap neutron berupa campuran pasir, lempung&lt;br /&gt;dan asam borat. Setelah puing reaktor dipastikan telah&lt;br /&gt;mati dan dingin, sebuah struktur sarkofagus raksasa&lt;br /&gt;dibangun untuk menyelubungi seluruh puing pada&lt;br /&gt;Desember 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah radioisotop yang dilepaskan 160 kali lipat&lt;br /&gt;lebih besar dibanding bom &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Hiroshima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; (9 ton vs 55 kg).&lt;br /&gt;Sampai 2005, IAEA dan WHO mencatat jumlah korban tewas&lt;br /&gt;56 orang (47 kru reaktor dan petugas pemadam kebakaran&lt;br /&gt;serta 9 anak2 penderita kanker tiroid). Dari 6,6 juta&lt;br /&gt;orang yang terpapar radioisotop, diperkirakan 9.000&lt;br /&gt;diantaranya terpapar berat. Hingga 2002 dideteksi&lt;br /&gt;terdapat 4.000 kasus anak penderita kanker tiroid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ref :&lt;br /&gt;- Aliq, 1987, Analisis Kecelakaan Reaktor Nuklir&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Chernobyl&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, UGM.&lt;br /&gt;- IAEA, 1996, One Decade After &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Chernobyl&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;- IAEA, 2006, In Focus : &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Chernobyl&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-675315534596150214?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/675315534596150214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=675315534596150214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/675315534596150214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/675315534596150214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/belajar-dari-kecelakaan-pltn-chernobyl.html' title='Belajar dari Kecelakaan PLTN Chernobyl, April 1986'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-2381311690437272771</id><published>2008-05-14T13:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T14:00:41.952-07:00</updated><title type='text'>22 Tahun Tragedi Chernobyl</title><content type='html'>22 Tahun Tragedi Chernobyl.&lt;br /&gt;Indo Pos, Minggu, 20 April 2008.&lt;br /&gt;Oleh : Goei Tiong Ann Jr, Rohaniawan dan Aktivis Lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya pada 25 April 1986 malam -22 tahun silam- Anatoli Djatlow,&lt;br /&gt;insinyur kepala di reaktor nuklir Chernobyl (Tschernobyl) , tidak&lt;br /&gt;memutuskan untuk segera memulai percobaan yang tertunda, dunia tidak&lt;br /&gt;akan pernah memperingati tragedi nuklir yang konon terbesar di sepanjang&lt;br /&gt;sejarah manusia itu. Tapi, eksperimen dilanjutkan dan menjelang 26&lt;br /&gt;April 1986, terjadi lonjakan suhu yang begitu drastis di dalam reaktor.&lt;br /&gt;Tepat pukul 23:58, sebuah ledakan besar menghancurkan reaktor di blok&lt;br /&gt;keempat pembangkit listrik Chernobyl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari 26 April, 200 ribu manusia dievakuasi dari sekitar reaktor&lt;br /&gt;Chernobyl. Sekitar 600 desa di sekitar Chernobyl dikosongkan. Menurut&lt;br /&gt;standar INES (The International Nuclear Event Scale), tragedi&lt;br /&gt;Chernobyl masuk level ke-7 (level paling atas) yang disebut major accident.&lt;br /&gt;Korban Chernobyl yang meninggal tidak sampai 90 ribu jiwa sebagaimana&lt;br /&gt;dirilis berbagai media. Yang benar, korbannya sekitar 60, dan itu pun tidak&lt;br /&gt;seketika, namun sejak 1986 hingga sekarang. Jumlah korban meninggal&lt;br /&gt;seketika hanya dua jiwa. Namun, dampak radioaktif dan berbagai&lt;br /&gt;penyakit yang ditimbulkan masih berlangsung. Kini sebagian pengungsi Chernobyl&lt;br /&gt;telah kembali ke kampung halaman. Namun, jelas keadaan tidak seperti dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang depresi oleh masalah keuangan, fasilitas umum yang buruk, dan merosotnya kualitas hidup. Implikasinya bagi Kita Blow up media soal tragedi Chernobyl memiliki implikasi luas, termasuk di Indonesia. Disadari atau tidak, bangsa kita seperti mengidap “fobia nuklir”. Fobia kian menjadi manakala mengingat tragedi Hirosima dan Nagasaki pada 1945, ditambah ledakan di laboratorium Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di Serpong 10 September 2007 (Jawa Pos 11/11/ 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja fobia bukan kondisi yang wajar atau normal. Fobia menunjukkan ada yang tidak sehat. Akibatnya, setiap ada rencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), reaksi publik antinuklir pun tidak proporsional lagi, seperti terlihat dari rencana pembangunan PLTN di Gunung Muria, Jepara. Yang memprihatinkan, akhirnya banyak kalangan yang tidak tahu-menahu tentang nuklir dan kerja PLTN -singkatnya orang yang tidak memiliki kompetensi atau kapabilitas dalam hal nuklir- buru-buru mendesak PLTN jangan pernah dibangun di Indonesia. Apalagi jika menyimak sejarah nuklir, fobia kian menjadi-jadi karena nuklir sering dikaitkan dengan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, ledakan bom nuklir pertama di dunia berlangsung pada 16 Juli 1945 di Gurun Jemez, New Mexiko, AS, berkat kerja Robert Oppenheimer dkk. Ujung semua itu, nuklir dicap buruk dan layak dikutuk. Sisi positif nuklir tidak terlihat ketika prasangka dan ketidaktahuan lebih sering ditonjolkan. Jadi, pendekatan terhadap nuklir di tanah air masih kental dengan nuansa prasangka atau fobia sehingga objektivitas melemah. Pendekatan yang berimbang pun tak tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pro dan kontra nuklir adalah hal yang lumrah dan tulisan ini tidak mau terjebak dalam salah satu kubu. Hanya menghabiskan energi. Saya lebih berkepentingan menunjukkan bahwa nuklir memiliki sisi positif dan bisa bermanfaat bagi dunia yang tengah dilanda krisis energi global. Sisi positif nuklir bisa dilihat dari kian berkembangnya riset yang lebih difokuskan pada penggunaan tenaga nuklir untuk tujuan sipil, seperti penghasilan energi listrik dan panas. Banyak negara lain sudah mencoba, mengapa kita tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat saya menulis artikel ini di Roma, saya sehari-hari juga memanfaatkan listrik dari PLTN yang diimpor Italia dari Prancis. Orang awam boleh jadi sudah takut listrik dari PLTN otomatis akan gampang terpapar radioaktif. Padahal, kebocoran radio aktif hanya bisa terjadi&lt;br /&gt;di sekitar reaktor. Jadi, aman-aman saja listrik dari PLTN. Saya hanya mau menggarisbawahi bahwa di banyak negara Eropa, energi nuklir sudah dimanfaatkan untuk kepentingan sehari-hari dan kita tidak perlu panik memanfaatkannya. Memang ada yang antinuklir, tetapi ketika tahu manfaatnya, jumlah yang anti kian menyusut. Apalagi, di tengah santernya isu global warming, PLTN juga punya kelebihan tersendiri dibanding energi konvensional lainnya. Harap diketahui, selama beroperasi, PLTN tidak mengemisikan gas rumah kaca CO2. Bandingkan&lt;br /&gt;dengan energi fosil (seperti minyak tanah) yang menghasilkan banyak karbon. Belum&lt;br /&gt;lagi, harga per barel minyak sudah menyentuh level USD 119 (per 23 April 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLTN memang bisa dijadikan sumber listrik alternatif mengingat sumber energi konvensional seperti minyak, batu bara, dan gas makin menipis. Bahkan, pemerintah sudah mencabut subsidi listrik untuk pelanggan golongan 6.600 VA dan 2.200 VA (Jawa Pos, 23 April 2008). Harga listrik dari PLTN juga lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Semua Punya Risiko &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, terkait risiko, setiap hal selalu ada risikonya. Listrik&lt;br /&gt;yang konvensional seperti kita kenal juga sudah memakan korban, yakni&lt;br /&gt;mereka yang mati kesetrum. Demikian juga PLTN, tentu ada risiko yang harus&lt;br /&gt;diambil. Tidak menyetujui nuklir pun berisiko, misalnya, kita akan&lt;br /&gt;dilanda terus krisis energi seperti yang dialami warga kita di Kalimantan dan&lt;br /&gt;Sumatera. Karena itu, seharusnya rencana pembangunan PLTN yang telah&lt;br /&gt;ditetapkan melalui Perpres No 5/2006 perlu direspons dengan bijak dan&lt;br /&gt;tidak emosional. Apalagi negeri kita memiliki kandungan uranium yang&lt;br /&gt;membuat ngiler negara-negara yang sudah mengembangkan PLTN seperti&lt;br /&gt;AS, Prancis, dan RRT. (***)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-2381311690437272771?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/2381311690437272771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=2381311690437272771' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2381311690437272771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2381311690437272771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/22-tahun-tragedi-chernobyl.html' title='22 Tahun Tragedi Chernobyl'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-1821779672755164045</id><published>2008-05-14T13:27:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T13:30:45.213-07:00</updated><title type='text'>Perlu Strategi dan Cara Baru Sosialisasi PLTN</title><content type='html'>&lt;p&gt;Selama tahun 2007 telah berkembang suatu gerakan anti-nuklir yang&lt;br /&gt;justru muncul di kawasan Semenanjung Muria, yaitu kawasan terpilih&lt;br /&gt;sebagai calon lokasi pembangunan PLTN pertama di Indonesia.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui Pemerintah telah berketetapan untuk membangun&lt;br /&gt;PLTN sebagai salah satu altermatif untuk memenuhi kebutuhan tenaga&lt;br /&gt;listrik dalam jangka panjang, khususnya di dalam sistem listrik Jawa-&lt;br /&gt;Madura-Bali yang sudah ter-interkoneksi. Hal ini tercermin di dalam&lt;br /&gt;beberapa dokumen yang telah terbit. Pertama adalah "Kebijakan Energi&lt;br /&gt;Nasional" yang dikeluarkan oleh Departemen Energi dan Sumberdaya&lt;br /&gt;Mineral pada tahun 2004. Kemudian dokumen Badan Koordinasi Energi&lt;br /&gt;Nasional atau BAKOREN berjudul "Blueprint Pengelolaan Energi Nasional&lt;br /&gt;2005-2025" yang terbit pada tahun 2005. Selanjutnya adalah Peraturan&lt;br /&gt;Presiden No. 5 tahun 2006 tentang Kebijaksanaan Energi Nasional&lt;br /&gt;2005-2025 yang ditanda-tangani oleh Presiden R.I. pada tanggal 26&lt;br /&gt;Januari 2006.&lt;br /&gt;Bahwasanya "rencana" tersebut bukan saja suatu gagasan yang dicetuskan&lt;br /&gt;oleh Pemerintah yang bertindak bertepuk sebelah tangan, terbukti&lt;br /&gt;dengan adanya produk undang-undang yang diterbitkan oleh Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, juga dalam tahun 2007 ini, yaitu Undang-undang No.&lt;br /&gt;17 tahun 2007 tentang Perencanaan Jangka Panjang Pembangunan Nasional.&lt;br /&gt;Di situ dengan jelas tercantum adanya niat dari bangsa Indonesia untuk&lt;br /&gt;memanfaatkan energi nuklir sebagai alternatif untuk pembangkitan&lt;br /&gt;listrik, khususnya beroperasinya PLTN pertama antara tahun 2015 dan&lt;br /&gt;2020.&lt;br /&gt;Semua dokumen itu tentunya diterbitkan berdasarkan pertimbangan-&lt;br /&gt;pertimbangan yang telah dibahas secara tuntas di tingkat Pemerintah&lt;br /&gt;dan Dewan Perwakilan Rakyat, dalam hal ini Komisi VIII dalam DPR&lt;br /&gt;terdahulu dan Komisi VII DPR yang sekarang. Bahkan beberapa tokoh DPR&lt;br /&gt;dari Komisi VII sudah cukup sering diberitakan membuat pernyataan&lt;br /&gt;mendukung pembangunan PLTN, bahkan juga dikemukakan bahwa kita sudah&lt;br /&gt;tertinggal di bidang ini. Misalnya Ketua Komisi VII Bp. Ir. Agusman&lt;br /&gt;Effendi dan Wakil Ketuanya Bp. Nadjib. (Tetapi ada pula anggota Komisi&lt;br /&gt;VII yang tampaknya menentang gagasan ini, seperti Bp. Ir. Alvin Lie&lt;br /&gt;dan mantan Menteri Lingkungan Hidup Bp. Sony Keraf.)&lt;br /&gt;Hakekatnya, pembenaran pemanfaatan energi nuklir sebagai salah satu&lt;br /&gt;alternatif adalah berdasarkan kenyataan bahwa: (1) Permintaan akan&lt;br /&gt;tenaga listrik masih tetap tumbuh dengan pesat dan kita dapat&lt;br /&gt;mempersulit diri sendiri apabila tidak memakai jenis energi ini; (2)&lt;br /&gt;Alternatif yang lain tidak akan mencukupi pada saat diperlukan,&lt;br /&gt;seperti misalnya panasbumi yang potensinya di pulau Jawa diperkirakan&lt;br /&gt;masih ada 8000 MW, atau terlalu mahal seperti gasbumi yang harganya&lt;br /&gt;meningkat terus seiring dengan perkembangan harga minyak internasional&lt;br /&gt;(dan gas sebenarnya dapat dimanfaatkan dalam sektor lain seperti&lt;br /&gt;industri dan rumah-tangga dengan nilai tambah yang lebih besar), atau&lt;br /&gt;energi batubara yang dalam jangka panjang dapat menimbulkan masalah-&lt;br /&gt;masalah lain seperti pencemaran, logistik (kapal dan pelabuhan) serta&lt;br /&gt;lokasi (di Jawa kian terbatas); (3) Memanfaatkan energi nuklir akan&lt;br /&gt;berarti suatu upaya untuk menekan biaya pembangkitan listrik, serta&lt;br /&gt;tidak kalah pentingnya adalah membuat pemanfaatan sumberdaya alam kita&lt;br /&gt;secara lebih optimal; (4) Sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali pun akan&lt;br /&gt;menjadi lebih tangguh dan handal, karena tidak akan tergantung pada&lt;br /&gt;hanya batubara dan gasbumi saja; (5) Kita pun akan meraih keuntungan&lt;br /&gt;karena berpeluang untuk meningkatkan kemampuan kita di bidang&lt;br /&gt;teknologi, khususnya konstruksi dan manufaktur. Keuntungan lain adalah&lt;br /&gt;PLTN tidak mengeluarkan emisi zat arang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Timbulnya oposisi terhadap pembangunan PLTN tampaknya disebabkan&lt;br /&gt;sindrom NIMBY, atau Not In My Back Yard, atau "jangan di pekarangan&lt;br /&gt;saya". Ini adalah pandangan yang normal yang dapat timbul di kalangan&lt;br /&gt;masyarakat. Di negara industri pun ada pandangan seperti itu. Tetapi&lt;br /&gt;kini sudah berubah: justru di kalangan yang ketempatan PLTN lebih&lt;br /&gt;menyukai dibangun PLTN baru ketimbang jenis energi lain yang dapat&lt;br /&gt;menimbulkan polusi udara.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berhubung dengan hal-hal tersebut di atas, maka kiranya perlu disusun&lt;br /&gt;suatu strategi baru dalam "sosialisasi" PLTN. Mungkin sasaran&lt;br /&gt;sosialisasi janganlah mahasiswa, kaum cerdik pandai dan tokoh-tokoh&lt;br /&gt;masyarakat saja, melainkan perlu diperluas kepada masyarakat awam dan&lt;br /&gt;siswa-siswa SMP dan SMU. Ini mungkin akan lebih sulit, karena konsep-&lt;br /&gt;konsep yang harus dijabarkan bukanlah konsep yang mudah. Juga akan&lt;br /&gt;memakan biaya yang lebih besar, karena sasaran jauh lebih banyak. Akan&lt;br /&gt;tetapi perlu dan harus dimulai dari saat sekarang. Kalau tidak kita&lt;br /&gt;akan jauh tertinggal lagi dibandingkan negara lain, termasuk negara-&lt;br /&gt;negara tetangga kita.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;posted by Budi Sudarsono at Sunday, September 02, 2007&lt;br /&gt;sumber: &lt;a target="_blank" rel="nofollow" href="http://feea.blogspot.com/2007/09/perlu-strategi-dan-cara-baru.html"&gt;http://feea.blogspot.com/2007/09/perlu-strategi-dan-cara-baru.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-1821779672755164045?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/1821779672755164045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=1821779672755164045' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/1821779672755164045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/1821779672755164045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/perlu-strategi-dan-cara-baru.html' title='Perlu Strategi dan Cara Baru Sosialisasi PLTN'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2309020624499557237.post-2330421168807805863</id><published>2008-05-14T13:00:00.001-07:00</published><updated>2008-05-14T13:39:04.186-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Kita Harus Pro-PLTN?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh: Carunia Mulya Firdausy&lt;br /&gt;Deputi Menegristek Bidang Dinamika Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingar bingar untuk menolak pembangunan pembangkit listrik tenaga&lt;br /&gt;nuklir (PLTN) kembali muncul ke permukaan. Inisiatif tersebut kali ini&lt;br /&gt;dilakukan oleh dua puluh delapan orang yang menamakan dirinya sebagai&lt;br /&gt;kelompok akademisi dari berbagai disiplin ilmu dan didukung oleh&lt;br /&gt;sekitar 200 peserta yang hadir di Sekolah Tinggi Filsafat (STF)&lt;br /&gt;Driyarkara, Jakarta. Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan PLTN&lt;br /&gt;dengan empat alasan klasik, yaitu risiko terlalu tinggi, tidak ada&lt;br /&gt;urgensinya, masih banyak sumber energi alternatif yang ramah&lt;br /&gt;lingkungan, dan ada penolakan dari masyarakat Indonesia. Bahkan yang&lt;br /&gt;lebih provokatif lagi dinyatakan bahwa Konferensi PBB tentang&lt;br /&gt;perubahan iklim yang berlangsung pada Desember di Bali lalu tidak&lt;br /&gt;menetapkan nuklir sebagai energi alternatif untuk mengurangi emisi C02&lt;br /&gt;dan dipandang sebagai sikap beberapa pihak untuk mengegolkan PLTN sama&lt;br /&gt;halnya dengan sikap Amerika untuk ngotot menolak isu nuklir di Iran.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentu kalau di media ini mereka diizinkan untuk memublikasikan&lt;br /&gt;pandangannya di atas, maka pandangan masyarakat yang berpikir pro-PLTN&lt;br /&gt;harus pula diberikan tempat di media ini. Dasarnya karena argumentasi&lt;br /&gt;untuk menolak PLTN yang disampaikan di atas cenderung misterius dan&lt;br /&gt;provokatif, jika tidak hendak dikatakan nonempiris. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Argumentasinya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Argumentasinya sebagai berikut. Pertama, PLTN telah mendunia pada saat&lt;br /&gt;ini. Jumlah negara yang telah menggunakan PLTN sebagai energi listrik&lt;br /&gt;terus bertambah lebih dari 30 negara. Kini jumlah PLTN telah mencapai&lt;br /&gt;442 buah dan tidak hanya terbatas pada negara maju saja, melainkan&lt;br /&gt;juga telah dan akan menjadi sumber energi pembangkit listrik utama di&lt;br /&gt;negara Asia (Jepang, Korea Selatan, India, China, Vietnam, dan&lt;br /&gt;Thailand). Khusus untuk Jepang dan Korea Selatan, PLTN telah&lt;br /&gt;berkontribusi masing-masing sebesar lebih dari 30 persen dan 40 persen&lt;br /&gt;dalam pasokan listriknya. Demikian pula dengan India dan China.&lt;br /&gt;Sedangkan Vietnam segera akan menyusul. Mungkin itu sebabnya di negara-&lt;br /&gt;negara tersebut, byar pet listrik nyaris tidak pernah terjadi. Oleh&lt;br /&gt;karena itu, mengapa kita terus saja mengatakan PLTN berisiko terlalu&lt;br /&gt;tinggi di Indonesia, jika di negara sekelas India, China dan Vietnam,&lt;br /&gt;PLTN mendapat tempat yang layak?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, berbagai literatur yang menjelaskan bahwa nuklir sebagai energi&lt;br /&gt;bersih dan efisien juga telah banyak dipublikasikan. Stern (2007),&lt;br /&gt;OECD (2007), dan Moore (2007), misalnya, berdasarkan hitungan empiris&lt;br /&gt;mendapatkan nuklir sebagai energi bersih dan efisien. Dalam side-event&lt;br /&gt;konferensi PBB tentang Perubahan Iklim yang berlangsung di Bali pada&lt;br /&gt;Desember 2007 lalu, isu dan masalah PLTN juga dibahas, sehingga tidak&lt;br /&gt;benar konferensi tersebut tidak memasukkan nuklir sebagai energi&lt;br /&gt;alternatif yang mampu mengurangi emisi C02.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian pula, fakta telah membuktikan bahwa penggunaan nuklir dalam&lt;br /&gt;pembangkit listrik relatif lebih murah dibandingkan dengan penggunaan&lt;br /&gt;sumber energi nonnuklir (Stern, 2007). Yang mahal dengan pembangunan&lt;br /&gt;PLTN yakni biaya awal (capital costs) pembangunannya. Hal ini karena&lt;br /&gt;dalam pembangunan satu unit PLTN diperhitungkan pula biaya&lt;br /&gt;commissioning, decommissioning dan manajemen limbah. Selain itu,&lt;br /&gt;karena teknologi yang harus dipakai harus aman dari segala bencana&lt;br /&gt;alam sehingga biayanya menjadi relatif mahal. Pembangunan satu reaktor&lt;br /&gt;pun memerlukan waktu yang relatif panjang sekitar 5-8 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedia Payung&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan bahwa PLTN tidak ada urgensinya harus dielaborasi lebih&lt;br /&gt;lanjut dasar empirik hitungannya. Jika hitungannya berdasarkan kondisi&lt;br /&gt;ekonomi nasional kekinian, memang PLTN belum atau tidak urgen.&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika hitungannya berdasarkan kebutuhan ekonomi jangka&lt;br /&gt;menengah dan panjang, mengapa harus memaksa menyatakan bahwa PLTN&lt;br /&gt;tidak urgen. Apalagi, berbagai ketidaktentuan ekonomi dalam penyediaan&lt;br /&gt;sumber energi saat ini dan mendatang tengah berlangsung. Belum lagi&lt;br /&gt;jika kita menyoal tentang dampak lingkungannya yang mengerikan jika&lt;br /&gt;kita bergantung hanya pada energi fosil (batu bara, minyak bumi, dan&lt;br /&gt;gas alam). Mestinya upaya untuk “sedia payung sebelum hujan” dalam&lt;br /&gt;bidang energi yang dilakukan pemerintah melalui Peraturan Presiden No&lt;br /&gt;5/2006 dan Undang-Undang Rencana Jangka Panjang Nasional (RPJPN) No&lt;br /&gt;17/2007 patut dihargai.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, benar bahwa kita punya banyak sumber energi alternatif ramah&lt;br /&gt;lingkungan di luar nuklir. Tak terbatas pada energi bayu, panas bumi,&lt;br /&gt;air laut, biofuel, biomass, dan matahari. Sampah pun terbukti dapat&lt;br /&gt;digunakan sebagai energi pembangkit listrik. Harus diakui selain&lt;br /&gt;teknologinya mahal, penting dicatat energi nuklir terbatas untuk&lt;br /&gt;memasok listrik dalam skala besar. Selain itu, pengisian energi&lt;br /&gt;tersebut dalam suatu reaktor pembangkit listrik harus dilakukan&lt;br /&gt;berulang-ulang dalam hitungan hari maupun bulan. Energi nuklir yang&lt;br /&gt;diisiulang dalam reaktor listrik mampu mencapai 18 bulan nonstop.&lt;br /&gt;Reaktor PLTN juga mampu melayani kebutuhan listrik industri lebih&lt;br /&gt;20-40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Apaboleh buat PLTN belum sepenuhnya diterima masyarakat. Di pelbagai&lt;br /&gt;negara ditemui kenyataan serupa. Semua kecemasan seharusnya dijadikan&lt;br /&gt;catatan penting bagi kita dalam mendorong pembangunan PLTN agar&lt;br /&gt;memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi di satu pihak dan&lt;br /&gt;kesejahteraan penduduk di lain pihak. Inilah salah satu tanggung jawab&lt;br /&gt;kritis para akademisi tanpa keberpihakan. (JURNAL NASIONAL, 29 Maret&lt;br /&gt;2008/ foto : humasristek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a target="_blank" rel="nofollow" href="http://ristek.go.id/index.php?mod=News&amp;amp;conf=v&amp;amp;id=2590"&gt;http://ristek.go.id/index.php?mod=News&amp;amp;conf=v&amp;amp;id=2590&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2309020624499557237-2330421168807805863?l=gopltn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gopltn.blogspot.com/feeds/2330421168807805863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2309020624499557237&amp;postID=2330421168807805863' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2330421168807805863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2309020624499557237/posts/default/2330421168807805863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gopltn.blogspot.com/2008/05/mengapa-kita-harus-pro-pltn_14.html' title='Mengapa Kita Harus Pro-PLTN?'/><author><name>syafsya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
